Intel baru-baru ini muncul di spotlight dengan CPU gaming terbaru mereka, Core Ultra 5 250K Plus. Namun, hasil benchmark yang muncul justru mengecewakan banyak pengamat teknologi. Skor multi-core pada pengujian Geekbench 6 ternyata lebih rendah dari pendahulunya, menimbulkan pertanyaan tentang kinerja sesungguhnya dari prosesor ini.
Core Ultra 5 250K Plus hadir dengan konfigurasi 18 inti, terdiri dari 12 core efisiensi dan 6 core performa. Ini merupakan peningkatan dibandingkan model sebelumnya, Core Ultra 5 245K, yang memiliki 4 core efisiensi lebih sedikit. Dengan clock dasar 4,2 GHz dan boost clock puncak 5,3 GHz, Intel berupaya meningkatkan performa secara signifikan.
Performa Single-Core yang Hanya Meningkat Sedikit
Dalam pengujian single-core di Geekbench 6, core Ultra 5 250K Plus mencatat skor 3.113 poin. Skor ini memang lebih tinggi dari 245K yang biasanya mencapai sekitar 3.000 poin, namun peningkatannya terbilang sangat kecil. Artinya, dari segi single-core, peningkatan kinerja tidak terlalu signifikan untuk sebuah generasi baru.
Skor Multi-Core yang Turun Drastis
Masalah sebenarnya muncul pada pengujian multi-core. Core Ultra 5 250K Plus hanya berhasil meraih 15.251 poin di Geekbench 6. Bandingkan dengan pendahulunya, 245K, yang sering mencatat skor multi-core sekitar 18.000 poin. Skor yang lebih rendah ini aneh mengingat chipset baru memiliki lebih banyak core. Seharusnya, prosesor terbaru bisa mengungguli model sebelumnya dalam pengujian multi-core, bukan malah tertinggal.
Faktor Pendukung dan Spesifikasi Pendukung
Benchmark dilakukan menggunakan motherboard Asus Prime Z890-P dan memanfaatkan RAM DDR5 32 GB dengan kecepatan hingga 7200 MHz. Intel juga masih menggunakan socket LGA 1851 untuk prosesor ini. Cache yang tersedia yaitu 6 MB L2 dan 30 MB L3, jumlah yang cukup memadai untuk kelas prosesor gaming modern.
Kemungkinan Penyebab Hasil Mengecewakan
Ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan skor buruk 250K Plus ini. Pertama, kemungkinan ini merupakan hasil benchmark awal yang belum final. Optimasi firmware dan driver belum selesai, sehingga performa chip belum maksimal. Kedua, bisa jadi ada masalah dengan konfigurasi clock atau manajemen daya yang membatasi potensi maksimal CPU di pengujian tersebut.
Selain itu, peningkatan core efisiensi, yang biasanya bukan fokus utama performa gaming, dapat berkontribusi pada skor multi-core yang kurang optimal ketika dibandingkan dengan konfigurasi generasi sebelumnya yang mungkin lebih dioptimalkan pada core performa.
Dampak pada Industri dan Harapan Pengguna
Penerimaan pasar terhadap CPU gaming sangat dipengaruhi oleh performa single dan multi-core yang kuat. Dengan hasil awal yang kurang memuaskan ini, pengguna dan penggemar Intel mungkin menaruh ekspektasi lebih rendah terhadap Core Ultra 5 250K Plus. Apalagi, saat ini persaingan dengan AMD dan produsen lain semakin ketat.
Namun, Intel juga terkenal dengan kemampuannya meningkatkan performa lewat update firmware dan revisi driver. Masih ada peluang untuk perbaikan sebelum prosesor ini dipasarkan secara luas. Memperbaiki masalah efisiensi dan pemanfaatan core dapat menjadi kunci agar 250K Plus bisa memenuhi ekspektasi.
Data Spesifikasi dan Benchmark Core Ultra 5 250K Plus
| Spesifikasi | Core Ultra 5 250K Plus |
|---|---|
| Jumlah Core | 18 (6 P-core + 12 E-core) |
| Clock Dasar (Base clock) | 4,2 GHz |
| Boost Clock Puncak | 5,3 GHz |
| Cache L2 | 6 MB |
| Cache L3 | 30 MB |
| Dukungan Memori | DDR5-7200 |
| Socket | LGA 1851 |
| Skor Single-Core Geekbench 6 | 3.113 |
| Skor Multi-Core Geekbench 6 | 15.251 |
Kinerja gaming tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi teknis, melainkan juga oleh bagaimana CPU berinteraksi dengan hardware lain dan optimasi sistem operasi. Skor benchmark yang terdeteksi saat ini menunjukkan bahwa Intel masih perlu mengasah ulang kinerja prosesor pada tahap pra-rilis ini.
Meskipun begitu, Intel diketahui dapat menghadirkan update penting menjelang peluncuran resmi yang bisa mengubah lanskap performa. Pengguna dan gamer dianjurkan untuk menunggu hasil tes yang lebih lengkap dan review mendalam setelah produk resmi diluncurkan di pasar. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran performa sebenarnya, bukan hanya berdasarkan hasil benchmark prosesor yang bisa berubah.




