
Layar Digi akan menghadirkan konsep layar tancap digital yang inovatif di gerai-gerai Alfamart. Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat menikmati hiburan berkualitas seperti film, konten edukasi, promosi UMKM, dan karya kreatif lokal tanpa bergantung pada bioskop besar atau layanan streaming berbayar.
Gerai Alfamart, yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia, akan memanfaatkan ruang di lantai dua sebagai lokasi Micro Cinema. Inisiatif ini menghadirkan ruang baru untuk menonton dan berinteraksi sembari memperkuat ekosistem kreatif nasional.
Konsep Micro Cinema Digital di Alfamart
Micro Cinema adalah inovasi layar lebar skala kecil yang mengusung suasana nyaman dan teknologi audio visual modern. Konsep ini dirancang agar dapat beroperasi maksimal di ruang terbatas seperti gerai Alfamart tanpa mengorbankan kualitas tontonan. Layar Digi berupaya menyediakan alternatif hiburan praktis dan mudah diakses oleh komunitas lokal di berbagai wilayah.
Menurut Hizkia Edbert Wijaya, Founding Member sekaligus Business & Expansion Lead Layar Digi, Micro Cinema bertujuan menghadirkan studio modern yang bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat. Inovasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan hiburan inklusif yang selama ini kurang tersentuh oleh layanan tradisional.
Manfaat Kolaborasi Layar Digi dan Alfamart
Kolaborasi ini memberi nilai lebih bukan hanya untuk hiburan, tapi juga edukasi dan promosi. Layar Digi menjadi platform distribusi bagi sineas lokal menampilkan karya mereka lebih luas. Selain itu, UMKM dan brand dapat memanfaatkan media visual digital sebagai sarana mempromosikan produk secara efektif di tempat yang dekat dengan konsumen.
Di sektor pendidikan, layar tancap digital ini membuka peluang untuk media pembelajaran interaktif yang menarik dan mudah diakses oleh berbagai komunitas. Dengan demikian, industri kreatif Indonesia bisa mengembangkan jangkauan konten ke wilayah yang tidak hanya terpusat di kota besar.
Lokasi dan Ekspansi Layanan
Gerai Alfamart Agricola di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, dipilih sebagai lokasi showcase pertama Micro Cinema. Layanan ini dijadwalkan beroperasi mulai Maret mendatang. Tahap awal diproyeksikan menjangkau lebih dari 500.000 penonton di 50 kota strategis.
Presiden Direktur Alfamart, Hans Prawira, menyatakan bahwa gerai mereka kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja harian, tetapi juga ruang komunitas yang inklusif. Kehadiran layanan Layar Digi membuat gerai menjadi alternatif baru untuk edukasi dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Visi dan Misi Layar Digi
Victor Timothy, CEO Layar Digi, menegaskan bahwa misi utama mereka adalah membuka akses hiburan yang merata. Kolaborasi dengan Alfamart merupakan langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan hiburan di Indonesia. Layar Digi ingin menjadi jembatan yang mempertemukan cerita, budaya, dan berbagai lapisan masyarakat melalui inovasi layar rakyat masa depan.
Layanan ini menargetkan pembangunan ekosistem hiburan yang tidak eksklusif, tetapi inklusif dan mudah diakses di mana saja. Upaya ini diharapkan mendorong perkembangan industri kreatif di tanah air dan memberi ruang bagi karya lokal untuk tumbuh dan dikenal luas.
Dengan hadirnya layar tancap digital di gerai Alfamart, masyarakat dapat menikmati hiburan dan edukasi secara praktis dan interaktif. Kehadiran Micro Cinema diharapkan menjadi pionir solusi alternatif hiburan di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang kian beragam.





