Ethereum masih memegang posisi sebagai altcoin terbesar selama lebih dari satu dekade. Namun, tekanan dari Solana semakin nyata karena jaringan itu tumbuh lebih cepat dan mulai merebut area yang dulu menjadi kekuatan utama Ethereum.
Perubahan ini penting bagi pembaca yang mengikuti pasar kripto karena pertarungan altcoin nomor satu kini tidak lagi sekadar soal reputasi. Solana kini didorong oleh kecepatan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih murah, dua faktor yang langsung memengaruhi pilihan pengguna dan pengembang.
Solana mulai mengejar dari sisi penggunaan
Solana disebut tumbuh lebih cepat daripada Ethereum saat ini. Migrasi pengguna dan pengembang ke jaringan tersebut terjadi karena performanya dianggap lebih unggul.
Salah satu tanda awal pergeseran itu muncul pada pertengahan 2024. Pada periode itu, volume perdagangan bulanan di bursa terdesentralisasi Solana mulai melampaui Ethereum.
Dominasi Ethereum di decentralized finance juga sudah tergerus selama hampir tiga tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan antarrantai blok tidak lagi berhenti pada skala kapitalisasi pasar semata.
Arah baru ke stablecoin dan aset tokenisasi
Solana juga sedang melakukan pivot strategis. Fokusnya bergeser dari meme coin ke stablecoin dan aset tokenisasi.
Perubahan arah ini membawa Solana lebih dekat ke segmen yang menyasar institusi keuangan dan investor institusional. Dua area itu juga disebut sebagai salah satu segmen tercepat pertumbuhannya di DeFi.
Dari sisi peluang, stablecoin dan tokenisasi aset dipandang sebagai kunci pertumbuhan berikutnya. Posisi itu membuat Solana berpotensi menjaga laju pertumbuhan yang lebih cepat daripada Ethereum dalam waktu yang lebih panjang.
Proyeksi yang membuat 2030 jadi titik penting
Secara ukuran, jaraknya masih lebar. Kapitalisasi pasar Ethereum berada di $200 miliar, sedangkan Solana berada di $40 miliar.
Itu berarti Ethereum masih sekitar 5 kali lebih besar dari Solana. Meski begitu, ada skenario yang membuka peluang perubahan peta persaingan pada 2030.
Dalam skenario tersebut, Solana diasumsikan naik dua kali lipat setiap tahun, sementara Ethereum tumbuh stabil 20% per tahun. Pada pertengahan 2029, Solana akan bernilai $320 miliar dan Ethereum $346 miliar, sehingga 2030 menjadi tahun saat Solana berpeluang melewati Ethereum.
Rekam jejak lonjakan Solana tidak kecil
Target itu terdengar agresif, tetapi Solana sudah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekstrem bukan hal baru. Pada 2023, nilainya melonjak 924%, lalu naik lagi 86% pada 2024.
Cathie Wood dari Ark Invest juga menyoroti potensi disruptif Solana pada November 2023. Ia menekankan bahwa kecepatan lebih tinggi dan biaya lebih rendah penting bagi pengguna dan pengembang, serta dapat menjadi kunci untuk mengguncang posisi Ethereum.
Tetap saja, tidak ada jaminan dalam pasar kripto. Namun, dari rangkaian pertumbuhan, pergeseran fokus, dan adopsi yang mulai menekan Ethereum, Solana kini tampil sebagai kandidat paling kuat untuk menjadi altcoin nomor satu.
