Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah dua nama terbesar di dunia kripto, Brian Armstrong dari Coinbase dan Changpeng Zhao dari Binance, sama-sama menilai harga saat ini sudah mendekati dasar. Keduanya melihat level sekitar $60,000 sebagai area yang terlalu rendah untuk aset yang selama ini mereka anggap masih punya ruang tumbuh.
Perdebatan itu muncul ketika Bitcoin masih berada jauh di bawah puncaknya di $126,000 pada Oktober 2025 dan bergerak di sekitar $63,472.02, naik 0.86% pada saat data pasar terakhir tercatat. Setelah reli besar yang didorong arus masuk spot ETF, adopsi institusional, dan optimisme terhadap lingkungan regulasi yang lebih ramah, pasar justru sempat menarik napas panjang.
Mengapa tekanan jual mereda
Pullback Bitcoin dianggap masuk akal karena pasar juga dibayangi valuasi yang sudah melesat, ketegangan geopolitik yang meningkat, dan sensitivitas yang makin tinggi terhadap ekspektasi suku bunga. Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung menahan diri saat sentimen global berubah cepat.
Namun, pembeli mulai kembali masuk dengan hati-hati ketika ketegangan atas perang Iran mereda dan optimisme terhadap prospek arus ETF menguat lagi. Situasi ini memberi sinyal bahwa tekanan negatif tidak lagi sekuat sebelumnya, meski pasar belum sepenuhnya pulih.
Bernstein juga menilai Bitcoin tetap mengikuti pola siklus yang khas. Analis Gautam Chhugani mengatakan penurunan arus jangka pendek tidak mengubah tesis jangka panjang sebagai penyimpan nilai, dan Bitcoin masih bisa memberi diversifikasi di tengah pasar yang sangat dipengaruhi momentum AI tahun ini.
Pandangan Brian Armstrong
Armstrong mengatakan tidak ada yang bisa memastikan titik terendah dengan pasti. Meski begitu, ia merujuk pada tren historis dan indeks fear and greed untuk menyimpulkan bahwa Bitcoin mungkin sudah menemukan dasar di sekitar $60,000.
Ia juga melihat beberapa katalis yang bisa mendorong harga naik lagi. Menurut Armstrong, perbaikan market structure, lolosnya legislasi, dan meluncurnya sejumlah perusahaan AI ke pasar publik dapat memindahkan kembali modal ke aset kripto.
Menurutnya, perusahaan AI selama ini menyerap banyak modal berisiko. Saat perusahaan-perusahaan itu melantai dan terjadi unlock, ia memperkirakan arus dana bisa berputar kembali ke Bitcoin dan aset lain di luar saham AI.
Pandangan Changpeng Zhao
Zhao menyampaikan pandangan yang sejalan, meski dengan nada yang lebih tegas. Ia mengatakan siklus dan musim dingin pasar akan selalu datang dan pergi, tetapi industri kripto tetap tumbuh.
Ia menilai harga $60,000 untuk Bitcoin masih sangat rendah. Zhao juga membandingkannya dengan musim dingin empat tahun lalu, ketika Bitcoin sempat berada di $16,000 dan kepanikan pasar jauh lebih berat.
Bagi Zhao, kunci berikutnya ada pada lebih banyak aplikasi dan use case. Ia menilai penggunaan baru terus dibangun dan perkembangan itu akan membantu menopang permintaan jangka panjang terhadap Bitcoin.
Kedua tokoh itu berbicara dalam wawancara terpisah dengan Yahoo Finance di podcast Power Players with Brian Sozzi. Armstrong membagikan pandangannya lebih dulu, sementara episode bersama Zhao dijadwalkan tayang pada Senin pukul 6:00 a.m. ET.







