
Apple dan Samsung kembali mendominasi pasar smartphone global sepanjang tahun 2025. Lembaga riset Omdia mencatat kedua perusahaan ini mempertahankan posisi teratas sebagai vendor smartphone terbesar dunia.
Pengiriman smartphone global mencapai 1,25 miliar unit pada 2025, meningkat sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi rekor pengiriman tertinggi sejak 2021, meski terjadi tekanan biaya komponen terutama pada memori di paruh kedua tahun.
Performa Apple dan Samsung
Apple mencatat pengiriman 240,6 juta unit iPhone, tumbuh 7 persen dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini membawa Apple menguasai 19 persen pangsa pasar global untuk ketiga kalinya berturut-turut. Lonjakan permintaan di China, khususnya seri iPhone 17, menjadi faktor utama keberhasilan Apple.
Samsung berada di posisi kedua dengan pengiriman 239,1 juta unit smartphone Galaxy, juga tumbuh 7 persen secara tahunan. Samsung berhasil menyeimbangkan penjualan ponsel flagship Galaxy S-series dan Galaxy Z-series dengan segmen entry-level dan menengah melalui Galaxy A-series.
Pergerakan Xiaomi, Vivo, dan Oppo
Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pengiriman 165,4 juta unit, menguasai 13 persen pangsa pasar. Namun, Xiaomi mengalami penurunan pengiriman 2 persen akibat melemahnya pasar entry-level di beberapa wilayah utama.
Vivo berhasil mencetak sejarah dengan pertama kalinya masuk ke posisi empat besar global. Pengiriman Vivo dan iQoo mencapai 105,3 juta unit sepanjang 2025, tumbuh 4 persen tahunan. Kinerja kuat di India dan pasar domestik Tiongkok mendorong pertumbuhan ini.
Oppo berada di peringkat lima besar dengan pengiriman 100,7 juta unit. Meski turun 3 persen secara tahunan, Oppo mulai pulih di paruh kedua tahun berkat peluncuran seri A baru. Integrasi Realme ke dalam ekosistem Oppo pada 2026 diprediksi memperkuat posisi vendor ini di pasar global.
Rincian Pengiriman dan Pangsa Pasar
| Vendor | Pengiriman 2025 | Pangsa Pasar 2025 | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|---|
| Apple | 240,6 juta unit | 19% | +7% |
| Samsung | 239,1 juta unit | 19% | +7% |
| Xiaomi | 165,4 juta unit | 13% | -2% |
| Vivo | 105,3 juta unit | 8% | +4% |
| Oppo | 100,7 juta unit | 8% | -3% |
| Lainnya | 394,3 juta unit | 33% | -2% |
| Total | 1,245 miliar unit | 100% | +2% |
Tantangan yang Menghadang di 2026
Omdia mengingatkan tantangan harga komponen yang meningkat akan menjadi hambatan berat di tahun depan. Kenaikan harga DRAM, NAND, dan semikonduktor lain akan menekan margin keuntungan produsen. Hal ini bisa memaksa penyesuaian harga jual smartphone di pasar.
Vendor dengan kapasitas produksi kecil dan fokus pada ponsel low-end diprediksi paling rentan terdampak. Sebaliknya, Apple dan Samsung dianggap lebih siap dengan skala produksi besar serta hubungan jangka panjang dengan pemasok.
Strategi para vendor kemungkinan akan bergeser dari fokus volume penjualan ke profitabilitas dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. Langkah ini dianggap penting untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar yang semakin dinamis.
Laporan Omdia ini menjadi sumber data komprehensif mengenai dinamika persaingan dan tren perkembangan industri smartphone dunia sepanjang 2025. Informasi ini menunjukkan bagaimana para pemain besar menjaga dominasi sekaligus menyesuaikan strategi menghadapi tekanan biaya dan tantangan pasar di tahun mendatang.





