Bitcoin Terseret Saham Teknologi, Uji Titik Terendah Dua Pekan di $62 Ribu

Author: Qoo Media

Bitcoin dan aset kripto lain kembali tertekan saat saham-saham teknologi di Wall Street ikut goyah. Dalam perdagangan awal di Amerika Serikat, Bitcoin sempat menguji level terendah dua minggu di $62,000 dan turun 4% dalam sehari menurut data CoinGecko.

Tekanan itu menegaskan bahwa selera risiko investor sedang bergeser luas di pasar. Ethereum, XRP, dan Solana mencatat pelemahan lebih dalam, dengan masing-masing turun setidaknya 5% pada periode yang sama.

Tekanan dari saham teknologi

Penurunan kripto bergerak seirama dengan tanda-tanda pelemahan di Wall Street. Nasdaq yang sarat saham teknologi berada di jalur koreksi 1.6%, terbebani oleh produsen chip seperti Micron Technology dan SanSanDisk.

Pelemahan juga terlihat di Asia pada sesi sebelumnya. Indeks di Korea Selatan dan Jepang turun lebih dulu, dengan kerugian dipimpin nama-nama yang selama ini ikut menikmati euforia saham teknologi.

Nada risk-off merembet ke kripto

Carlos Guzman, vice president of research di firma perdagangan kripto GSR, menyebut pasar sedang menghadapi gelombang jual di sektor AI. Ia menilai kripto bereaksi langsung terhadap sentimen risk-off itu.

Menurut Guzman, investor kini mulai mencerna konsensus yang makin kuat soal kenaikan suku bunga. Kondisi itu muncul setelah periode penguatan saham teknologi yang tetap tangguh meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah menambah ketidakpastian makro.

Ekspektasi suku bunga menekan aset berisiko

Pelemahan Bitcoin juga datang setelah komentar pertama Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve. Dalam pernyataannya pekan lalu, ia mengisyaratkan bank sentral AS akan mengalihkan fokus dari forward guidance dan menegaskan komitmen menekan inflasi.

Gerry O’Shea, head of global market insights di Hashdex, mengatakan pasar kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3.75% hingga 4% pada Juli. Ia menilai Bitcoin kemungkinan tetap bergerak di rentang $60,000 hingga $70,000.

O’Shea menambahkan bahwa lingkungan yang hawkish bisa menekan harga jangka pendek untuk kripto dan aset berisiko lain. Bank of America juga mulai memproyeksikan tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, yang akan membawa target ke 4.25% hingga 4.5% pada akhir tahun.

Sinyal campuran dari pasar kripto

Meski harga sedang lesu, posisi di pasar derivatif belum sepenuhnya kehilangan optimisme. Glassnode pada Selasa menyebut posisi di Hyperliquid menjadi “progressively more bullish” seiring meningkatnya taruhan bullish pada Bitcoin.

Di sisi lain, pasar kripto masih menunggu katalis yang bisa memulihkan momentum. O’Shea menilai de-eskalasi lanjutan lewat memorandum of understanding antara AS dan Iran, serta Clarity Act, bisa menjadi pemicu penting bagi pasar tahun ini.

Namun, waktu bagi legislasi itu semakin sempit. Para pembuat kebijakan masih berupaya menyelesaikan rancangan aturan yang dinilai akan memberi legitimasi lebih besar bagi industri kripto dan memperjelas batas kewenangan regulator, sebelum fokus politik tersedot ke pemilu paruh waktu yang kian dekat.

Perdebatan itu juga belum kunjung selesai meski pembahasan telah berlangsung selama berbulan-bulan. Jika Clarity Act tidak lolos sebelum Agustus, para pendukungnya menilai prospeknya bisa tenggelam lebih jauh.

Terbaru