Para ilmuwan mengungkap penemuan fosil dinosaurus raksasa baru di Patagonia, Argentina. Spesies ini berasal dari kelompok titanosaurus dan diperkirakan hidup sekitar 83 juta tahun lalu pada periode Kapur Akhir.
Dinosaurus baru tersebut dinamai Yeneen houssayi. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Historical Biology pada Januari 2026 oleh tim paleontolog dari CONICET dan Museo Municipal Argentino Urquiza.
Karakteristik Yeneen houssayi
Yeneen houssayi termasuk dalam kelompok Titanosauria yang dikenal memiliki leher panjang dan tubuh besar. Mereka adalah sauropoda yang hidup sebagai pemakan tumbuhan dan pernah tersebar luas di benua purba Gondwana, yang mencakup wilayah Amerika Selatan dan sekitarnya.
Ilmuwan memperkirakan Yeneen houssayi memiliki panjang antara 10 sampai 12 meter. Beratnya mencapai sekitar 8 sampai 10 ton dengan kepala yang relatif kecil dibandingkan tubuhnya, menurut Dr. Leonardo Filippi, paleontolog yang memimpin penelitian.
Fosil Lengkap dari Patagonia
Fosil Yeneen houssayi ditemukan di Formasi Bajo de la Carpa, tepatnya di wilayah Cerro Overo–La Invernada, Provinsi Neuquén, Patagonia. Fosil ini termasuk yang paling lengkap dari kelompok titanosaurus di kawasan tersebut.
Kerangka yang berhasil diidentifikasi meliputi enam tulang leher, sepuluh tulang punggung lengkap dengan rusuk, tulang sakrum, dan ruas pertama tulang ekor. Kelengkapan ini memungkinkan studi mendalam mengenai anatomi dan posisi evolusioner dinosaurus tersebut.
Selain itu, para ilmuwan juga menemukan sisa fosil setidaknya dua sauropoda lain di lokasi yang sama. Kedua fosil itu merupakan individu berbeda dari spesies titanosaurus lain yang belum dinamai.
Hubungan Evolusioner Yeneen houssayi
Analisis filogenetik menghubungkan Yeneen houssayi secara dekat dengan Narambuenatitan dan Overosaurus. Ketiga spesies ini tergolong saltasauroid non-lithostrotian yang berevolusi lebih lanjut pada masa Kapur Akhir.
Temuan ini menempatkan kawasan Cerro Overo–La Invernada sebagai titik penting dalam pemahaman evolusi titanosaurus. Wilayah ini memiliki keragaman titanosaurus tertinggi dari periode Santonian di Cekungan Neuquén.
Signifikansi Studi Evolusi Dinosaurus
Data fosil menunjukkan bahwa pada periode Kapur Akhir, setidaknya dua garis keturunan dinosaurus raksasa, yakni Collossosauria dan Saltasauroidea, hidup berdampingan di kawasan Patagonia. Hal ini memberikan gambaran unik tentang keanekaragaman dan interaksi sauropoda pada masa tersebut.
Keutuhan dan kelengkapan fosil Yeneen houssayi juga mendukung penelitian lebih lanjut dalam mengeksplorasi sejarah kehidupan purba di Amerika Selatan dan kontribusi wilayah ini terhadap evolusi dinosaurus.
Penemuan baru ini menambah pemahaman ilmiah tentang keragaman sauropoda dan perkembangan dinosaurus raksasa di bumi pada masa Kapur Akhir. Studi lebih dalam di wilayah Patagonia diyakini akan terus menghadirkan wawasan baru seputar dinosaurus dan ekosistem purba.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com