Sinyal pelemahan Bitcoin memicu gelombang likuidasi besar di pasar kripto, dengan total hampir $1.5 miliar terkikis dalam 24 jam. Tekanan itu muncul saat harga Bitcoin jatuh ke level terendah dua bulan dan memukul sentimen investor di seluruh pasar aset digital.
Likuidasi paksa itu menjadi yang terbesar sejak Februari, menurut data CoinGlass. Hampir $800 juta posisi Bitcoin ikut terhapus, menunjukkan seberapa cepat penurunan harga memperburuk posisi perdagangan berisiko tinggi.
Bitcoin sempat turun sampai 7% ke bawah $67,000 pada Selasa, pertama kali sejak April. Penurunan itu terjadi di tengah kekhawatiran berlarut soal konflik di Iran dan aksi jual dari Strategy Inc., yang terus menekan minat beli.
Kondisi pasar kripto juga berbalik ketika dua sumber permintaan yang selama ini dianggap utama, yaitu exchange-traded funds dan Strategy milik Michael Saylor, justru ikut menjadi beban bagi harga. Di saat yang sama, revival perdagangan kecerdasan buatan menjaga momentum Wall Street dan saham ikut naik karena harapan akan kesepakatan yang dapat mengakhiri perang yang mengguncang pasar global.
Jasper De Maere, OTC trader di Wintermute, menilai penurunan itu terasa dipicu oleh pengungkapan Strategy yang menjual 32 BTC. Namun ia juga menilai momentum pasar memang sudah melemah, sementara partisipasi institusional di meja OTC bergerak kembali ke level terendah.
Strategy pada Senin mengungkap penjualan pertamanya sejak akhir 2022, dengan melepas sekitar $2.5 juta dari simpanan Bitcoin yang bernilai sekitar $59 miliar. Langkah itu menjadi perubahan simbolik dari strategi maksimalis yang selama ini membuat perusahaan tersebut menjadi salah satu pembeli Bitcoin terbesar.
Saham Strategy sempat anjlok sampai 10%, penurunan harian terbesar sejak Februari. Dalam setahun terakhir, saham itu sudah turun lebih dari 60%, menambah tekanan pada sentimen seputar eksposur perusahaan terhadap Bitcoin.
Meski penjualan itu kecil dibandingkan kepemilikan Bitcoin Strategy, waktunya dinilai sensitif karena aliran dana dari ETF Bitcoin di AS juga melemah. Data Bloomberg menunjukkan ETF tersebut mencatat net outflow selama 11 hari berturut-turut, dengan investor menarik hampir $3.5 miliar dalam periode itu.
James Butterfill, kepala riset CoinShares, mengatakan efek penyangga dari kemajuan legislatif AS untuk mengawasi pasar kripto telah “terkalahkan” oleh sentimen risk-off terkait Iran. Dengan tekanan dari arus keluar ETF, aksi jual Strategy, dan melemahnya momentum pasar, Bitcoin kini menghadapi kombinasi hambatan yang membuat pemulihan harga semakin sulit.
