Highguard, game shooter terbaru dari Wildlight Entertainment, resmi diluncurkan sebagai free-to-play pada Steam dan mencoba menyaingi popularitas genre hero shooter. Namun, permainan ini mengalami penurunan jumlah pemain drastis dalam waktu singkat, seolah mengikuti jejak kegagalan Concord, game serupa yang diluncurkan sebelumnya dan langsung ditutup karena sambutan buruk dari komunitas gamer.
Geoff Keighley, jurnalis video game terkenal, mempromosikan Highguard sebagai pengungkap utama di ajang Game Awards. Ia menyatakan bahwa game ini akan mendorong genre shooter ke level berikutnya, dengan potensi besar yang membuat para penggemar sangat menantikan rilisnya. Namun, ekspektasi tinggi ini berubah menjadi kekecewaan karena performa dan kualitas game dinilai jauh dari yang diharapkan.
Perbandingan Highguard dengan Concord
Concord, yang dirilis lebih dulu oleh Firewalk Studios, juga menghadirkan hero shooter dengan latar futuristik serta pertarungan cepat antar pemain. Namun, game ini gagal total karena harga yang relatif mahal, yakni $40, dan kurangnya inovasi yang menarik komunitas gamer. Setelah hanya dua minggu, Concord tutup dan studio pengembangnya ikut gulung tikar.
Highguard memilih model free-to-play agar lebih mudah diakses, namun hal itu tidak menjamin kesuksesan. Meskipun mencatat puncak pemain aktif hingga 97.249 saat peluncuran, jumlah tersebut menurun drastis menjadi kurang dari 13.000 dalam waktu 24 jam. Saat artikel ini ditulis, jumlah pemain aktif hanya tersisa sekitar 7.195, menandakan masalah serius dalam retensi pemain.
Kritik dan Reaksi Komunitas
Komunitas gamer memberikan respons negatif terhadap Highguard melalui ribuan ulasan, yang secara keseluruhan mendapatkan rating "Mostly Negative" dengan lebih dari 28.000 review. Kritik utama berfokus pada:
- Performa teknis yang buruk.
- Gameplay yang monoton dan kurang inovatif.
- Karakter yang terasa generik tanpa identitas atau keunikan.
- Kualitas grafis dan desain yang dinilai biasa-biasa saja untuk sebuah game AAA.
Seorang pemain dengan pengalaman lebih dari 12 jam menyatakan bahwa Highguard "adalah shooter dengan grafis fokus menengah yang tidak tahu arah." Keighley, yang sebelumnya berekspektasi tinggi pada game ini, bahkan mengunggah meme di Twitter sebelum peluncuran, meminta para gamer untuk “menerima permintaan maaf dalam 48 jam.” Ungkapan ini dianggap ironis mengingat kondisi Highguard saat ini.
YouTuber ternama yang mengulas dunia game bahkan menyebut presentasi Highguard sebagai "paling generik sepanjang malam." Ia menunjukkan bahwa karakter utama dalam game ini tampak tanpa ciri khas, menyerupai John Video Game yang ‘kosong’, sehingga semakin memperkuat persepsi negatif. Komentar serupa datang dari Asmongold, yang menyebut kemiripan Highguard dengan Concord sebagai indikasi buruk bagi masa depan game ini.
Performa dan Tantangan di Pasar Hero Shooter
Highguard menghadapi persaingan ketat, terutama dengan game seperti Marvel Rivals yang sempat mencapai puncak pemain aktif lebih dari 640 ribu setelah rilis. Berbeda dengan Marvel Rivals, Highguard menunjukkan angka retensi yang sangat rendah, bahkan sebagai game gratis sekalipun. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar apakah game tersebut mampu bangkit atau justru akan berakhir sebagai kegagalan baru di genre hero shooter.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa sekadar mengandalkan studio dengan nama besar di belakangnya tidak cukup untuk memastikan keberhasilan produk game. Ekspektasi yang dibangun selama presentasi dan promosi harus diimbangi dengan kualitas gameplay dan pengalaman pemain yang memuaskan.
Pandangan ke Depan untuk Highguard
Meskipun awal peluncuran Highguard dipenuhi kritik dan penurunan jumlah pemain yang tajam, masa depan game ini belum sepenuhnya tertutup. Weekend player count menjadi momen penting untuk evaluasi potensi kebangkitan. Namun, jika tren penurunan terus berlanjut, Highguard bisa saja mengalami nasib serupa dengan Concord dan menjadi contoh kegagalan peluncuran game hero shooter.
Studi kasus ini mengingatkan industri game akan pentingnya pengelolaan ekspektasi, kualitas produk, dan komunikasi yang transparan dengan komunitas gamer. Geoff Keighley dan tim Wildlight Entertainment kini harus mempertimbangkan langkah strategis untuk memperbaiki citra dan performa Highguard agar tidak tercatat sebagai game flop berikutnya.





