Riot Games PHK 80 Pengembang 2XKO Setelah Rilis Konsol, Fokus Perbaikan Game dan Esports

Author: Qoo Media

Riot Games baru-baru ini mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 80 pengembang yang bekerja pada game pertarungan terbaru mereka, 2XKO. Keputusan ini dilakukan hanya beberapa minggu setelah peluncuran penuh game tersebut di konsol dan PC. Pemangkasan staf ini mencakup hampir setengah dari total tim pengembang global 2XKO.

Game 2XKO yang berlangsung di dunia League of Legends resmi dirilis pada Januari di platform PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC. Meskipun mendapat pujian untuk mekanisme pertarungan dan daftar karakternya, keterlibatan pemain secara keseluruhan tidak meningkat sesuai harapan Riot. Data dari Riot menunjukkan bahwa game ini lebih banyak menarik komunitas inti penggemar, namun momentum tersebut belum cukup untuk mempertahankan tim pengembang yang besar.

Alasan Layoff dan Dampaknya pada Tim

Tom Cannon, eksekutif produser Riot, menjelaskan bahwa ekspansi game dari PC ke konsol menunjukkan tren keterlibatan yang stabil namun kurang menggembirakan secara umum. Riot menilai bahwa tim pengembang dengan jumlah semula tidak lagi efisien untuk keberlangsungan proyek ini dalam jangka panjang. Pemangkasan jumlah staf sekitar 80 orang disertai program dukungan seperti pemberian pesangon minimal enam bulan dan kesempatan pindah ke posisi lain dalam perusahaan.

Meski demikian, beberapa pengembang mengungkapkan bahwa pemberitahuan tentang PHK diberikan dalam waktu yang sangat singkat, menimbulkan dampak emosional meskipun Riot sudah menyiapkan dukungan finansial dan karier.

Fokus Baru Riot Games pada 2XKO

Riot menegaskan bahwa 2XKO bukanlah proyek yang akan ditinggalkan begitu saja. Rencana pelaksanaan seri kompetisi esports untuk 2026 tetap berjalan seperti jadwal semula. Tim baru yang lebih kecil akan diarahkan untuk memperbaiki inti gameplay, melakukan pembaruan keseimbangan karakter, serta memenuhi fitur-fitur yang diminta komunitas.

Riot juga berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan penyelenggara komunitas fighting game (FGC) dan turnamen lokal guna menjaga ekosistem kompetitif 2XKO tetap aktif. Meski demikian, Riot belum mempublikasikan roadmap pembaruan mendetail untuk masa depan game ini.

Respons Industri dan Komunitas Pemain

Pemutusan hubungan kerja ini mendapatkan beragam reaksi. Beberapa pengamat industri menilai langkah ini sebagai cerminan adaptasi cepat perusahaan besar terhadap data keterlibatan pemain dan kondisi pasar yang berubah. Ada pula kekhawatiran bahwa pengurangan staf dalam waktu singkat bisa menurunkan kepercayaan jangka panjang terhadap game live-service dan genre niche.

Di kalangan pemain, tanggapan beragam antara harapan agar game ini bisa bangkit kembali dengan fokus pembaruan dan kerisauan terkait masa depan proyek yang tampak tidak stabil. Layoff dini ini dianggap sebagai sinyal bahwa 2XKO menghadapi tantangan besar agar dapat bertahan di pasar kompetitif.

Implikasi untuk Riot Games dan Proyek Masa Depan

Kasus 2XKO menyoroti risiko yang dihadapi Riot Games ketika mencoba merambah ke genre di luar produk unggulannya seperti League of Legends dan Valorant. Setelah restrukturisasi besar dan pengurangan staf serupa di 2024, Riot kini berupaya menyeimbangkan inovasi dengan dukungan yang berkelanjutan agar tetap kompetitif.

Fokus Riot ke depan adalah melakukan investasi yang lebih selektif serta memusatkan sumber daya pada perbaikan permainan dan pengembangan scene esports untuk mempertahankan komunitas serta meningkatkan daya tarik pasar. Langkah ini menjadi pelajaran penting bagi studio game besar dalam mengelola peluncuran IP baru di tengah ketatnya persaingan industri.

Terbaru