Bitcoin Menuju Bulan Terburuk Sejak Juni 2022, Strategi Pasar Menyorot Potensi Turun ke $40.000

Bitcoin turun di bawah $60.000 pada Selasa dan kini berada di jalur menuju kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022. Tekanan jual yang terus berlanjut membuat aset kripto terbesar di dunia kembali berada dalam sorotan pasar.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, bitcoin melemah 33% secara year to date, sementara S&P 500 justru naik 8%. Pada akhir Juni, token itu juga berada di jalur untuk turun lebih dari 19% dalam sebulan.

Tekanan pasar belum mereda

Penurunan bitcoin terjadi setelah aset ini merosot dari rekor tertingginya pada awal Oktober. Pola jual dan likuidasi paksa yang muncul sekarang disebut mirip dengan fase penurunan besar pada siklus sebelumnya.

Meski begitu, para analis mencatat kondisi kali ini berjalan tanpa kebangkrutan besar yang biasanya mewarnai pasar bearish kripto sebelumnya. Selama ini, tekanan deleveraging juga lebih banyak terkonsentrasi di pasar terdesentralisasi dan belum meluas ke seluruh industri kripto.

Faktor yang menekan harga

Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve ikut memperburuk sentimen. Likuiditas yang makin menipis jika bank sentral memperketat kebijakan moneter juga menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Di sisi lain, ETF spot bitcoin yang tercatat di AS sedang menuju arus keluar bulanan terbesar sejak peluncurannya pada Januari 2024. Menurut data Bloomberg, investor telah menarik lebih dari $4,1 miliar dari 13 produk itu sepanjang Juni.

Skenario turun ke $40.000

David Grider dari Finality Capital Partners menilai bitcoin belum mencapai titik terendah. Ia memperkirakan dasar pasar baru mungkin baru terbentuk pada September atau Oktober untuk bitcoin dan sebagian besar aset digital di sekitarnya.

Grider juga menyebut level $40.000 atau $45.000 masih wajar untuk dipertimbangkan. Pandangan itu muncul di tengah perdagangan bitcoin yang masih jauh, sekitar 52% di bawah puncak rekornya.

Sinyal dari Strategy ikut diamati

Salah satu perkembangan yang sempat meredakan kekhawatiran pasar datang dari Strategy, raksasa treasury aset digital dengan kode saham MSTR. Perusahaan itu pada Senin mengatakan telah mengumpulkan lebih dari $1 miliar untuk menambah cadangan kas, bukan untuk membeli bitcoin lagi.

Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal yang lebih menenangkan bagi investor, terutama terkait likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar dividen. Compass Point analyst Ed Engel menulis bahwa siklus kripto secara historis kerap berakhir dengan ledakan besar, dan MSTR sempat menjadi kandidat utama bagi para bearish.

Engel menambahkan bahwa siklus kali ini belum menghadapi insolvensi besar yang terkait dengan leverage atau fraud. Ia menilai masalah deleveraging yang terjadi sejauh ini masih terbatas di pasar terdesentralisasi, belum menjadi krisis yang menyapu industri kripto secara luas.

Terkait