Tahun 2026 menghadirkan serangkaian fenomena langit yang menarik bagi para pengamat dan pencinta astronomi. Dari gerhana bulan total hingga hujan meteor, berbagai peristiwa ini akan memperkaya pengalaman menyaksikan keindahan langit malam di wilayah Asia dan Australia.
Berikut adalah daftar enam fenomena astronomi utama yang diprediksi terjadi pada tahun 2026 berdasarkan data dari Space.com dan BBC Weather. Setiap fenomena membawa keunikan tersendiri dan menawarkan peluang pengamatan yang sayang untuk dilewatkan.
1. Gerhana Bulan Total / Blood Moon (3 Maret 2026)
Gerhana bulan total akan terlihat jelas di wilayah Pasifik, Australia, dan Asia Timur. Pada saat ini, seluruh piringan bulan akan berada dalam bayangan total Bumi, menciptakan warna merah tembaga yang khas dan dramatis. Menurut Space.com, pengamat di Australia Timur memiliki kesempatan terbaik melihat seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir tanpa gangguan.
2. Fenomena Saturnus Dihalang oleh Bulan (1 Februari 2026)
Fenomena unik ini terjadi ketika Bulan melintas tepat di depan planet Saturnus sehingga planet bercincin itu seolah-olah menghilang di balik bulan. Wilayah Asia Tenggara dan Australia bagian utara menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan okultasi Saturnus dengan bantuan teleskop atau teropong kecil. Peristiwa langka seperti ini memberikan pengalaman pengamatan yang berharga bagi astronom amatir.
3. Hujan Meteor Perseid (12-13 Agustus 2026)
Hujan meteor Perseid masih menjadi salah satu hujan meteor paling dinanti di belahan Bumi utara. Fenomena ini juga akan tampak dari sebagian Australia bagian utara. Pada puncak hujan meteor, pengamat yang berada di lokasi gelap bisa menikmati puluhan meteor per jam yang berasal dari sisa debu Komet Swift-Tuttle yang terbakar memasuki atmosfer Bumi. Hujan meteor ini menawarkan pemandangan spektakuler di langit malam.
4. Oposisi Planet Saturnus (21 September 2026)
Pada tanggal ini, posisi Saturnus sangat dekat dengan Bumi sehingga planet tersebut tampak lebih besar dan cerah. Fenomena oposisinya memudahkan pengamat untuk melihat detail cincin Saturnus dengan teleskop. Area Asia dan Australia menjadi lokasi strategis untuk menikmati pemandangan luar biasa ini saat piringan planet memperoleh cahaya matahari penuh.
5. Konjungsi Dekat Mars dan Jupiter (16 November 2026)
Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit timur menjelang fajar. Konjungsi ini bisa disaksikan dengan mata telanjang di seluruh wilayah Asia dan Australia. Kombinasi warna cerah Mars yang kemerahan dan Jupiter yang putih bercahaya memberikan tontonan langit yang memukau sebelum matahari terbit.
6. Hujan Meteor Geminid (13-14 Desember 2026)
Sebagai penutup rangkaian fenomena tahun, hujan meteor Geminid diperkirakan mencapai intensitas tinggi di bulan Desember. Meteor ini dikenal dengan kecepatan yang lebih lambat serta warna meteor yang kadang-kadang terlihat beragam. Pengamat di Asia Tenggara hingga Australia bagian selatan memiliki kesempatan terbaik untuk menikmati pertunjukan meteor ini selama cuaca mendukung.
Daftar fenomena ini menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun istimewa bagi para penggemar astronomi. Dengan persiapan alat pengamatan yang tepat dan kondisi langit cerah, berbagai keajaiban di langit malam dapat disaksikan dengan jelas dan mengesankan. Pastikan untuk mencatat tanggal-tanggal penting ini untuk pengalaman langit yang penuh inspirasi.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com