3 Faktor Penyebab Tekanan Pasar Kripto Februari 2026: Kebijakan The Fed, Regulasi, dan Geopolitik

Pasar aset kripto mengalami tekanan yang signifikan di awal Februari 2026. Harga Bitcoin turun drastis hingga menyentuh level Rp1,05 miliar atau sekitar 62.303 dollar AS pada sesi perdagangan di Amerika Serikat. Penurunan ini menunjukkan koreksi sekitar 23 persen dalam waktu satu minggu, menandai posisi terendah sejak November 2024.

Penurunan harga tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor utama yang berperan memengaruhi sentimen pasar. Faktor-faktor tersebut berasal dari kondisi makroekonomi, regulasi, dan dinamika geopolitik global yang saling terkait. Berikut tiga faktor paling berkontribusi terhadap tekanan pasar kripto saat ini.

1. Nominasi Ketua The Fed dan Kebijakan Moneter Ketat
Salah satu penyebab utama melemahnya harga Bitcoin adalah penguatan signifikan dollar AS. Hal ini dipicu oleh pengumuman Presiden AS mengenai nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) untuk menggantikan Jerome Powell. Warsh dikenal sebagai sosok dengan pandangan hawkish yang mendukung kebijakan suku bunga tinggi untuk menurunkan inflasi.

Kebijakan moneter ketat ini menyebabkan biaya pinjaman meningkat sehingga investor lebih memilih aset yang dianggap aman seperti dollar dan obligasi pemerintah. Akibatnya, aset berisiko seperti kripto mengalami tekanan jual yang cukup besar. Penguatan dollar AS yang didorong oleh ekspektasi ini membuat daya tarik Bitcoin dan aset kripto lain menurun secara signifikan di pasar global.

2. Ketidakpastian Regulasi dan Arus Keluar Dana Institusional
Faktor berikutnya adalah ketidakpastian dalam pengesahan regulasi kripto Amerika Serikat. Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act, yang bertujuan memperjelas kewenangan antara SEC dan CFTC, masih tertahan di Senat. Padahal, RUU ini sudah disetujui oleh DPR sejak Juli 2025.

Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan di kalangan investor institusional. Data dari CoinShares mengungkapkan adanya arus keluar dana yang besar dari produk investasi kripto. Pada akhir Desember 2025, hampir 990 juta dollar AS mengalir keluar dari pasar dana kripto global. Bahkan, pada pertengahan Januari 2026, sekitar 378 juta dollar AS ditarik dari dana tersebut dalam satu hari. Kondisi ini memperlihatkan tekanan likuiditas yang cukup signifikan sehingga memperburuk kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

3. Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah
Situasi geopolitik juga menjadi faktor krusial yang memengaruhi pasar kripto. Meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel berpengaruh langsung terhadap sentimen global. Dikabarkan bahwa Presiden Amerika Serikat mengisyaratkan opsi aksi militer terhadap Iran, sehingga memicu kekhawatiran-ledakan pasar global.

Pergerakan pasukan AS ke kawasan Timur Tengah menambah ketidakpastian dan risiko sistemik. Investor dengan cepat beralih ke aset safe haven seperti emas dan uang tunai. Dalam kondisi penuh gejolak dan ketidakpastian seperti ini, aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin, cenderung dilepas terlebih dahulu untuk menjaga likuiditas dan meminimalkan potensi kerugian besar.

Tabel Ringkasan Tiga Faktor Pemicu Tekanan Pasar Kripto

FaktorDampakContoh Data/Fakta
Nominasi Ketua The FedPenguatan dollar & suku bunga tinggiKevin Warsh calon ketua The Fed, pandangan hawkish
Ketidakpastian RegulasiArus keluar dana institusional meningkatRp14,6 triliun (990 juta dollar AS) keluar akhir 2025
Eskalasi Geopolitik Timur TengahPeralihan investor ke aset safe havenPernyataan aksi militer, pergerakan pasukan AS

Data dan peristiwa ini menunjukkan bahwa pasar kripto sangat rentan terhadap gangguan eksternal, terutama dari faktor makroekonomi, kebijakan pemerintah, dan risiko geopolitik. Dalam kondisi seperti ini, volatilitas pasar akan cenderung meningkat dan memaksa investor untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Pergerakan harga Bitcoin dan kripto lain selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan kebijakan The Fed, kepastian regulasi di Amerika Serikat, serta situasi geopolitik yang masih jauh dari kata stabil. Investor diharapkan terus memantau faktor-faktor tersebut sebagai indikasi fundamental utama yang memengaruhi pasar aset digital ke depan.

Berita Terkait

Back to top button