
ANBERNIC kembali meramaikan pasar konsol genggam dengan memperkenalkan dua produk terbaru, yakni RG VITA dan RG VITA Pro. Kedua perangkat ini menghadirkan desain yang sangat terinspirasi dari Sony PS Vita dengan format layar lebar dan kontrol ala konsol klasik tersebut.
Desain RG VITA dan RG VITA Pro menghadirkan beberapa elemen khas PS Vita, seperti orientasi layar widescreen 16:9 dan penempatan tombol bahu (shoulder buttons). Namun, ANBERNIC mengadopsi tombol ABXY ala Nintendo yang dikenal luas, menggantikan gaya tombol Sony. Hal ini menunjukkan pendekatan hybrid yang menggabungkan desain klasik dengan kemudahan kontrol modern.
Salah satu perbedaan signifikan adalah implementasi tombol trigger sejati pada RG VITA, menggantikan touchpad belakang yang menjadi ciri khas PS Vita asli. Meski demikian, terdapat panel belakang berbentuk oval yang menyerupai touchpad, kemungkinan hanya sebagai elemen estetis saja. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar desain handheld retro-modern.
Dari sisi daya tahan baterai, informasi menunjukkan RG VITA menggunakan baterai kapasitas 5.000 mAh dengan pengisian daya 10 watt. Namun, belum ada kepastian chipset apa yang digunakan. Berdasarkan label pada perangkat, kemungkinan RG VITA tidak memakai chip kelas atas Dimensity 8300 seperti yang dipakai oleh model RG 477M dan RG 477V.
ANBERNIC belum memberikan detail spesifikasi lengkap untuk RG VITA Pro, tapi bisa diasumsikan model Pro akan memiliki performa lebih baik. Keputusan ini tampak untuk bersaing di segmen konsol genggam serius yang saat ini dihuni oleh merek-merek seperti Retroid, AYN, dan AYANEO.
Meski desainnya sangat mirip PS Vita, tantangan utama ANBERNIC ada pada performa emulasi. Emulasi game PS Vita di Android diketahui masih belum stabil dan kurang sempurna. Emulator Vita3K untuk Android terakhir diperbarui pada Juni 2024 dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Berbeda dengan produk ANBERNIC sebelumnya yang lebih condong ke layar dengan aspek rasio kotak atau retro, RG VITA dan RG VITA Pro menawarkan format 16:9 yang lebih modern. Ini menjadi langkah baru bagi ANBERNIC yang biasanya mengutamakan nostalgia dengan handheld bergaya klasik.
Kalangan gamers dan kolektor tengah menanti perkembangan berikutnya menjelang peluncuran resmi. Biasanya, pengumuman dan informasi lebih rinci akan muncul dalam beberapa pekan mendatang. Namun, karena momentum Tahun Baru Imlek yang akan berlangsung, rilis secara resmi diperkirakan akan terjadi pada bulan Maret.
Berikut beberapa poin penting terkait RG VITA dan RG VITA Pro:
1. Desain mirip Sony PS Vita dengan layar lebar 16:9
2. Tombol trigger fisik menggantikan touchpad belakang
3. Penempatan tombol ABXY ala Nintendo
4. Baterai 5.000 mAh, pengisian daya 10W pada RG VITA
5. Spesifikasi chipset belum diumumkan; versi Pro mungkin lebih tinggi performanya
6. Fokus pada pengguna yang menginginkan handheld gaya modern berbasis Android
7. Tantangan utama ada pada kualitas emulasi PS Vita yang belum optimal di Android
8. Berlomba di pasar dengan merek seperti Retroid, AYN, dan AYANEO
9. Peluncuran resmi diprediksi pada bulan Maret setelah libur Tahun Baru Imlek
Dengan hadirnya RG VITA dan RG VITA Pro, ANBERNIC berusaha memadukan nostalgia desain Sony PS Vita dengan fungsionalitas modern yang digemari komunitas handheld gaming. Kendati emulasi PS Vita belum sempurna di Android, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan menarik untuk gamer yang mencari alternatif konsol genggam widescreen.
Pengembang ANBERNIC tampaknya sedang menguji bagaimana pasar merespons perangkat bergaya PS Vita dengan sentuhan kontemporer. Keputusan penggunaan tombol Nintendo dan trigger fisik menjadi sinyal mereka ingin menghadirkan pengalaman kontrol yang intuitif sekaligus mempertahankan unsur estetika yang kuat.
Informasi lebih lengkap mengenai performa dan kemampuan kedua perangkat ini akan sangat dinantikan para penggemar gadget gaming. Pesaing lain di segmen handheld widescreen berbasis Android membuat ANBERNIC harus berinovasi lebih jauh dalam menawarkan pengalaman bermain yang nyaman dan lancar.
Meski desainnya “meniru” PS Vita secara jelas, pendekatan ANBERNIC mengindikasikan strategi diversifikasi produk supaya dapat menjangkau segmen yang berbeda. Melalui RG VITA dan VITA Pro, mereka memperluas portofolio ke handheld modern di pasar yang mulai ramai dengan merek baru dari China dan global.
Performa chipset, dukungan perangkat lunak, serta optimalisasi emulasi akan menjadi faktor penggerak utama kesuksesan dua produk baru ini. Bagaimanapun, faktor ergonomi dan daya tahan baterai tetap menjadi perhatian utama bagi pengguna konsol portable di kelas ini.
Untuk penggemar PS Vita, hadirnya RG VITA membuka kesempatan memiliki perangkat dengan jasmaniah yang mengingatkan pada konsol legendaris tersebut, namun dengan fitur tambahan masa kini. Di sisi lain, para pengguna Android gaming juga dapat menantikan pengalaman handheld yang praktis dan modern.
Dengan demikian, tahun ini menjadi momentum bagi ANBERNIC untuk memperkuat posisinya di pasar handheld gaming yang terus berkembang. Melalui model yang jelas mengacu pada desain ikonik, mereka memberikan pilihan baru yang memperkaya ragam produk di kalangan platform game mobile.





