Snap Rilis Kacamata AR Yang Lebih Mirip Kacamata, Tapi Harganya Bikin Ngerem

Author: Qoo Media

Snap akhirnya membawa kacamata augmented reality buatannya ke pasar konsumen, tetapi banderolnya langsung menempatkannya di kelas premium. Specs dijual seharga $2,195 dan diposisikan sebagai “wearable computer built into see-through augmented reality glasses.”

Langkah ini menandai kenaikan besar dari perangkat developer-only yang diperkenalkan pada 2024. Kini, Specs tersedia untuk pre-order dengan deposit $200 dan dijadwalkan dikirim pada musim gugur ke AS, Inggris, dan Prancis.

Desain yang lebih dekat ke kacamata harian

Snap membangun Specs dengan pendekatan yang lebih ramah gaya, bukan seperti headset besar yang biasanya identik dengan perangkat AR. Bingkainya memakai bahan polimer hitam dengan bentuk squircular, dan desain itu mengarah ke nuansa fashion-glasses yang lebih ringan dipakai di publik.

Perangkat ini juga menawarkan insert yang bisa dilepas dan mendukung “a wide range of prescriptions,” menurut Snap. Pendekatan itu membuat Specs lebih relevan bagi pengguna yang membutuhkan lensa resep tanpa harus mengorbankan konsep kacamata pintar.

Di sisi ukuran, Specs hadir dalam dua varian. Model 47mm berbobot 132 gram, sedangkan model 52mm berbobot 136 gram.

Fungsi AR, baterai, dan chip

Snap menggambarkan perbedaan utama antara kacamata AI dan headset AR melalui pendekatan produk ini. Kacamata AI dinilai lebih nyaman dipakai, tetapi fungsinya terbatas, sementara headset punya daya komputasi lebih besar namun cenderung besar dan merepotkan.

Specs membawa web browser dan konektivitas Bluetooth. Snap juga menyebut daya tahan baterainya mencapai empat jam untuk pemakaian campuran, sementara casing bawaannya menyediakan empat kali pengisian daya “on the go.”

Di dalamnya terdapat dua chip Snapdragon. Satu chip menangani computer vision, sedangkan chip lain dipakai untuk Lenses, istilah Snap untuk aplikasi AR miliknya.

Ekosistem perangkat lunak masih belum lengkap

Snap belum mengungkap banyak detail soal jumlah atau jenis aplikasi yang akan tersedia saat perangkat mulai dikirim. Namun, perusahaan menyebut ada “hundreds of developer-built Lenses” yang akan membuka pengalaman bersama bagi pengguna.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa perangkat kerasnya sudah siap dipasarkan, tetapi ekosistem perangkat lunaknya masih terus dibangun. Untuk kategori perangkat seperti ini, ketersediaan aplikasi biasanya menjadi faktor penentu seberapa jauh produk bisa dipakai di luar fungsi demo.

CEO Evan Spiegel menyebut Specs sebagai “the most capable and most wearable AR glasses ever built.” Klaim itu menegaskan ambisi Snap untuk menempatkan produk ini bukan sekadar aksesori teknologi, melainkan perangkat komputasi yang bisa dipakai sehari-hari.

Masuk ke pasar dengan harga yang jauh di atas pesaing

Harga Specs membuatnya langsung berdiri di segmen yang jauh lebih mahal dibanding kacamata pintar lain di pasar. Meta’s Ray-Ban-branded AI glasses, yang sudah terbukti populer, dibanderol sekitar $350, jauh di bawah harga Specs.

Specs juga lebih mahal dari Apple Vision Pro, yang dijual $3,500 dan dinilai tidak terlalu populer. Meski begitu, perangkat Apple itu tetap berada di kategori headset reality yang lebih besar dan lebih berat, sedangkan Snap menonjolkan bentuk yang lebih menyerupai kacamata biasa.

Perbandingan ini menunjukkan strategi Snap yang berbeda. Alih-alih mengejar harga terjangkau, perusahaan memilih memadukan desain yang lebih wearable dengan fitur komputasi yang tetap ambisius, lalu menempatkannya sebagai perangkat premium untuk konsumen awal.

Terbaru