NASA telah mengumumkan susunan awak untuk misi Artemis III, saat badan antariksa itu terus menyiapkan jalan menuju pendaratan manusia berikutnya di Bulan. Misi ini justru tidak akan mendarat di permukaan Bulan, tetapi dipakai sebagai tahap penting untuk membuka jalan bagi misi selanjutnya.
Empat astronaut yang dipilih adalah Andre Douglas, Luca Parmitano, Randy Bresnik, dan Frank Rubio. NASA menempatkan misi ini sebagai uji terbang di orbit rendah Bumi untuk menguji kemampuan rendezvous dan docking dengan pendarat bulan.
Peran penting Artemis III
Artemis III dirancang berjalan selama dua pekan dan menjadi misi yang menghubungkan beberapa sistem utama program Artemis. NASA menyebut manuver yang diuji dalam penerbangan ini akan digunakan oleh kru Artemis IV, yang ditargetkan mendarat di Bulan pada 2028.
Dalam pengumuman di Johnson Space Center, Houston, Nicky Fox, kepala sains NASA, menggambarkan Artemis III dengan kalimat yang menekankan fokus misi tersebut. Ia menyebut Artemis II sebagai misi yang berkaitan dengan “moon joy”, sementara Artemis III akan berfokus pada “Earth joy”.
Pendarat bulan yang akan diuji dalam misi ini berasal dari dua perusahaan antariksa swasta. Satu dibuat oleh SpaceX milik Elon Musk dan satu lagi oleh Blue Origin milik Jeff Bezos.
NASA menjelaskan bahwa Blue Origin akan meluncurkan pendaratnya lebih dulu, lalu kru Artemis III akan terbang dengan kapsul Orion. Setelah itu, Blue Origin dan Orion akan merapat di orbit dan melakukan pengujian sebelum berpisah lagi.
Dari orbit ke sistem pendarat bulan
Setelah tahap pertama selesai, Starship milik SpaceX akan diluncurkan dan bertemu kembali dengan Orion. Kru kemudian akan kembali ke Bumi setelah rangkaian pertemuan dan pengujian tersebut selesai.
NASA masih menargetkan Artemis III berlangsung pada akhir 2027. Target itu tetap dipertahankan meski ada kekhawatiran sebelumnya terkait kesiapan salah satu komponen utama misi.
Kekhawatiran itu muncul setelah roket New Glenn milik Blue Origin meledak di landasan saat uji darat di Cape Canaveral pada Mei. Insiden tersebut sempat memunculkan tanda tanya soal apakah Artemis III bisa meluncur sesuai jadwal yang direncanakan.
Namun, pada Selasa, Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan pendarat Blue Origin tetap akan menjadi bagian dari Artemis III. Pernyataan itu menegaskan bahwa NASA masih mempertahankan rencana misi sesuai target yang ada.
Kru dengan pengalaman beragam
Keempat anggota kru membawa pengalaman yang berbeda-beda, meski satu di antaranya akan menjalani penerbangan antariksa pertamanya. Komando misi dipegang Randy Bresnik, anggota paling senior dalam tim.
Bresnik telah bersama NASA sejak 2004 dan pernah terbang dalam salah satu misi pesawat ulang-alik NASA yang kini sudah pensiun pada 2009. Pengalamannya menjadi salah satu modal utama untuk misi yang menuntut koordinasi kompleks ini.
Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa atau ESA akan menjadi pilot misi. Astronaut asal Italia itu tercatat sebagai orang Italia pertama yang memimpin International Space Station dan menjadi astronaut ESA pertama yang dipilih untuk misi Artemis.
Parmitano juga pernah mengalami insiden serius saat spacewalk di ISS pada 2013. Helmnya sempat terisi air hingga hampir membuatnya tenggelam, tetapi ia berhasil kembali ke dalam stasiun setelah spacewalk dibatalkan.
Frank Rubio akan bertugas sebagai mission specialist dan memegang rekor NASA untuk penerbangan antariksa terlama, yakni 371 hari. Ia tiba di ISS pada September 2022 dengan kapsul Soyuz Rusia yang mengalami kebocoran coolant, lalu baru kembali ke Bumi pada September 2023.
Andre Douglas juga akan menjadi mission specialist dan pernah menjadi kru cadangan untuk Artemis II. Misi Artemis III akan menjadi perjalanan pertamanya ke luar angkasa, sehingga ia menjadi satu-satunya anggota tim yang belum pernah terbang ke antariksa sebelumnya.
Lanjutan dari Artemis II
Pengumuman ini datang setelah Artemis II pada April membawa astronaut NASA kembali ke orbit Bulan. Itu menjadi penerbangan berawak pertama yang melampaui orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 lebih dari 50 tahun sebelumnya.
Artemis II sendiri juga merupakan misi uji, meski posisinya lebih dekat ke Bulan dibandingkan Artemis III. Misi itu menguji wahana Orion dan berhasil meluncurkan Space Launch System, memperkuat dasar bagi tahap berikutnya dalam program Artemis.
