BlackRock Luncurkan BITA, Bitcoin Jadi Aset Berpenghasilan 15–25% Namun Ada Biaya Nyata

BlackRock resmi meluncurkan iShares Premium Income Bitcoin ETF atau BITA di Nasdaq pada 16 Juni 2026. Produk ini menjadi langkah baru karena untuk pertama kalinya penerbit ETF besar di AS menawarkan distribusi tunai bulanan dari eksposur Bitcoin.

Target imbal hasil BITA berada di kisaran 15–25% secara tahunan. Fokus utamanya adalah menjawab kekosongan struktural yang selama ini membuat modal institusional yang mencari pendapatan enggan masuk ke pasar Bitcoin.

Pendapatan dari Bitcoin, dengan konsekuensi yang jelas

BITA dirancang untuk investor yang sudah memegang Bitcoin dalam jumlah besar tetapi membutuhkan arus kas. Jay Jacobs, US Head of Equity ETFs di BlackRock, menggambarkan target itu terutama sebagai pemegang BTC jangka panjang yang tetap punya kebutuhan pengeluaran rutin.

Robert Mitchnick, Head of Digital Assets BlackRock, juga menyoroti bahwa ketiadaan yield telah menahan minat penasihat keuangan dan investor institusional. Dalam kondisi saat ini, strategi BITA diarahkan untuk mengejar yield tahunan di kisaran menengah hingga tinggi belasan persen.

Strukturnya sederhana tetapi tidak tanpa kompromi. BITA memberi arus kas dari BTC, namun upside-nya dibatasi saat pasar naik tajam dan tidak ada perlindungan jika harga Bitcoin turun.

Cara kerja strategi covered call

BITA memakai strategi covered call dengan memegang aset dasar, termasuk Bitcoin melalui saham IBIT dan BTC langsung di Coinbase Custody. Di atas posisi itu, dana menjual call option pada sebagian portofolionya untuk mengumpulkan premi.

Premi tersebut menjadi sumber pendapatan bagi pemegang unit. BlackRock menyebut BITA menjual covered calls pada sekitar 25–35% dari nilai aset bersihnya setiap bulan, sehingga ETF ini dikelola secara aktif.

Imbal hasil dari volatilitas Bitcoin juga lebih besar dibanding dana covered-call berbasis saham. Itulah yang memungkinkan target yield 15–25%, sementara investor tetap mempertahankan sekitar 70% dari potensi kenaikan harga IBIT.

Kondisi pasar saat peluncuran mendukung strategi pendapatan

Saat peluncuran, Bitcoin diperdagangkan sekitar $67,000 dan turun kira-kira 23% secara year-to-date. Kondisi itu justru dianggap menarik untuk strategi pendapatan karena harga yang lebih rendah dari puncak akhir 2025 masih dibarengi implied volatility yang tinggi.

Volatilitas yang masih elevated membuat premi opsi tetap mahal. Bagi BITA, premi inilah mesin utama yang menopang distribusi tunai bulanan.

Biaya, aset awal, dan profil investor

BITA memiliki expense ratio tahunan 0.65%. Biaya ini lebih tinggi dari IBIT yang mengenakan 0.25%, tetapi masih di bawah sejumlah ETF pendapatan Bitcoin lain yang dapat memungut hingga 0.99%.

Dana ini diluncurkan dengan net assets sekitar $10.65 juta dan didukung oleh Susquehanna Securities. BlackRock merancang produk ini untuk memperlakukan Bitcoin sebagai aset pendapatan, bukan sekadar aset apresiasi harga.

Namun risikonya tetap tegas. Jika Bitcoin turun 30%, BITA diperkirakan turun dengan besaran yang sama karena tidak ada perlindungan sisi bawah.

Prospektus juga menyebut BITA berpotensi kalah performa dari ETF Bitcoin spot murni saat harga naik kuat. Produk ini lebih cocok untuk pasar yang bergerak dalam rentang tertentu atau naik moderat, ketika premi opsi tetap menguntungkan.

Peta persaingan ETF Bitcoin pendapatan makin ramai

Eric Balchunas dari Bloomberg ETF menilai BITA sebagai evolusi penting di pasar ETF Bitcoin. Ia juga menyoroti bahwa BlackRock bergerak lebih cepat dibanding Goldman Sachs dalam meluncurkan produk Bitcoin yang menghasilkan yield.

Persaingan di segmen produk pendapatan Bitcoin juga semakin intensif. Bitwise disebut ikut mempercepat peluncuran produknya, sementara minat pasar terhadap struktur ETF yang lebih kompleks terus tumbuh.

BITA juga berdiri di atas kesuksesan iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, yang sudah menghimpun hampir $49 miliar aset sejak peluncuran Januari 2024 dan menjadi spot Bitcoin ETF terbesar. Basis eksposur BTC itu memberi ruang bagi tim kripto BlackRock untuk menjalankan perdagangan opsi.

Persetujuan SEC belakangan atas produk kripto multi-aset juga menunjukkan lingkungan regulasi yang makin mendukung struktur ETF Bitcoin yang lebih kompleks pada 2026. Pasar kini menunggu distribusi awal BITA untuk melihat apakah yield yang dihasilkan benar-benar bisa mendekati target 15–25%.

BITA pada akhirnya bukan pengganti eksposur langsung ke Bitcoin. Produk ini lebih ditujukan untuk investor yang mengharapkan kenaikan harga bertahap dalam rentang volatil, bukan untuk mereka yang mengejar reli tajam tanpa batas.

Terkait