Ledakan Langit Lalu Gempa, Warga Siberia Sempat Kira Kiamat Tiba

Dentuman keras yang terdengar dari langit lalu disusul guncangan tanah pernah membuat warga di Siberia panik dan mengira kiamat datang. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Ledakan Tunguska, salah satu ledakan terbesar dalam sejarah modern dengan kekuatan yang ditaksir mencapai sekitar 1.000 kali bom atom Hiroshima.

Kejadian tersebut berlangsung pada 30 Juni 1908 di kawasan Sungai Podkamennaya Tunguska, Siberia, Rusia. Pada pukul 07.17 waktu setempat, langit mendadak dipenuhi cahaya terang sebelum dentuman besar dan gelombang kejut menyapu wilayah di bawahnya.

Warga di Desa Kezhemskoe menggambarkan suara itu bermula seperti deru angin kencang. Suara tersebut lalu berubah menjadi bunyi mengerikan seperti tembakan senjata dan tabrakan benda raksasa yang hampir memecahkan gendang telinga selama beberapa menit.

Getaran dari ledakan itu mengguncang tanah dan bangunan. Sejumlah stasiun meteorologi di Eropa juga mencatat gelombang tekanan atmosfer dan aktivitas seismik yang tidak biasa, sementara beberapa surat kabar saat itu menduga telah terjadi aktivitas vulkanik besar.

Kepanikan warga dipicu juga oleh bayangan bencana lain yang masih segar di ingatan dunia, yakni letusan Gunung Krakatau pada 1883. Banyak orang di Siberia khawatir bencana serupa kembali terjadi setelah mendengar suara ledakan dari langit yang diikuti dampak besar di tanah.

Beruntung, titik ledakan berada di wilayah hutan terpencil. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi meninggalkan kerusakan sangat luas di kawasan sekitarnya.

Sekitar 80 juta pohon dilaporkan tumbang di area seluas lebih dari 2.000 kilometer persegi. Dampak sebesar itu membuat para ilmuwan berupaya mengungkap penyebab ledakan tersebut selama puluhan tahun.

Pada 1927, ahli mineral Rusia Leonid Alexejewitsch Kulik memimpin ekspedisi ke lokasi ledakan. Ia berharap menemukan sisa kawah dan serpihan benda karena menduga peristiwa itu disebabkan meteor.

Hasil pencarian justru menambah misteri. Kulik tidak menemukan kawah besar maupun sisa meteor, hanya hamparan hutan yang rata dengan tanah serta beberapa lubang kecil yang diduga berasal dari pecahan ledakan.

Dari situ, berbagai teori bermunculan. Ada yang meyakini penyebabnya meteor yang meledak di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi, sementara sebagian lain menyebut komet sebagai sumbernya.

NASA lewat situs resminya menyatakan penyebab Ledakan Tunguska adalah meteor yang meledak di atmosfer. Benda langit itu disebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 54.000 kilometer per jam sebelum pecah pada ketinggian sekitar 8,5 kilometer.

Ledakan itu diperkirakan melepaskan energi sekitar 15 megaton TNT. Nilainya hampir 1.000 kali lebih besar dibanding bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945.

Meski lebih dari seabad telah berlalu, Ledakan Tunguska masih menyisakan banyak tanda tanya. Sampai sekarang, tidak ditemukan serpihan benda langit di sekitar lokasi, dan dunia kini memperingati kejadian itu sebagai Hari Asteroid International.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait