Asus melakukan perubahan besar pada cara aplikasi liquid metal di kartu grafis ROG Matrix RTX 5090 senilai $4.000. Upaya ini muncul setelah laporan tentang penarikan produk dan masukan penting dari modder terkenal, der8auer, menjadi perhatian utama di komunitas teknologi.
Kartu grafis kelas atas tersebut sebelumnya menuai kritik lantaran aplikasi liquid metal dinilai kurang rapi dan tidak profesional. Pada kartu sampel, liquid metal terlihat diaplikasikan secara tidak merata di sekitar inti GPU, membentuk pola cincin yang tidak simetris. Walau performa pendinginan tetap baik, praktik tersebut dianggap lebih menyerupai hasil eksperimen manual ketimbang keluaran lini produksi pabrik.
Perubahan Metode Aplikasi oleh Asus
Asus segera merespons dengan mengoptimalkan metode aplikasi pada unit retail yang masuk ke pasar. Der8auer membongkar versi retail ROG Matrix RTX 5090 dan menemukan pola aplikasi yang jauh lebih profesional. Liquid metal kali ini diratakan dengan presisi, dikelilingi lapisan thermal paste khusus yang bertujuan untuk mencegah kebocoran ke area lain pada permukaan GPU.
Aplikasi thermal paste tambahan ini menjadi langkah penting untuk mencegah liquid metal yang konduktif mengenai komponen lain dan menimbulkan risiko korsleting. Dua lapis perimeter thermal paste diterapkan mengitari area inti chip, sedangkan beberapa titik aplikasi dibiarkan terbuka untuk memberi ruang ekspansi termal saat GPU beroperasi.
Keunggulan Material dan Teknik Baru
Penelitian der8auer mengungkap bahwa liquid metal pada produk ini kini mengandung silicon oil. Komponen tambahan ini diduga kuat untuk mempermudah proses aplikasi secara massal dan menjaga konsistensi penyebaran liquid metal di setiap unit produksi.
Analisis menggunakan scanning electron microscope (SEM) menunjukkan bahwa teknik print untuk membentuk butiran liquid metal dan pencampuran dengan silikon mempercepat serta menyeragamkan produksi. Asus tampaknya berupaya memastikan setiap kartu flagship-nya mendapat perlakuan setara demi performa pendinginan maksimal.
Berikut perubahan kunci aplikasi thermal pada Asus ROG Matrix RTX 5090 retail:
- Perimeter thermal paste mengelilingi liquid metal secara penuh.
- Dua lapisan perimeter untuk meningkatkan keamanan dari kebocoran.
- Cutout atau bagian terbuka untuk ekspansi termal.
- Penambahan silicon oil untuk aplikasi yang lebih konsisten.
Dampak Perbaikan pada Kinerja dan Keamanan
Modifikasi tersebut dilaporkan efektif meningkatkan keawetan dan kestabilan temperatur GPU ketika bekerja di beban berat. Pada pengujian yang dilakukan, konsumsi daya kartu mencapai hampir 800W di aplikasi intensif seperti FurMark, dengan kipas berputar lebih lambat dari versi sebelumnya. Temperatur dapat ditekan lebih rendah, walau posisi pemasangan kartu pada test bench juga turut memengaruhi hasil akhirnya.
Penggunaan teknik aplikasi baru juga mendapat apresiasi sebagai upaya responsif terhadap keluhan pelanggan. Asus secara aktif merecall batch awal dan memasukkan proses baru ini ke dalam lini produksi massal. Hal ini dinilai menunjukkan keseriusan perusahaan memberikan layanan terbaik untuk produk seharga $4.000 tersebut.
Langkah Responsif dari Industri
Kebijakan Asus dalam menarik kembali dan memperbaiki kartu grafis premium-nya mendapat sorotan positif. Biaya recall dan perbaikan pada produk enthusiast memang tinggi, namun langkah ini penting guna menjaga kepercayaan konsumen. Menurut der8auer, industri komputer seharusnya memperhatikan detail seperti distribusi thermal interface material demi mencegah masalah di masa depan.
Seiring aplikasi liquid metal yang kini jauh lebih stabil dan profesional, Asus ROG Matrix RTX 5090 diharapkan semakin menjadi tolok ukur baru di segmen kartu grafis high-end. Pengalaman ini juga memperlihatkan bagaimana feedback komunitas dan pengujian independen mampu mendorong pabrikan besar menghadirkan inovasi sekaligus solusi nyata pada lini produk flagship mereka.
