Samsung kembali menjadi sorotan setelah bocornya skor Geekbench dari Galaxy S26 Ultra, yang memperlihatkan peningkatan performa dibanding pendahulunya, S25 Ultra. Pengguna gadget dan penggemar teknologi kini menantikan terobosan yang akan ditawarkan flagship terbaru Samsung menjelang peluncurannya, terutama dalam hal performa prosesor yang menjadi tolok ukur utama di kelas smartphone premium.
Daftar Geekbench yang diunggah oleh tipster populer Ice Universe menunjukkan bahwa Galaxy S26 Ultra varian Amerika, dengan kode model SM-S948U dan RAM 12GB, telah diuji menggunakan sistem operasi Android 16. Meski masih menggunakan chipset Snapdragon, pengujian kali ini dilakukan pada varian yang terundurkan kecepatannya (underclocked).
Performa Menjanjikan Meski Chipset Underclocked
Chipset yang digunakan pada S26 Ultra adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang berjalan dengan enam inti pada 3,63 GHz dan dua inti pada 4,19 GHz. Hasil pengujian Geekbench memperlihatkan skor single-core sebesar 3.466 dan multi-core 11.035.
Skor ini menunjukkan keunggulan langsung dibanding S25 Ultra, yang pada pengujian sebelumnya hanya mencetak 3.200 untuk single-core dan 10.020 untuk multi-core. Meski prosesor S26 Ultra tidak berjalan pada performa puncak, hasil yang dihasilkan tetap lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Ice Universe menyebutkan, bila prosesor dijalankan pada kecepatan maksimal, skor single-core Galaxy S26 Ultra bahkan diprediksi bisa menyentuh sekitar 3.920 poin. Artinya, potensi kinerja perangkat ini masih bisa meningkat lebih jauh dari hasil pengujian sementara.
Pengembangan Spesifikasi Lain yang Layak Dinantikan
Selain dari sisi prosesor, Galaxy S26 Ultra turut dirumorkan akan menghadirkan sejumlah pembaruan pada fitur utama lainnya. Kamera menjadi salah satu aspek yang disebut-sebut akan mendapatkan desain modul baru, yang diharapkan mampu bersaing dengan flagship rival di ranah fotografi mobile.
Peningkatan lain yang diduga akan menjadi nilai jual kuat adalah kecepatan pengisian daya. Samsung dikabarkan akan melompat dari 45W di generasi sebelumnya menjadi 60W pada S26 Ultra. Selain mempercepat waktu pengisian baterai, hal ini juga berpotensi menambah daya pikat bagi pengguna aktif yang mengutamakan efisiensi.
Varian Prosesor: Snapdragon vs Exynos
Terkait penggunaan chipset, sejumlah informasi menyebutkan S26 Ultra kemungkinan akan meluncur dengan dua varian, tergantung wilayah pemasaran. Untuk sebagian besar pasar, chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 disebut akan menjadi pilihan utama, sedangkan Exynos 2600 digadang-gadang hadir di beberapa negara tertentu.
Pendekatan ini sesuai kebijakan Samsung di beberapa tahun terakhir yang membedakan chip antara model untuk pasar Amerika dan Eropa/Asia. Berikut gambaran perbandingan chipset pada S26 Ultra:
| Wilayah | Chipset |
|---|---|
| Amerika & sebagian besar wilayah | Snapdragon 8 Elite Gen 5 |
| Wilayah tertentu | Exynos 2600 |
Penggunaan dua chipset berbeda biasanya menjadi sorotan komunitas pengguna, terutama terkait optimalisasi dan pengalaman penggunaan yang kadang mengalami perbedaan antarmodel.
Rangkuman Peningkatan Galaxy S26 Ultra Atas S25 Ultra
Berdasarkan data pengujian dan rumor yang beredar, terdapat beberapa perbedaan utama antara Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra sebagai berikut:
- Skor Geekbench single-core naik dari 3.200 (S25 Ultra) ke 3.466 (S26 Ultra underclocked).
- Skor multi-core berkembang dari 10.020 ke 11.035.
- Prediksi tenaga puncak S26 Ultra mencapai 3.920 poin pada single-core jika berjalan penuh.
- Potensi peningkatan kecepatan pengisian daya dari 45W ke 60W.
- Pembaruan desain modul kamera.
Performa yang diunggulkan sejak tahap awal bocoran ini menarik perhatian pengguna dan pengamat industri, khususnya karena tes dilakukan saat chipset belum berjalan pada kecepatan maksimal. Dengan debut yang direncanakan pada akhir Februari untuk seri Galaxy S26, ekspektasi terhadap peningkatan performa dan fitur unggulan kian tinggi.
Pemain utama di pasar flagship smartphone akan tetap memantau setiap perkembangan dari Galaxy S26 Ultra, terutama setelah kemunculan skor awal Geekbench yang meyakinkan, meski dalam kondisi chipset masih underclocked. Inovasi Samsung dalam segmen ini akan terus menjadi perhatian, apalagi dengan sejumlah teknologi baru yang dikabarkan akan disematkan pada varian Ultra terbaru.
