Tahun 2026 diprediksi menjadi masa yang penuh dengan fenomena astronomi menarik dan langka. Para penggemar langit akan dimanjakan dengan berbagai peristiwa, mulai dari gerhana hingga atraksi planet yang memukau.
Fenomena-fenomena ini tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga peluang untuk mengamati proses alam semesta secara langsung. Berikut adalah 10 fenomena astronomi utama yang patut diperhatikan sepanjang tahun 2026.
1. Gerhana Matahari Cincin
Peristiwa ini akan terjadi pada 17 Februari 2026. Saat itu, Bulan akan menutupi 96% permukaan Matahari, menciptakan cincin api yang hanya dapat disaksikan dari wilayah terpencil di Antartika selama sekitar 2 menit 20 detik.
2. Parade Planet
Pada 28 Februari, enam planet yaitu Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan nampak berjejer di langit malam. Empat planet di antaranya dapat terlihat tanpa alat bantu jika cuaca mendukung, sedangkan tiga planet lainnya memerlukan teleskop atau binokular.
3. Gerhana Bulan Total (Blood Moon)
Fenomena ini yang dikenal sebagai Blood Moon akan menghiasi langit pada 3 Maret 2026. Permukaan Bulan akan berwarna merah selama sekitar 58 menit. Gerhana ini akan terlihat di Amerika Utara, terutama di pesisir barat, dan merupakan gerhana bulan total terakhir hingga tahun 2029.
4. Blue Moon
Blue Moon akan terjadi pada akhir Mei 2026, menandai momen bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Peristiwa langka ini jarang terjadi dan menawarkan kesempatan unik untuk mengamati bulan purnama tambahan.
5. Konjungsi Venus dan Jupiter
Pada 8-9 Juni 2026, Venus dan Jupiter akan tampak sangat berdekatan di langit, separuh jarak jarinya selebar kelingking tangan. Fenomena ini dapat disaksikan tanpa alat optik dan menjadi momen spektakuler untuk pengamatan planet.
6. Hujan Meteor Perseid
Peristiwa tahunan ini akan mencapai puncaknya pada 12-13 Agustus 2026. Dengan kondisi bulan baru yang gelap, hujan meteor Perseid akan menampilkan bintang jatuh yang terang dan banyak, bisa dinikmati di sebagian besar wilayah dunia.
7. Gerhana Matahari Total
Pada 12 Agustus 2026, gerhana matahari total akan terjadi dan dapat disaksikan dari timur Greenland, barat Islandia, serta utara Spanyol. Totalitas gerhana berlangsung sekitar 2 menit 18 detik di dekat Islandia, menjadi gerhana total pertama di Eropa sejak 1999.
8. Gerhana Bulan Parsial
Fenomena ini akan berlangsung pada 28 Agustus 2026. Sekitar 96% permukaan Bulan akan berubah warna kemerahan, meski tidak terjadi gerhana total. Kejadian ini menjadi gerhana bulan terakhir pada tahun tersebut.
9. Hujan Meteor Geminid
Secara rutin terjadi setiap tahun, hujan meteor Geminid akan menyapa pada 13-14 Desember 2026. Meteor yang melintas cenderung berwarna hijau, menciptakan pertunjukan cahaya yang memukau di langit malam.
10. Supermoon
Pada perayaan malam Natal 2026, Supermoon akan menyinari langit. Fenomena ini terjadi saat Bulan purnama berada paling dekat dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
Rangkaian fenomena ini menunjukkan betapa dinamis dan luar biasanya tata surya kita. Banyak di antaranya yang dapat diamati tanpa peralatan khusus, sehingga menjadi kesempatan emas bagi masyarakat luas maupun para astronom amatir untuk menikmati keindahan luar angkasa secara langsung.
Sumber data dan informasi diperoleh dari Forbes dan NASA, dua lembaga terpercaya dalam bidang astronomi dan ilmu pengetahuan antariksa. Oleh karena itu, pengamatan fenomena tahun 2026 ini dapat dipersiapkan dengan baik agar momen langka tidak terlewatkan.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




