Robert Kiyosaki Kirim Pesan Tajam ke “Cockroaches”, Sindir Sistem Yang Gagal Pada Generasi Muda

Robert Kiyosaki kembali menarik perhatian setelah menanggapi gerakan protes tak biasa di India yang disebut Cockroach Janata Party atau CJP. Penulis buku “Rich Dad Poor Dad” itu memakai momentum tersebut untuk menegaskan peringatan yang menurutnya sudah ia sampaikan selama lebih dari dua dekade.

Dalam unggahan Facebook pada 7 Juni, Kiyosaki menyoroti cepatnya pertumbuhan CJP setelah munculnya komentar kontroversial yang dikaitkan dengan ketua mahkamah agung India dalam sebuah sidang. Komentar yang membandingkan sebagian penganggur atau individu tidak produktif dengan “cockroaches” memicu kemarahan di internet India, meski kemudian dijelaskan bahwa pernyataan itu ditujukan kepada orang dengan ijazah palsu, bukan generasi muda secara umum.

Gerakan protes yang tumbuh cepat

Meski penjelasan itu sudah diberikan, kontroversinya tetap menyulut reaksi keras. Kiyosaki menyebut CJP dibentuk oleh Abhijeet Dipke, lulusan Boston University, yang segera meluncurkan akun media sosial dan situs web setelah komentar itu ramai dibicarakan.

Dalam hitungan minggu, gerakan tersebut mengumpulkan jutaan pengikut secara daring. CJP juga mengorganisasi demonstrasi di New Delhi yang berfokus pada kemarahan atas skandal pendidikan dan kebocoran soal ujian, sambil menuntut pengunduran diri menteri pendidikan Dharmendra Pradhan.

Pesan Kiyosaki soal generasi muda

Kiyosaki menilai kisah ini tidak hanya menggambarkan situasi di India. Ia mengatakan anak muda di berbagai negara telah dijanjikan bahwa pendidikan, kerja keras, dan mengikuti jalur karier tradisional akan membawa stabilitas keuangan.

Menurutnya, yang mereka hadapi justru pasar kerja yang lebih lemah, beban utang yang meningkat, dan peluang ekonomi yang menyusut. “The system failed. And they are noticing,” tulis Kiyosaki saat menyinggung tantangan yang dihadapi anak muda di India, Amerika Serikat, dan Inggris.

Ia juga berpendapat bahwa kecerdasan buatan dan media sosial mempercepat kesadaran publik terhadap kelemahan ekonomi dan kelemahan institusi. Kiyosaki melihat hal itu sebagai tanda bahwa generasi muda semakin berani menantang lembaga yang dianggap gagal memenuhi harapan mereka.

Posisi Kiyosaki soal uang dan aset

Beberapa hari sebelum komentar tentang CJP, Kiyosaki juga merilis pernyataan terpisah di X. Ia memperingatkan adanya pihak yang diduga memakai namanya untuk mempromosikan investasi.

Pada 18 Mei, ia menulis bahwa pengacaranya telah mengirim pemberitahuan “Cease and Decist” kepada seseorang atau kelompok yang menggunakan namanya untuk menyatakan investasi yang ia rekomendasikan. Ia menegaskan bahwa meski rutin mengungkapkan investasi pribadinya, ia tidak memberi saran investasi individual dan tidak menganggap dirinya penasihat keuangan.

Kiyosaki juga menyebut masih memegang emas, perak, Bitcoin, Ethereum, minyak, dan sapi, yang ia klaim sudah dimiliki selama bertahun-tahun. Ia menegaskan tidak berinvestasi di saham publik, obligasi, 401(k), atau IRA, dan selama ini berargumen bahwa aset alternatif seperti logam mulia dan kripto memberi perlindungan dari kelemahan sistem keuangan global.

Di tengah komentar itu, data pasar yang disebutkan menunjukkan Bitcoin turun 30% tahun ini dan diperdagangkan di $61,769.96, sementara Ether turun 45% ke $1,649.23. Emas turun hampir 3% ke $4,256.97 per ons, perak turun 12% ke $65.14 per ons, sedangkan minyak justru melonjak lebih dari 50% tahun ini dengan WTI di $88.18 per barel dan Brent di $91.46 per barel.

Exit mobile version