Peluncuran Open USD langsung mengguncang peta stablecoin karena proyek baru ini datang dengan dukungan lebih dari 140 bisnis besar. Circle dan Tether kini menghadapi model yang dirancang untuk memberi kendali lebih besar ke para mitra, bukan ke satu perusahaan.
Open Standard, perusahaan baru yang dipimpin Zach Abrams, membawa Open USD sebagai stablecoin untuk pergerakan uang global yang akan aktif lebih lanjut tahun ini. Dukungan itu datang dari nama-nama besar seperti Visa, Mastercard, Stripe, BlackRock, BNY, Google, Shopify, DoorDash, Coinbase, Solana, Ripple, OKX, dan Aave.
Serangan langsung ke model lama
Open USD menantang cara kerja stablecoin yang selama ini dominan di pasar. Proyek ini memungkinkan bisnis mencetak dan menebus token secara gratis tanpa batas volume, lalu mengembalikan seluruh imbal hasil cadangan ke mitra setelah dipotong biaya manajemen kecil.
Struktur itu juga dijalankan lewat dewan yang diisi para mitra, bukan satu perusahaan tunggal. Bagi pemain lama, ini memotong sumber keuntungan paling penting karena hasil utama stablecoin berasal dari imbal hasil Treasurys yang menopang cadangan mereka.
Stripe menambah tekanan dengan menyebut Open USD akan menjadi stablecoin default untuk bisnis di platformnya. Di saat yang sama, reaksi pasar terhadap Circle terlihat cepat dan keras.
Saham Circle terpukul
CRCL turun 18% pada hari pengumuman, dan pergerakannya mencerminkan kekhawatiran investor atas ancaman kompetisi baru. Sebagian besar narasi pertumbuhan Circle selama ini bertumpu pada adopsi bisnis dan institusi, sehingga basis itu kini terlihat lebih rentan.
Dengan hadirnya Open USD, pengguna yang sebelumnya menjadi motor pertumbuhan USDC berpotensi terdorong ke alternatif baru itu. Itu membuat tesis “gelombang naik” untuk Circle tampak kurang solid, setidaknya untuk saat ini.
Pasar kripto masih bergerak campuran
Di pasar yang lebih luas, aset kripto utama bergerak sedikit merah. Bitcoin berada di $58.5k, Ethereum di $1,570, sementara Solana naik 2% ke $75.
Token yang mencatat kenaikan terbesar hari itu antara lain JUP, WBT, dan XLM. Di sisi lain, Bitcoin ETF mencatat outflow bersih $222 juta pada hari Selasa, sedangkan ETF ETH keluar $28 juta.
Tekanan baru untuk pemain besar
Citi ikut menurunkan target harga 12 bulan untuk Bitcoin dari $112k menjadi $82k. Bank itu juga memangkas target Ethereum dari $3,175 menjadi $2,240, dengan alasan arus keluar, lambatnya kemajuan regulasi, dan kekhawatiran atas DAT.
TD Cowen juga memangkas target harga Strategy sebesar 35%. Pemangkasan itu dikaitkan dengan kerangka baru perusahaan yang membuka peluang penjualan Bitcoin.
Di saat yang sama, SEC membuka periode komentar 60 hari untuk ETF nontradisional. Otoritas itu mengajukan 27 pertanyaan tentang cara menangani dana berbasis aset kripto, kontrak peristiwa, dan kepemilikan lain yang tidak biasa.
Lanskap stablecoin dan aset digital makin padat
Di luar Open USD, sejumlah langkah lain menunjukkan pergeseran besar di sektor aset digital. New York Life Investment Management bekerja sama dengan Centrifuge untuk dana obligasi bertoken, sementara Phantom memperdalam langkah ke derivatif onchain dengan merekrut market builder dari Hyperliquid.
MetaMask juga meluncurkan “money account” yang menggabungkan imbal hasil stablecoin dan belanja dalam satu dompet. Produk itu makin mengaburkan batas antara dompet kripto dan rekening bank.
CRCL sendiri juga tercatat dikeluarkan dari beberapa Russell Growth Indexes dalam reconstitusi tahunan pada Juni. Itu menambah tekanan terhadap sentimen pasar di tengah persaingan stablecoin yang makin agresif.
Sorotan lain di pasar
Di sisi lain, pasar meme coin bergerak campuran dengan DOGE dan SHIB datar, PEPE turun 3%, PENGU naik 2%, TRUMP naik 3%, dan BONK datar. Di Solana, dog naik 85%, Nest naik 100%, dan Testibull melonjak 175%.
Pada NFT, pasar utama juga relatif datar. Punks turun 1% ke 31 ETH, BAYC naik 1% ke 8.82 ETH, Pudgy turun 1% ke 4.45 ETH, dan Hypurr turun 3% ke 217 HYPE.
Peluncuran Open USD kini menjadi salah satu cerita paling penting di kripto karena menyentuh inti bisnis stablecoin: distribusi, imbal hasil, dan kontrol. Jika dukungan dari jaringan besar pembayaran, keuangan, dan perdagangan ini benar-benar berubah menjadi adopsi aktif, tekanan ke incumbent bisa bertahan lebih lama dari sekadar reaksi awal pasar.
