Harga RAM dan SSD di Eropa belum benar-benar mereda, tetapi laju kenaikannya di Juni tampak jauh lebih jinak dibandingkan lonjakan sebelumnya. Di Jerman, 32 GB RAM sudah dibanderol jauh di atas €300, meski harga rata-ratanya kini tidak lagi melonjak secepat pada musim dingin.
Kondisi ini menandai fase baru dari krisis DRAM yang sudah berlangsung sejak Oktober 2025. Permintaan besar untuk DRAM dan NAND flash dari raksasa AI seperti OpenAI ikut mendorong harga RAM dan SSD naik tajam, sementara pasar ritel kini mulai bergerak lebih lambat.
Kenaikan kecil setelah lonjakan besar
3D Center telah melacak harga RAM di pasar ritel Jerman sejak awal krisis. Data itu menunjukkan harga sempat lebih dari empat kali lipat dari September 2025 ke Januari 2026, lalu hampir mendatar sejak saat itu.
Pada Maret, harga bahkan turun 7 persen. April tidak mencatat perubahan, lalu Mei dan Juni sama-sama menunjukkan kenaikan rata-rata 1 persen untuk RAM DDR5 per bulan.
Kenaikan kecil itu tidak berarti tekanan harga hilang. DRAM untuk pelanggan industri masih terus naik dalam beberapa bulan terakhir, tetapi kenaikan tersebut belum sepenuhnya diteruskan ke konsumen akhir.
Stok tinggi menahan harga ritel
Salah satu alasan utama perlambatan ini adalah persediaan yang masih tinggi, sementara permintaan tetap lemah. Faktor lain adalah harga untuk konsumen akhir sudah dinaikkan lebih cepat dan lebih tajam pada akhir 2025 dibandingkan harga untuk pelanggan industri.
Akibatnya, pasar ritel kini tampak menahan kenaikan lebih agresif. Situasi ini membuat angka bulanan terlihat stabil, tetapi basis harga yang sudah terlanjur tinggi tetap membebani pembeli.
Untuk pengguna yang masih memakai platform DDR4, keadaan ini justru memberi sedikit ruang memilih. Harga DDR3 dan DDR4 memang turun tipis pada Juni dan kini “hanya” sedikit di atas tiga kali lipat dibandingkan level setahun lalu.
SSD ikut naik, tetapi belum seagresif RAM tertentu
Tekanan harga juga terlihat di pasar penyimpanan. Rata-rata harga M.2 SSD kini sekitar dua kali lebih mahal dibandingkan setahun lalu, dengan kenaikan rata-rata 1,8 persen pada Juni.
Namun, tidak semua kapasitas bergerak sama. SSD 8 TB dengan DRAM cache justru naik jauh lebih cepat, dengan kenaikan 24 persen dan harga minimum €1.029.
Di sisi lain, contoh produk premium menunjukkan betapa mahalnya segmen kapasitas besar saat ini. WD_Black SN850X 8 TB bahkan dibanderol $1.499 di Amerika Serikat, memperlihatkan bahwa lonjakan harga tidak hanya terjadi di pasar Eropa.
Dampak paling terasa di DDR5
Dibanding DDR3 dan DDR4, DDR5 masih menjadi segmen yang paling sensitif terhadap krisis ini. Harga rata-ratanya naik 1 persen pada Mei dan 1 persen lagi pada Juni, setelah sebelumnya sempat melonjak tajam dalam periode awal krisis.
Meski kenaikannya kecil secara bulanan, harga yang sudah terakumulasi sejak akhir 2025 membuat DDR5 tetap mahal bagi pembeli baru. Itulah sebabnya kondisi pasar saat ini lebih terasa sebagai fase stabilisasi pada level tinggi, bukan pemulihan harga.
Bagi konsumen, gambaran terpenting dari Juni adalah bahwa pasar memori belum kembali normal. Harga RAM dan SSD memang hanya naik sedikit di Eropa, tetapi level dasarnya masih jauh lebih tinggi daripada setahun lalu, dan tekanan dari sisi pasokan maupun permintaan belum menunjukkan tanda benar-benar hilang.
