Sir Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang terkenal dengan pendekatan humanisnya, kini telah menciptakan konsep interior skeuomorfik untuk mobil listrik pertama Ferrari bernama "Luce". Desain ini menghadirkan perspektif yang berbeda dari tren interior mobil modern yang cenderung minimalis dan serba layar sentuh seperti pada Tesla.
Setelah meninggalkan Apple, Ive mendirikan studio desain independen yang berkolaborasi dengan OpenAI. Salah satu proyek terbaru yang dikerjakannya selama lima tahun adalah menciptakan interior Ferrari Luce. Konsep desain ini mengedepankan sentuhan mekanis klasik yang memberikan nuansa nostalgia sekaligus fungsional bagi pengemudi.
Tolak Tren Layar Sentuh Tunggal
Ive mengkritik interior mobil Tesla yang mengandalkan layar sentuh besar sebagai pusat kendali utama. Menurutnya, konsep tersebut terkesan "mudah dan malas." Ia menyebutkan bahwa penggunaan layar sentuh tunggal ini cepat membosankan dan lebih mencerminkan upaya penghematan biaya daripada inovasi teknologi yang sebenarnya.
“Screens yang kuat seperti layar sentuh perlu kerangka dan struktur yang jelas agar digunakan secara bertanggung jawab. Saat ini, kerangka tersebut belum berkembang dengan baik,” ujarnya. Hal ini menandai perbedaan pandangan Ive terhadap desain mobil yang lebih menekankan sentuhan fisik dibandingkan digital murni.
Mewariskan Warisan Ferrari lewat Sentuhan Mekanis
Sebagai lawan dari tren minimalisme digital, Ferrari memilih filosofi desain Ive yang mengutamakan interaksi manusia melalui alat mekanik presisi. Ferrari Luce dilengkapi dengan tombol-tombol, dial, tuas, dan switch yang dirancang secara teliti sebagai perangkat input utama. Sementara itu, fungsi output ditunjang oleh layar digital multifungsi yang mengusung estetika retro.
Pendekatan ini bertujuan menjaga karakter khas Ferrari sebagai merek mobil sport Italia legendaris. Desain interior ini menciptakan keseimbangan antara keindahan klasik dan kemajuan digital untuk kendaraan listrik modern.
Inspirasi dari Pendekatan Volkswagen
Volkswagen juga menghadirkan konsep interior serupa pada mobil listrik terbarunya dengan menampilkan desain yang klasik dan mudah dikenali. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa pabrikan mobil mulai mengadopsi filosofi desain yang mengedepankan pengalaman sentuhan langsung pengemudi dibandingkan dominasi layar sentuh.
Jony Ive dan timnya tampak berhasil meremajakan interior Ferrari untuk era digital tanpa mengorbankan esensi tactile dan warisan budaya merek. Luce diharapkan menjadi contoh ideal bagaimana desain dapat menyatukan kemajuan teknologi dengan nilai tradisional.
Peluncuran Ferrari Luce
Ferrari berencana memperkenalkan Luce secara resmi pada Mei mendatang. Saat itu, para penggemar dan pengamat industri akan dapat melihat bentuk fisik dan fitur lengkap mobil yang dirancang oleh Sir Jony Ive. Peluncuran ini menjadi momen penting untuk melihat bagaimana kreativitas Ive mengubah persepsi tentang desain mobil listrik mewah.
Melalui proyek Ferrari Luce, Jony Ive memperkuat pandangannya bahwa teknologi harus mampu mengedepankan pengalaman manusiawi dalam desain. Konsep interior yang menggabungkan elemen mekanik klasik dan digital modern ini membuka peluang baru dalam pengembangan mobil listrik masa depan yang tidak hanya efisien, tapi juga bernilai estetika dan fungsional tinggi.
