Huion Note E muncul sebagai tablet Android yang tidak sekadar mengejar fungsi umum, tetapi mencoba mengambil ruang di antara tablet murah dan perangkat E Ink. Hasilnya justru membuat perangkat ini lebih sering dipakai daripada yang awalnya diperkirakan, terutama untuk menulis, mencatat, dan kerja ringan sehari-hari.
Tablet 8,4 inci ini menjalankan Android 15 dan hadir dengan layar IPS LCD berlapis anti-glare yang dibuat agar terasa seperti kertas atau E Ink. Huion merilis perangkat ini pada 20 Mei 2026, dan harganya tercantum $369 di Amazon.
Bukan E Ink, tetapi cukup dekat untuk fokus kerja
Daya tarik utama Note E ada pada pendekatan visual dan antarmukanya. Di sisi kiri layar terdapat bar pintasan untuk Home, Notes, To-Dos, Favorites, Apps, Files, Feedback, dan Settings, sehingga navigasi terasa berbeda dari tablet Android biasa.
Desain itu membuatnya mirip perangkat Onyx Boox dalam pendekatan penggunaan. Namun, Note E tetap memakai LCD, jadi responsnya terasa lebih cepat dan tidak menunjukkan ghosting seperti yang umum ditemui pada E Ink.
Pengalaman pakai juga terasa stabil untuk kebutuhan harian. Berkat prosesor MediaTek Helio G99 fabrikasi 6nm, RAM 6GB, dan penyimpanan 128GB, tablet ini menjalankan aplikasi dengan lancar tanpa crash saat dipakai untuk multitasking ringan.
Akses ke Android 15 dan Play Store juga tetap terbuka. Pengguna memang perlu mendaftarkan perangkat secara manual di situs Google Device Registration agar Play Protect aktif, tetapi setelah itu aplikasi berjalan normal.
Mencatat jadi fokus paling kuat
Huion terlihat menempatkan catatan sebagai pusat pengalaman Note E. Aplikasi Huion Notes bawaan mendukung cloud sync, backup, OCR, unggah gambar, dan gambar tangan, sementara input tulisan juga bisa langsung masuk ke berbagai kolom teks.
Kombinasi itu membuat perangkat ini cocok untuk kebutuhan belajar maupun kerja yang banyak melibatkan anotasi. Dukungan stylus dan tata letak antarmuka yang minim distraksi membuatnya terasa seperti buku catatan digital yang fungsional.
Stylus bawaan memakai sistem EMR tanpa baterai dengan PenTech 3.0. Pena itu mendeteksi 8.192 tingkat tekanan, menempel magnetis di sisi tablet, dan Huion juga menyertakan casing gratis dengan tempat penyimpanan stylus.
Pengalaman menulisnya disebut nyaman dan mendekati sensasi menggores kertas. Layar matte 60Hz dengan dukungan 16,7 juta warna dan tingkat kecerahan 300 nits juga membantu membuat tulisan, sorotan, dan sketsa terasa enak dipakai.
Lebih serbaguna daripada yang terlihat
Selain mencatat, Huion juga menyertakan aplikasi HiPaint, dan aplikasi ini terasa mudah dipakai untuk menggambar. Tablet ini juga cocok untuk membaca komik, membuat anotasi, dan menyiapkan template atau tutorial dari inspirasi yang diambil lewat Pinterest.
Perangkat ini ternyata juga berguna untuk kebiasaan kreatif lain seperti kerajinan tangan dan pembuatan perhiasan manik-manik. Alur kerja yang lancar memungkinkan desain dibuka, diunduh, lalu diolah lagi di HiPaint atau langsung digambar cepat di Notes.
Kelebihan lain datang dari kompatibilitas aplikasi. Aplikasi seperti Chrome, Drive, Docs, YouTube, Photos, Goodreads, Pinterest, Stremio, Moon+ Reader, hingga CamScanner dapat dipasang dan dipakai tanpa masalah berarti.
Ada kompromi yang harus diterima
Meski banyak hal berjalan baik, Note E bukan tanpa kelemahan. Tidak ada tombol volume fisik, dan speaker stereo yang dibawanya dianggap kalah oleh banyak ponsel Android kelas bawah dalam hal volume maupun kejernihan.
Kamera 8MP juga hanya layak untuk pemindaian dokumen. Hasil foto sampelnya terlihat kusam dan berbutir, meski detail tekstur masih tertangkap cukup baik untuk kondisi darurat.
Daya tahan baterainya juga cukup, bukan istimewa. Baterai 4.500mAh diklaim memberi sekitar 6,5 jam screen time, dan dengan pemakaian beberapa jam per hari tablet ini bisa bertahan dua sampai tiga hari.
Namun, pengisian 18W terasa lambat dan membutuhkan sekitar dua jam untuk penuh. Itu membuat aspek ini lebih pas disebut cukup praktis daripada benar-benar cepat.
Lebih cocok untuk catatan daripada bacaan panjang
Bagi pengguna yang sangat mengutamakan kenyamanan mata saat membaca, E Ink tetap unggul. Pada penggunaan membaca yang lama, layar LCD Note E justru bisa memicu pusing setelah sekitar satu jam, sementara perangkat E Ink seperti Onyx Boox Note Air 5 C mampu dipakai membaca jauh lebih lama.
Meski begitu, Note E menang dalam respons dan keserbagunaan. Video bisa diputar, multitasking berjalan mulus, dan penulisan terasa lebih sigap dibandingkan perangkat E Ink yang lebih terbatas.
Karena itulah tablet ini paling masuk akal untuk pelajar dan pengguna yang ingin digital notebook yang tetap fleksibel. Huion Note E menawarkan ruang kerja yang tidak mengganggu, dukungan stylus yang kuat, dan karakter pemakaian yang membuatnya lebih berguna dari perkiraan awal.







