Strive menilai kejatuhan tajam produk “digital credit” milik perusahaan Bitcoin treasury sebagai efek likuidasi leverage, bukan karena kualitas kredit yang memburuk. Pernyataan itu muncul setelah SATA dan STRC, dua produk preferred equity dan digital credit yang terkait dengan Strive dan Strategy, turun jauh di bawah nilai par yang menjadi acuan perdagangan mereka.
CEO Strive, Matt Cole, menulis di X pada Kamis sore bahwa hari itu menjadi “hari tersulit dalam sejarah digital credit.” Ia menegaskan, “What happened today was a leverage liquidation event, not a deterioration in underlying credit quality.”
Cole menjelaskan bahwa investor yang melihat imbal hasil menarik dengan volatilitas rendah kerap menambah posisi dengan dana pinjaman. Menurutnya, strategi itu bekerja sampai tekanan pasar memaksa posisi tersebut dilepas.
Volume besar dan tekanan jual
Data yang dibagikan Chief Risk Officer Strive, Jeff Walton, menunjukkan SATA dan STRC mencatat volume perdagangan yang sangat besar pada Kamis. SATA membukukan hari perdagangan terbesar kedua dalam sejarahnya dengan nilai $153 juta, sementara STRC mencatat hari perdagangan terbesar keempat dengan $941 juta.
Walton menilai volume sebesar itu, jika dibandingkan dengan volume harian yang jauh lebih kecil pada instrumen preferred equity besar seperti JPM.PD milik JPMorgan dan PFF milik BlackRock, mengarah pada kemungkinan unwind leverage. Ia kemudian menulis bahwa leverage tampak sudah “tersapu keluar”, fundamental tetap utuh, dan instrumen tersebut tetap menemukan pembeli sepanjang hari.
SATA sempat turun ke $92,88, sedangkan STRC turun lebih dalam ke level terendah harian $82,53 sebelum ditutup di $88,59. Keduanya memang dirancang untuk diperdagangkan di sekitar $100 per saham.
Skeptisisme soal pembayaran dividen
STRC biasanya diperdagangkan di bawah nilai par setelah tanggal dividennya. Namun, analis yang berbicara kepada Decrypt pada Kamis menilai pelemahan yang terus berlanjut juga dipicu ketidakpastian soal bagaimana perusahaan akan membayar dividennya.
Produk digital credit ini dirancang untuk membantu Strive dan Strategy menambah dana bagi akumulasi Bitcoin. Instrumen tersebut juga menarik lebih banyak investor ritel yang mencari dividen dan volatilitas yang lebih rendah dibanding saham biasa perusahaan atau eksposur langsung ke BTC.
Di saat yang sama, pertanyaan tentang kewajiban dividen membuat sebagian pasar skeptis terhadap rekayasa keuangan di balik produk-produk itu. Bulan lalu, Strategy menjual 32 BTC senilai $2,5 juta setelah Michael Saylor memberi sinyal langkah tersebut, yang menunjukkan perusahaan bisa keluar dari pola “never sell” bila diperlukan.
Tekanan meluas ke saham utama
Meski perusahaan menambah cadangan kas dan terus menegaskan kemampuannya membayar, saham biasa dan preferred equity milik Strategy tetap tertinggal. Pada penutupan perdagangan Kamis, MSTR turun 3,46% menjadi $112,53 dan kini melemah lebih dari 32% dalam satu bulan terakhir.
Saham Strive dengan kode ASST juga turun 3,8% ke $14,85, sehingga kerugian bulanannya mendekati 6%. Seorang perwakilan Strive tidak langsung menanggapi permintaan komentar dari Decrypt, sementara pasar AS tutup pada Jumat untuk libur federal Juneteenth.
Walton mengatakan Strive mengetahui “beberapa sumber anekdotal” terkait konsentrasi leverage pada SATA dan sedang menyusun analisis postmortem yang lebih dalam untuk dibagikan. Penjelasan itu membuat fokus pasar kini bergeser ke satu pertanyaan utama: apakah tekanan pada STRC dan SATA hanya efek pelepasan leverage, atau sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap struktur pendanaan Bitcoin treasury mulai goyah.
