Kabar terbaru dari Electronic Arts mengenai Battlefield 6 menyoroti penundaan dimulainya Season 2, yang langsung memicu reaksi kuat dari komunitas pemain. Pengumuman penundaan ini disampaikan melalui forum resmi Battlefield, dengan alasan untuk memberikan waktu ekstra bagi tim pengembang agar lebih memoles dan memastikan kualitas sebelum konten musim terbaru hadir.
Langkah yang diambil ini diklaim sebagai bentuk komitmen EA dalam menjamin pengalaman bermain yang optimal, terlebih setelah Battlefield 6 meraih penjualan yang disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah seri ini. Namun, di sisi lain, mayoritas pemain justru mempertanyakan efektivitas strategi tersebut, apalagi dibandingkan catatan peluncuran Season 1 yang dinilai “penuh” fitur oleh penerbit namun kurang memuaskan secara konten.
Sorotan pada Konten dan Update Season 1
Season 1 memang mengusung mode battle royale bernama REDSEC, kisah perlawanan California Resistance, hingga event Winter Offensive di akhir tahun. Selain itu, sejumlah pembaruan bug dan stabilitas gameplay juga telah disematkan sepanjang musim tersebut. Meski demikian, pengembang sendiri mengakui masih ada kekurangan yang membuat Season 1 dianggap belum mencapai potensi maksimal.
Kritik utama datang dari keterbatasan peta baru, jumlah senjata yang minim, serta banyaknya event temporer dibandingkan konten jangka panjang. Banyak pemain merasa update yang diberikan belum mampu menandingi ekspektasi terhadap franchise yang sudah dikenal dengan inovasi dan arena pertempuran luas.
Update Perpanjangan dan Strategi Pengisi Kekosongan
Agar pemain tetap terlibat selama masa tunggu menuju Season 2, EA menyiapkan Extension Update yang akan dirilis pada pertengahan Januari. Melalui update ini, Battle Pass yang sedang berjalan akan diperpanjang dengan tantangan mingguan tambahan, jalur bonus, dan beberapa periode double XP. Pengalaman Portal juga akan mendapatkan porsi lebih besar sebagai bagian dari fokus baru tim pengembang.
Berikut beberapa fitur yang dihadirkan dalam Extension Update:
- Tambahan tantangan mingguan untuk memperpanjang aktivitas pemain.
- Jalur bonus ekstra dari Battle Pass yang sudah aktif.
- Periode double XP untuk mempercepat progresi level.
- Fokus pada mode Portal tertentu yang dipilih melalui update khusus.
- Catatan patch terbaru akan tersedia di situs resmi Battlefield 6 pada bagian Game Updates.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga antusiasme komunitas sambil menanti kehadiran fitur utama di musim selanjutnya.
Respon Komunitas: Antara Frustrasi dan Harapan Tipis
Respon yang muncul dari komunitas, terutama di Reddit, didominasi oleh kekecewaan mendalam. Banyak yang menilai penundaan ini sebagai kelanjutan dari permasalahan pola live service pada seri Battlefield, bukan solusi atas kritik yang selama ini disuarakan. Keterangan EA bahwa Season 1 kaya akan konten cenderung dipertanyakan, mengingat minimnya map baru dan sedikitnya senjata tambahan.
Mode REDSEC menjadi salah satu sorotan tajam karena dianggap menyedot sumber daya pengembang dari mode klasik seperti Conquest dan Rush yang justru lebih diminati. Mayoritas pemain juga menyoroti sistem progresi yang rumit, tumpang tindih jalur perkembangan, serta reward yang sering bermasalah atau bahkan tidak diberikan secara semestinya.
Beberapa suara menyarankan agar Season 2 minimal menghadirkan tiga sampai empat map besar saat peluncuran. Namun ekspektasi tetap rendah mengingat pola yang sudah terjadi di musim awal, dengan kekhawatiran berulangnya “reskin” dan mode terbatas tanpa pembaruan berarti.
Tantangan untuk Update Season 2 Battlefield 6
Keputusan menunda Season 2 membuat banyak kalangan menilai momen ini sebagai titik krusial bagi masa depan Battlefield 6. Jumlah pemain yang menanti perubahan nyata terus menurun. Sementara itu, sejumlah pemain sudah menyatakan siap meninggalkan game sepenuhnya jika update berikut tidak membawa perubahan signifikan.
Bagi EA dan tim pengembang, masa penantian musim kedua ini menjadi ujian kepercayaan dari komunitas. Semua patch dan fitur baru yang diluncurkan nanti akan mendapat sorotan intens, serta menjadi tolak ukur apakah kepercayaan para pemain masih bisa dipulihkan.
