Para insinyur India kini tengah merancang cip silikon dengan teknologi 2-nanometer (nm) yang merupakan salah satu inovasi tertinggi di bidang semikonduktor. Qualcomm mengonfirmasi bahwa tim teknik mereka di India terlibat langsung dalam desain cip 2nm yang akan diproduksi menggunakan teknologi manufaktur tercanggih di dunia. Meskipun proses produksi akan dilakukan di luar India, pekerjaan desain sepenuhnya dilakukan oleh para insinyur di dalam negeri.
Kunjungan Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, ke fasilitas Qualcomm di Bengaluru memperlihatkan kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologi ini. Vaishnaw menegaskan bahwa India semakin menjadi pusat penting dalam desain teknologi semikonduktor mutakhir di masa depan. Pencapaian ini menjadi bukti bagaimana ekosistem desain cip di India telah berkembang dan sejalan dengan visi nasional untuk membangun industri semikonduktor yang kompetitif secara global.
Peran India dalam Desain Cip 2nm
Desain cip 2nm yang kini sedang dikembangkan di India menempatkan negara tersebut dalam kelompok negara yang memimpin teknologi desain cip mutakhir. Menteri Vaishnaw menyatakan bahwa mulai dari definisi produk pelanggan hingga desain final silikon, setelah itu proses tape-out dan validasi keseluruhan dilakukan di India. Hal ini mengindikasikan bahwa India tidak hanya berkontribusi pada tahap awal, tetapi juga terlibat dalam seluruh siklus pengembangan produk semikonduktor paling kompleks.
Menurut Vaishnaw, pengalaman belajar dari negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan telah membimbing India dalam menaikkan kemampuan manufaktur dari node proses lama ke teknologi node yang lebih maju. Saat ini, India sudah menetapkan roadmap jelas untuk mencapai manufaktur dengan teknologi 7nm.
Langkah Strategis India Menuju Manufaktur Cip Canggih
Meski desain cip 2nm sudah dilakukan di India, produksi cip dengan teknologi ini belum tersedia secara lokal. Pemerintah telah merencanakan pembangunan fasilitas fabrikasi (fab) semikonduktor pertama di India yang akan dimulai dengan penggunaan teknologi node mature seperti 28nm. Teknologi ini luas penggunaannya pada sektor otomotif, industri, dan elektronik konsumen.
Berikut adalah rencana strategis India untuk pengembangan manufaktur cip:
- Memulai fabrikasi dengan teknologi node 28nm untuk memenuhi kebutuhan pasar yang luas
- Mengembangkan kapasitas dan infrastruktur secara bertahap untuk tingkat manufaktur 7nm
- Memanfaatkan pembelajaran dari negara-negara yang sudah lebih maju dalam teknologi cip
- Meningkatkan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang semikonduktor
Pentingnya Pelatihan dan Sumber Daya Manusia
Semikonduktor menjadi sektor yang sangat bergantung pada keahlian teknis dan inovasi. Dalam kunjungan di Bengaluru, Menteri Vaishnaw mengungkapkan bahwa sekitar 67.000 insinyur telah dilatih melalui misi Semikon India 1.0. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kerja yang dapat mendukung kebutuhan industri semikonduktor nasional.
Savi Soni, Presiden Qualcomm India, menyatakan bahwa peran India dalam mendukung desain dan pengembangan teknologi generasi berikutnya semakin vital. Inovasi yang lahir di fasilitas Qualcomm India membantu membentuk masa depan konektivitas, komputasi, dan sistem cerdas di seluruh dunia.
Kemajuan ini menjadi sinyal positif bahwa India tidak hanya menjadi pasar teknologi global, tetapi juga pemain strategis dalam pengembangan desain cip kelas dunia. Indonesia pada gilirannya bisa menjadikan kemajuan India sebagai contoh untuk mempercepat perjalanan industri semikonduktornya sendiri.
Dengan desain cip 2nm yang sudah berada di tangan insinyur India, negara ini mengambil langkah penting untuk membangun rantai nilai semikonduktor yang utuh. Kesiapan teknologi desain, pelatihan insinyur, dan roadmap manufaktur menjadi kombinasi kunci untuk membawa India menjadi pusat inovasi di pasar global yang sangat kompetitif ini.




