Bitcoin merosot di bawah $60.000 pada Selasa dan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022. Tekanan jual yang terus berlanjut membuat aset kripto terbesar di dunia itu semakin jauh dari puncak sejarahnya.
Dalam paruh pertama tahun ini, Bitcoin sudah turun sekitar 33% secara year to date. Pada periode yang sama, S&P 500 justru naik lebih dari 9%, sehingga jurang performa antara aset kripto dan pasar saham makin lebar.
Penurunan terbaru datang setelah Bitcoin jatuh dari rekor tertinggi pada awal Oktober. Pola pelemahan ini juga disertai tekanan jual dan likuidasi paksa yang mirip dengan fase penurunan besar pada siklus sebelumnya.
Kekhawatiran pasar belum reda
Meski Bitcoin masih sekitar 52% di bawah rekor tertingginya, sejumlah analis menilai penurunan kali ini berbeda dari pasar bear kripto sebelumnya. Salah satu pembeda utamanya adalah belum muncul kebangkrutan besar yang dulu sering menjadi penanda fase terburuk.
Compass Point menyoroti bahwa siklus kripto biasanya berakhir dengan kehancuran besar. Analis Ed Engel menulis pada Senin bahwa Strategy sempat menjadi kandidat utama di mata para bearish, tetapi perusahaan itu justru membantu meredakan kekhawatiran pasar.
Strategy pada Senin mengumumkan telah menghimpun lebih dari $1 miliar untuk menambah cadangan kas, bukan untuk membeli lebih banyak Bitcoin. Langkah itu dinilai memberi sinyal yang lebih menenangkan bagi investor soal likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar dividen.
Engel juga mengatakan siklus kali ini belum menampilkan kebangkrutan besar yang dipicu leverage atau penipuan. Menurut dia, sebagian besar deleveraging masih terkonsentrasi di pasar terdesentralisasi dan belum merembet luas ke industri kripto.
Tekanan dari ETF dan suku bunga
Sentimen Bitcoin ikut terbebani oleh arus keluar besar dari spot bitcoin ETF yang tercatat di bursa AS. Bloomberg mencatat penarikan dana lebih dari $4,1 miliar dari 13 dana sepanjang Juni, yang menjadi outflow bulanan terbesar sejak peluncuran pada Januari 2024.
Kondisi itu diperparah oleh kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Likuiditas yang makin menipis jika bank sentral memperketat kebijakan juga ikut menekan minat terhadap aset berisiko.
David Grider dari Finality Capital Partners menilai pasar Bitcoin belum menemukan titik dasar. Ia memperkirakan dasar harga baru mungkin baru terbentuk pada September atau Oktober untuk Bitcoin dan sebagian besar aset digital lain di sekitarnya.
Grider juga menilai level $40.000 atau $45.000 bukan skenario yang berlebihan. Pandangan itu menambah kehati-hatian di tengah pasar yang masih mencari keseimbangan setelah penurunan panjang dari rekor sebelumnya.







