Miliarder Ternyata Banyak Lahir Dari 6 Jurusan Ini, 10 Kampus Swasta RI Patut Dilirik

Pilihan jurusan kuliah ternyata masih sangat menentukan arah karier, termasuk bagi para miliarder dunia. Sejumlah nama besar di daftar orang terkaya global justru punya latar akademik yang berulang di enam bidang studi yang sama.

Bidang-bidang itu dinilai membentuk pola pikir strategis, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Di saat yang sama, pemetaan perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta juga memberi gambaran kampus mana saja yang banyak dipilih calon mahasiswa untuk mengejar jalur serupa.

Enam jurusan yang sering dipilih miliarder

Teknik menjadi salah satu jurusan yang paling sering muncul di balik nama-nama besar bisnis dunia. Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, masuk dalam kelompok ini, begitu juga Jeff Bezos yang meraih gelar teknik elektro dan ilmu komputer dari Princeton University.

Mukesh Ambani juga menempuh teknik kimia sebelum memimpin Reliance Industries. Bidang ini menuntut cara berpikir sistematis dan mendorong kemampuan menciptakan inovasi baru dalam persaingan bisnis modern.

Ilmu komputer menempati posisi penting di era digital karena tidak hanya soal pengodean. Bidang ini juga mencakup pengembangan kecerdasan buatan dan menjadi fondasi berbagai produk teknologi yang dipakai miliaran orang.

Mark Zuckerberg, pendiri Meta, dan Sergey Brin, salah satu pendiri Google, berasal dari jurusan ini. Reed Hastings, pendiri Netflix, juga mengawali kariernya dari penguasaan ilmu komputer.

Ekonomi dan keuangan juga menjadi jalur yang kuat bagi calon pebisnis besar. Jurusan ini erat dengan manajemen aset, penyusunan portofolio investasi, dan pengelolaan korporasi skala global.

Warren Buffett menjadi figur ikonik dari bidang ini, disusul Ray Dalio sebagai pendiri Bridgewater Associates. Jorge Paulo Lemann, miliarder asal Brasil, juga masuk dalam kelompok tokoh bisnis internasional dengan latar serupa.

Bisnis dan manajemen memberi bekal untuk membangun perusahaan, mengelola tim, menyusun strategi pemasaran, hingga ekspansi pasar. Michael Bloomberg memanfaatkan studi MBA untuk membangun Bloomberg LP, sementara Phil Knight dan Mark Cuban juga menempuh jalur akademik yang sama.

Hukum dan matematika ikut melahirkan nama besar

Hukum memberi keunggulan penting dalam negosiasi, penyusunan kontrak, dan kepatuhan regulasi. Charlie Munger, partner dekat Warren Buffett di Berkshire Hathaway, tercatat punya latar hukum, begitu pula Rob Walton yang memanfaatkan keahlian legalnya dalam ekspansi Walmart.

Matematika juga terbukti relevan untuk pengambilan keputusan bisnis berskala besar. James Simons menerapkan pendekatan matematika dalam sistem perdagangan kuantitatif, sedangkan Steve Ballmer, mantan CEO Microsoft, merupakan lulusan matematika murni dari Harvard University.

Keenam jurusan itu menunjukkan bahwa jalan menuju puncak kekayaan tidak selalu berawal dari bisnis murni. Banyak miliarder justru membangun fondasi karier dari disiplin akademik yang melatih logika, analisis, dan kemampuan beradaptasi.

10 universitas swasta terbaik di Jakarta versi EduRank

Di Jakarta, sejumlah kampus swasta masuk daftar teratas berdasarkan pemeringkatan EduRank. BINUS menempati posisi pertama di antara universitas swasta terbaik di ibu kota, dengan peringkat ke-15 di tingkat nasional dan ke-320 di Asia.

Trisakti berada di urutan kedua, diikuti UKI di posisi ketiga dan Unika Atma Jaya di posisi keempat. Mercu Buana menyusul di peringkat kelima, sementara Esa Unggul berada di posisi keenam.

Universitas Nasional menempati urutan ketujuh, disusul Universitas Bakrie di posisi kedelapan. YARSI berada di peringkat kesembilan, dan Universitas Persada Indonesia Y.A.I menutup daftar sepuluh besar.

Jika dilihat lebih rinci, Trisakti berada di peringkat ke-46 nasional dan ke-669 Asia. UKI tercatat di posisi ke-49 nasional dan ke-792 Asia, sedangkan Atma Jaya berada di peringkat ke-52 nasional dan ke-844 Asia.

Mercu Buana menempati peringkat ke-53 nasional dan ke-853 Asia. Esa Unggul berada di posisi ke-62 nasional dan ke-1151 Asia, sementara Universitas Nasional mencatat peringkat ke-64 nasional dan ke-1211 Asia.

Universitas Bakrie berada di posisi ke-70 nasional dan ke-1542 Asia. YARSI menempati peringkat ke-76 nasional dan ke-1796 Asia, sedangkan Universitas Persada Indonesia Y.A.I berada di peringkat ke-84 nasional dan ke-2393 Asia.

Source: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version