Oppo dilaporkan mulai mengintegrasikan operasi Realme di India, langkah yang memicu pemotongan sejumlah posisi pekerjaan di tim-tim tertentu. Restrukturisasi ini mencerminkan strategi perusahaan untuk menyederhanakan manajemen sekaligus mengendalikan biaya di pasar smartphone yang semakin kompetitif.
Penggabungan ini terutama menyasar fungsi penjualan dan layanan purna jual, dengan beberapa pegawai di bagian tersebut diberitahu soal perubahan struktur pelaporan dan penghapusan sejumlah peran. Sumber internal mengatakan proses ini belum selesai dan akan meluas ke departemen lain secara bertahap.
Proses Integrasi dan Dampaknya
Langkah penggabungan ini merupakan bagian dari strategi global Oppo untuk menjadikan Realme sebagai sub-brand, bukan sebagai entitas independen penuh. Model ini sudah diterapkan di China, namun penyesuaian di India berjalan lebih lambat karena masih ada masalah hukum terkait Oppo di wilayah ini.
Menurut narasumber anonim, "di China integrasi sudah dilakukan, namun di India dilakukan secara bertahap terkait kendala hukum yang masih berlangsung." Meski demikian, desakan perubahan sudah terlihat; tim Realme yang terkait penjualan diminta untuk menyesuaikan dengan model baru, dan beberapa pegawai di layanan dukungan diminta mengundurkan diri pada akhir April.
Dampak Terhadap Operasional dan Struktur Organisasi
Dengan penggabungan ini, sebagian besar infrastruktur pemasaran dan layanan Oppo akan menangani operasi gabungan kedua merek. Perpaduan tersebut dirancang untuk menghilangkan duplikasi sumber daya dan memungkinkan efisiensi biaya yang lebih besar.
Realme yang diperkenalkan pada 2018 awalnya sebagai sub-brand Oppo sempat berdiri sendiri dengan tim dan strategi sendiri. Kini, setelah hampir delapan tahun, merek ini kembali berada di bawah struktur operasi Oppo, menandai perubahan signifikan dalam penataan organisasi.
Realme sendiri mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari optimalisasi organisasi di India dan sesuai dengan standar industri. Mereka menegaskan tidak ada pengaruh terhadap produk, jaringan ritel, dan layanan purna jual di India. Realme tetap berkomitmen kuat terhadap pasar India dan bertekad melayani jutaan pengguna dengan teknologi yang mudah diakses.
Konteks Industri dan Pola Serupa di Ekosistem BBK
Strategi penggabungan yang dilakukan Oppo dan Realme di India sejatinya mengikuti pola yang sudah diterapkan BBK Electronics, induk dari beberapa merek smartphone besar. Sebelumnya, pada 2021 OnePlus di India juga telah merampingkan operasi dengan Oppo.
BBK memilih mengelola beberapa merek di bawah satu payung induk untuk mengurangi biaya sekaligus meningkatkan efisiensi. Pendekatan ini mengurangi duplikasi administrasi dan operasional, terutama di fungsi berat tenaga seperti layanan purna jual dan distribusi offline.
Berikut beberapa poin penting terkait penggabungan ini:
- Fokus pada optimalisasi backend dan operasional di India.
- Penggabungan tim layanan dukungan dan penjualan untuk menghilangkan tumpang tindih.
- Pemasaran dan brand image Realme tetap berdiri sendiri.
- Pengembangan produk Oppo dan Realme sudah sangat terintegrasi sehingga perubahan pada riset dan pengembangan minimal.
Model ini disebut mirip dengan strategi Vivo, di mana sub-brand seperti iQOO tetap berada dalam struktur tunggal namun memiliki identitas terpisah secara pemasaran. Hal ini memungkinkan efisiensi tanpa mengorbankan citra merek di pasar.
Kondisi pasar smartphone yang sangat kompetitif di India dan kebutuhan untuk menjaga profitabilitas menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Dengan mengelola Realme sebagai bagian dari operasi Oppo, BBK Electronics berupaya memperkuat posisi dan keberlanjutan bisnis di salah satu pasar smartphone terbesar dunia.
Perubahan ini juga menunjukkan adaptasi dinamis perusahaan teknologi menghadapi tantangan pasar dan regulasi, sembari tetap menjaga komitmen pelayanan bagi konsumen. Integrasi semacam ini diperkirakan akan terus berlangsung dan memengaruhi cara berbagai merek dalam grup BBK mengelola operasi di wilayah lain.
