Anthropic mendadak harus menghentikan akses ke dua model AI terbarunya setelah pemerintah Amerika Serikat memerintahkan perusahaan itu untuk menangguhkan akses dari semua warga negara asing, baik yang berada di dalam maupun di luar AS. Langkah itu langsung memaksa Anthropic mematikan Fable 5 dan Mythos 5 untuk seluruh pelanggan demi mematuhi perintah tersebut.
Situasi ini muncul hanya kurang dari sepekan setelah kedua model itu diluncurkan. Anthropic mengatakan dampaknya sangat luas karena pembatasan pemerintah tidak hanya menyasar pengguna tertentu, melainkan membuat akses ke model baru itu harus dihentikan total.
Tekanan regulator dan dugaan celah keamanan
Reuters melaporkan bahwa staf teknis senior Anthropic bertemu dengan pejabat Departemen Perdagangan di Washington pada Senin. Sebelumnya, staf teknis perusahaan itu juga telah berkomunikasi dengan pejabat pemerintahan Trump selama akhir pekan.
The Wall Street Journal menyebut Menteri Perdagangan Howard Lutnick sebagai pihak yang mengirim surat berisi instruksi untuk menghentikan Fable 5. Hingga Senin, Departemen Perdagangan belum segera menanggapi permintaan komentar mengenai posisi pembicaraan yang sedang berlangsung.
Anthropic menjelaskan bahwa pemerintah mengaku menemukan “potential narrow, non-universal jailbreak” pada Fable 5. Mekanisme yang disebut itu pada dasarnya melibatkan permintaan agar model membaca basis kode tertentu lalu memperbaiki kelemahan perangkat lunak.
Perusahaan menegaskan bahwa bukti yang diberikan sejauh ini hanya bersifat lisan. Anthropic juga menyatakan telah bekerja agar setiap jailbreak tetap sempit atau sangat mahal untuk dibuat, serta meyakini pemantauan yang ketat akan cepat mendeteksi dan menghentikan serangan yang berhasil.
Dampak pada produk terbaru
Menurut Anthropic, perintah pemerintah mewajibkan perusahaan untuk menghentikan akses Fable 5 dan Mythos 5 secara mendadak. Namun, perusahaan menegaskan bahwa model Anthropic lainnya tidak terdampak oleh pembatasan ini.
Langkah itu menjadi pukulan penting karena Fable 5 dan Mythos 5 baru saja masuk ke pasar. Bagi pelanggan, keputusan ini berarti akses ke dua model paling baru harus dihentikan sambil menunggu kejelasan soal kepatuhan dan keamanan.
Riwayat kekhawatiran soal keamanan
Kekhawatiran keamanan terhadap model Anthropic bukan hal baru. Pada April, perusahaan mengatakan menahan sebagian model Mythos dari rilis publik karena AI tersebut mampu menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan perangkat lunak, sehingga dinilai sebagai risiko siber.
The Information melaporkan bahwa CEO Amazon Andy Jassy dan pihak lain telah menyampaikan kekhawatiran soal perangkat lunak itu. Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa peneliti Amazon menguji Fable 5 dan berhasil mendorongnya memberikan informasi yang dapat membantu serangan siber.
Rangkaian temuan itu membuat isu keamanan menjadi sorotan utama di sekitar peluncuran model-model baru Anthropic. Di sisi lain, perusahaan tampak berupaya menunjukkan bahwa mereka telah menyiapkan pengawasan yang ketat terhadap potensi penyalahgunaan.
Latar kebijakan AI di Washington
Langkah pemerintah AS terhadap Anthropic juga datang tak lama setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif baru pada Selasa lalu yang mengatur penggunaan AI. Aturan itu mendorong pengawasan lebih awal atas model AI baru sebelum dirilis ke publik.
Dalam kebijakan tersebut, perusahaan teknologi diminta menyerahkan model AI terbaru mereka untuk tinjauan sukarela dalam jendela 30 hari. Departemen Keuangan juga akan membentuk “cybersecurity clearinghouse” untuk meninjau kerentanan keamanan.
Di tengah tekanan itu, Anthropic juga sedang melangkah ke tahap bisnis yang lebih besar. Pada 1 Juni, perusahaan mengajukan dokumen untuk menjadi perusahaan publik dalam penawaran umum perdana yang diperkirakan akan sangat besar.
