Changpeng Zhao Usai Penjara, Refleksi Tentang Musim Dingin Kripto dan Jalan Hidup Berikutnya

Binance founder Changpeng Zhao sedang menjalani fase refleksi setelah beberapa bulan mendekam di penjara. Dalam percakapan baru di podcast Power Players with Brian Sozzi, sosok yang dikenal sebagai CZ itu mengaku butuh waktu untuk menata ulang hidupnya setelah bebas.

Zhao mengatakan proses penyesuaian diri tidak instan meski masa hukumannya hanya empat bulan. Ia menuturkan bahwa dirinya perlu beberapa minggu, bahkan mungkin beberapa bulan, untuk kembali fokus dan memikirkan arah hidup berikutnya.

Nama CZ tetap menempati posisi besar di dunia kripto. Zhao adalah pengusaha kelahiran Kanada yang ikut mendirikan Binance, bursa kripto terbesar di dunia, dan Forbes memperkirakan kekayaannya sekitar $110 miliar.

Dari dakwaan hingga pengampunan

Masalah hukum Zhao berawal dari penyelidikan panjang Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Ia dituduh menjalankan platform keuangan tanpa perlindungan anti pencucian uang yang memadai.

Zhao mengaku bersalah pada November 2023 dan mundur dari posisi CEO Binance. Setelah itu, ia menjalani hukuman empat bulan di penjara federal dan dibebaskan pada September 2024.

Pada 23 Oktober 2025, Presiden Trump menandatangani pengampunan penuh untuk Zhao. Gedung Putih menggambarkan kasus itu sebagai bagian dari “perang terhadap cryptocurrency” yang dikaitkan dengan pemerintahan Biden.

Zhao mengatakan belum sempat berterima kasih langsung kepada Trump. Ia menyatakan ingin menyampaikan terima kasih itu secara tatap muka.

Cara Zhao memandang musim dingin kripto

Zhao menilai siklus naik turun di kripto akan terus berulang. Namun, ia menekankan bahwa industri tetap tumbuh dan tidak melihat harga bitcoin $60.000 sebagai sesuatu yang tinggi.

Menurut Zhao, kepanikan pasar saat ini juga perlu dilihat dalam konteks sejarah. Ia mengingat bahwa pada musim dingin kripto sebelumnya, sekitar empat tahun lalu, harga bitcoin sempat berada di $16.000.

Ia menilai industri membutuhkan lebih banyak aplikasi dan lebih banyak kasus penggunaan. Zhao juga menyebut semakin banyak penggunaan baru yang sedang dibangun oleh para pengembang.

Pengalaman di balik jeruji

Soal masa di penjara, Zhao mengatakan ia diperlakukan sama seperti tahanan lain. Ia menyebut perlakuan itu justru melegakan karena sempat khawatir akan dikenali dan diperlakukan berbeda.

Ia juga mengaku beban psikologis menjadi bagian tersulit. Menurutnya, sorotan media besar yang menyebut dirinya berpotensi menjadi orang terkaya yang pernah masuk penjara di Amerika Serikat ikut menambah tekanan.

Menurut Zhao, para konsultan dan pengacaranya bahkan memperingatkan bahwa ia mungkin menjadi target utama pemerasan. Ia mengatakan ketidakpastian seperti itu jauh lebih berat daripada kondisi fisik selama menjalani hukuman.

Rencana setelah bebas

Zhao mengatakan 25 tahun ke depan akan ia arahkan ke investasi pada pendiri-pendiri yang punya dampak besar. Ia ingin menempatkan dana pada teknologi yang berpotensi mengubah dunia, meski ia mengakui banyak investasi akan gagal.

Ia juga fokus pada platform pendidikan gratis yang ia kerjakan, Gig Academy. Zhao menyebut platform itu sudah memiliki 500.000 anak terdaftar, naik dari 100.000 sekitar enam bulan sebelumnya.

Selain itu, Zhao masih memberi nasihat kepada sejumlah pemerintah soal kebijakan regulasi kripto. Di tengah masa baru setelah penjara dan pengampunan presiden, arah langkahnya tampak tetap dekat dengan dua hal yang selama ini membentuk namanya: kripto dan pendidikan.

Terkait