Penggunaan token dalam platform OpenClaw menimbulkan kontroversi karena biaya yang tidak masuk akal untuk tugas sederhana. Sebuah laporan pengguna di X (dulu Twitter) mengungkap bahwa pemeriksaan rutin "heartbeat" yang dirancang untuk memeriksa apakah ada tugas tertunda, seperti pengingat membeli susu keesokan hari, mengirim seluruh jendela konteks sebanyak 120.000 token ke API.
Setiap permintaan seperti itu diperkirakan menghabiskan biaya sekitar $0,75. Dalam satu malam, seorang pengguna melakukan sekitar 25 permintaan tersebut, sehingga menghabiskan $18,75 hanya untuk menanyakan pertanyaan sepele, "Is it daytime yet?". Biaya ini sangat tinggi mengingat fungsi tersebut sebenarnya hanya untuk pengecekan status sederhana.
Biaya Tinggi dan Dampaknya pada Pengguna
Jika dihitung selama sepekan, pemeriksaan rutin ini dapat menyebabkan biaya sekitar $250 hanya untuk aktivitas yang tidak menghasilkan output signifikan. Angka ini belum termasuk biaya yang muncul dari percakapan atau tugas-tugas kompleks, yang menurut pengamat teknologi Benjamin De Kraker bisa menambah pengeluaran harian sekitar $20.
Kasus ini menunjukkan bagaimana penggunaan token dalam OpenClaw bisa menjadi sangat boros ketika fitur default tidak dioptimalkan. Contohnya, pengiriman hingga 120 ribu token hanya untuk memeriksa apakah sudah waktunya siang adalah pemborosan sumber daya dan uang.
Pengalaman Media Teknologi dan Komunitas
Sebuah majalah teknologi asal Jerman, c’t, saat menguji OpenClaw, melaporkan pengeluaran lebih dari $100 dalam waktu satu hari untuk penggunaan AI agent tersebut. Namun, yang lebih mencengangkan adalah saat OpenClaw digunakan di Moltbook, jejaring sosial khusus AI yang sedang berkembang pesat. Pengguna Reddit melaporkan bahwa hanya untuk memproses posting baru, biaya OpenClaw bisa mencapai $8 setiap 30 menit.
Jika dikalkulasikan dalam sehari, biaya untuk membiarkan asisten AI meneruskan aktivitas membaca posting di Moltbook bisa melebihi $380. Angka ini menunjukkan bahwa pemberian kebebasan terlalu besar pada AI agent tanpa kontrol yang ketat bisa berakibat pada lonjakan biaya operasional yang sangat tinggi.
Faktor Penyebab Borosnya Penggunaan Token
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya penggunaan token dan biaya di OpenClaw:
- Pengiriman jendela konteks yang sangat besar pada tiap permintaan API.
- Frekuensi pengecekan status yang terlalu sering, sekitar setiap 30 menit.
- Bebasnya AI agent dalam melakukan pemrosesan data di platform dengan volume informasi tinggi seperti Moltbook.
- Kurangnya optimasi dalam skema penghitungan biaya dan manajemen token.
Biaya tinggi ini menjadi peringatan bagi pengembang dan pengguna AI untuk selalu mengatur dan membatasi parameter penggunaan token agar tidak terjadi pemborosan finansial.
Dampak bagi Pengembangan AI dan Ekosistem Token
Fenomena ini menimbulkan diskusi penting mengenai efisiensi ekonomi dalam penggunaan token pada aplikasi AI berbasis API. Saat ini, model seperti Claude Opus yang digunakan oleh OpenClaw membutuhkan biaya yang signifikan per token. Dengan pemakaian yang tidak efisien, biaya operasional bisa meningkat drastis tanpa sepadan dengan output atau nilai yang diberikan.
Pengelolaan token yang tidak efektif justru bisa menghambat adopsi teknologi AI yang lebih luas karena konsekuensi mahalnya penggunaan harian. Hal ini mendorong para pengembang untuk mencari solusi yang lebih hemat atau memperbaiki desain sistem agar pemanggilan API tidak menggunakan token berlebihan.
Rekomendasi untuk Pengguna dan Pengembang
Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi biaya tidak perlu pada penggunaan OpenClaw di antaranya:
- Membatasi frekuensi pemeriksaan status otomatis.
- Memperkecil ukuran konteks yang dikirim ke API agar tidak melebihi kebutuhan.
- Mengatur kebebasan AI agent agar tidak menjalankan proses intensif tanpa batas.
- Mengawasi penggunaan token secara real time untuk mencegah kebocoran biaya.
Pendekatan ini dapat mendorong keseimbangan antara performa sistem, fungsi yang diinginkan, dan biaya operasional yang dapat diterima.
Laporan pengguna tersebut sekaligus menjadi peringatan penting bagi komunitas teknologi bahwa penggunaan token dalam layanan AI harus selalu dikontrol secara ketat guna menghindari pemborosan sumber daya yang berujung pada biaya yang tidak masuk akal. Efisiensi dan transparansi dalam pemakaian token menjadi kunci dalam mengembangkan teknologi AI yang berkelanjutan dan ramah biaya.
