Ubisoft PHK 55 Karyawan usai Penutupan Studio dan Voting Serikat Pekerja

Langkah restrukturisasi kembali diumumkan oleh Ubisoft dengan keputusan pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada 55 karyawan di studio mereka di Swedia. Sebelumnya, Ubisoft juga menutup studio Halifax di Kanada tak lama setelah studio tersebut melakukan pemungutan suara untuk membentuk serikat pekerja.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak di industri game global karena berdampak pada pengembangan proyek serta dinamika tenaga kerja di perusahaan. Pengurangan karyawan terjadi dalam dua gelombang yang berdekatan, menambah daftar panjang PHK di industri game internasional.

Pemangkasan Karyawan di Studio Swedia

Ubisoft menginformasikan pemangkasan ini kepada seluruh pegawai di Massive Entertainment dan Ubisoft Stockholm pada pertengahan Januari. Perusahaan menyebut bahwa langkah tersebut muncul dari hasil evaluasi menyeluruh setelah program pengunduran diri sukarela yang dijalankan pada musim gugur sebelumnya.

Menurut pernyataan resmi, restrukturisasi kali ini menyasar sekitar 55 posisi yang tersebar di Malmö dan Stockholm. Ubisoft menegaskan, “Restrukturisasi ini merupakan tindak lanjut dari program pengunduran diri sukarela, roadmap jangka panjang yang telah difinalisasi, juga proses penempatan staf yang sudah selesai dilakukan.”

PHK tersebut tidak terkait dengan performa individu, kualitas karya, maupun hasil penjualan game terakhir. Keputusan diambil semata berdasarkan kebutuhan struktur internal serta kapasitas kerja jangka panjang yang diperlukan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan kedua studio.

Dampak terhadap Studio Kunci Ubisoft

Massive Entertainment dikenal sebagai salah satu studio utama yang menangani judul-judul besar seperti The Division series, Star Wars Outlaws, dan Avatar: Frontiers of Pandora. Studio ini berperan signifikan sejak diakuisisi Ubisoft pada 2008, menjadikannya pilar penting pengembangan IP global mereka.

Sementara itu, Ubisoft Stockholm yang masih tergolong baru, turut berpartisipasi dalam proyek Avatar dan saat ini tengah mengerjakan proyek yang belum diumumkan ke publik. Ubisoft menegaskan bahwa restrukturisasi tersebut tidak akan memengaruhi roadmap proyek jangka panjang, termasuk kelanjutan pengembangan The Division 3.

Penutupan Studio Halifax Usai Voting Serikat Pekerja

Sebelum kabar pengurangan tenaga kerja di Swedia, Ubisoft lebih dulu menutup studio Halifax di Kanada. Penutupan ini berdampak pada 71 pekerja yang selama ini terlibat di pengembangan judul mobile seperti Assassin’s Creed Rebellion.

Langkah penutupan tak lama setelah studio menggelar pemungutan suara serikat pekerja mengundang perhatian lebih. Namun, Ubisoft menyebut keputusan tutup studio sebagai bagian dari strategi efisiensi dan penyesuaian struktur operasional secara global.

Menurut juru bicara perusahaan, konsolidasi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, menyederhanakan proses kerja, dan mengendalikan biaya di tengah perubahan cepat dalam pasar industri game.

Faktor Penyebab dan Kebijakan Perusahaan

Ubisoft menegaskan, serangkaian pengurangan diambil setelah peninjauan mendalam roadmap, capaian pengembangan, dan kebutuhan sumber daya manusia di masing-masing studio. Langkah PHK maupun penutupan studio bukan hasil dari kegagalan proyek game tertentu ataupun penilaian negatif atas performa individu karyawan.

Sebagai gambaran, berikut daftar studio dan jumlah karyawan yang terdampak dalam gelombang restrukturisasi terakhir Ubisoft:

  1. Ubisoft Halifax, Kanada – 71 karyawan terkena PHK, studio resmi tutup.
  2. Massive Entertainment, Swedia – bagian dari 55 posisi yang dirampingkan.
  3. Ubisoft Stockholm, Swedia – bagian dari 55 posisi yang dirampingkan.

Tanggapan Industri dan Langkah Selanjutnya

Berbagai kalangan menyoroti bahwa restrukturisasi ini selaras dengan tren efisiensi dan efisiensi biaya yang kini marak di sektor teknologi dan hiburan. Namun, pengamat juga menilai bahwa pengurangan tenaga kerja berimbas pada kekuatan kreatif, produktivitas, dan potensi inovasi dalam jangka panjang.

Ubisoft menyampaikan bahwa seluruh proyek utama, termasuk game-game yang tengah dalam tahap pengembangan, tidak akan terkena dampak langsung dari pemangkasan tenaga kerja ini. Perusahaan tetap berkomitmen menyelesaikan rencana jangka panjang studio dan menjaga proses transisi berjalan lancar bagi karyawan yang terkena imbas.

Kebijakan pemangkasan dan penyesuaian struktur ini menjadi perhatian utama tidak hanya bagi karyawan, tetapi juga komunitas gamer, pengembang, serta pelaku industri yang mencermati dinamika industri video game global.

Exit mobile version