Sam Altman, CEO OpenAI, menolak ikut menyetor uang untuk Pemilu Paruh Waktu AS 2026. Sikap itu mencolok karena banyak miliarder Silicon Valley lain sudah bersiap mendanai pertarungan politik yang akan berlangsung pada November 2026.
Pernyataan itu juga menyorot pergeseran besar di sekitar industri AI dan politik AS. Di satu sisi, para perusahaan teknologi terus berusaha memengaruhi arah regulasi, sementara di sisi lain publik makin waspada terhadap dampak AI pada pekerjaan dan lingkungan.
Altman pilih tidak ikut arus pendanaan politik
Dalam kunjungan ke Washington pekan ini, Altman mengatakan ia bersimpati kepada pihak-pihak yang berjanji memberi kontribusi pendanaan untuk berbagai kampanye politik. Namun, ia menegaskan tidak akan melakukan hal yang sama untuk Pemilu 2026.
Setelah bertemu Senator Bernie Sanders di Capitol Hill, Altman mengatakan para politikus pemerintahan tidak boleh menerapkan standar berbeda kepada OpenAI dibandingkan dengan para pesaingnya. Ia juga menekankan bahwa jika kompetitor mencoba memakai uang untuk bersekongkol melawan perusahaan, maka OpenAI harus bisa melawan balik.
Altman menambahkan bahwa ia ingin melihat aturan berubah secara menyeluruh. Ia juga menyatakan harapannya agar uang tidak lagi memengaruhi politik secara umum.
Pemilu paruh waktu jadi ajang yang sangat penting
Pemilu Paruh Waktu di AS tidak menentukan jabatan presiden, tetapi hasilnya sangat berpengaruh pada arah politik negara. Pemilu ini menentukan kendali atas Kongres AS melalui perebutan kursi DPR, Senat, serta beberapa kursi gubernur dan pejabat daerah.
Ajang ini juga kerap dipakai pemilih untuk menilai kinerja presiden yang sedang menjabat. Sejarah politik AS menunjukkan partai presiden berkuasa hampir selalu kehilangan kursi di Kongres dalam Pemilu Paruh Waktu.
Karena itu, keputusan Altman untuk tidak masuk ke pusaran pendanaan politik menonjol di tengah makin kuatnya mobilisasi dana dari kalangan teknologi. Banyak tokoh industri AI lain justru sudah aktif membangun pengaruh di arena politik.
Perang pengaruh industri AI makin terbuka
Leading the Future, sebuah komite aksi politik super yang didukung Presiden OpenAI Greg Brockman dan para pendiri Andreessen Horowitz, berupaya memilih kandidat yang ramah terhadap AI. Komite itu juga memperjuangkan regulasi AI yang lebih ringan.
Di sisi lain, raksasa teknologi menolak upaya sejumlah negara bagian yang ingin membatasi AI dan mengekang pembangunan pusat data. Sikap ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap AI, terutama soal lapangan kerja dan lingkungan.
OpenAI sendiri berusaha menjauh dari Leading the Future. Perusahaan itu menyatakan tidak berafiliasi dengan super PAC tersebut, meski Brockman dan istrinya Anna diketahui telah menyumbang US$25 juta.
Pesaing OpenAI ikut masuk gelanggang politik
Peta pendanaan politik di sektor AI tidak hanya melibatkan OpenAI. Anthropic PBC memberikan US$20 juta kepada super PAC saingannya, Public First Action, yang mendukung regulasi keselamatan AI yang lebih ketat.
Bernie Sanders menyebut ada dana besar yang siap dipakai untuk melawan anggota Kongres yang menolak sikap industri AI. Ia menilai Kongres belum cukup membela kepentingan publik karena besarnya pengaruh uang dalam politik.
Dalam opini di New York Times, Sanders juga menyerukan legislasi untuk membentuk dana kekayaan negara. Dana itu menurutnya bisa dibiayai lewat pajak satu kali sebesar 50% atas saham perusahaan AI besar, lalu hasilnya dialihkan sebagai pembayaran kepada publik.
Washington jadi pusat lobi AI
Kunjungan Altman ke Washington berlangsung saat OpenAI menyiapkan penawaran umum perdana yang dapat menilai perusahaan hampir US$1 triliun. Anthropic juga mengajukan IPO secara rahasia pekan ini setelah putaran pendanaan yang menilai perusahaan itu sebesar US$965 miliar.
Selama di Washington, Altman juga bertemu Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson dan Pemimpin Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer. Ia turut mengunjungi Gedung Putih untuk berdiskusi dengan pejabat pemerintah mengenai agenda regulasi perusahaan.
Kunjungan itu terjadi sehari setelah Trump meneken perintah eksekutif yang mendorong perusahaan AI membagikan model mutakhir secara sukarela kepada pemerintah sebelum dirilis ke publik. Di tengah tekanan regulasi dan persaingan dana politik yang makin besar, keputusan Altman untuk tidak ikut menyetor uang ke Pemilu 2026 menjadi sinyal tersendiri bagi peta kekuatan industri AI di AS.
Source: www.cnbcindonesia.com