Hisense berhasil mencetak sejarah dalam industri televisi global dengan pabriknya di Qingdao yang menjadi yang pertama meraih gelar Customer Centricity Lighthouse dari World Economic Forum (WEF). Prestasi ini menandai pengakuan internasional atas keunggulan teknologi dan inovasi manufaktur yang dijalankan secara digital dan berorientasi pada konsumen.
Penghargaan Global Lighthouse menjadi apresiasi atas keberhasilan Hisense dalam mengimplementasikan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), big data, simulasi industri, dan Virtual Reality (VR) dalam proses produksinya. Inovasi ini membawa dampak signifikan baik pada efisiensi operasional maupun kecepatan peluncuran produk ke pasar yang sangat kompetitif.
Transformasi Digital dan Inovasi Manufaktur
Pabrik Hisense di Qingdao melakukan transformasi digital menyeluruh mulai dari riset dan pengembangan hingga tahap produksi akhir. Pemanfaatan AI dan analisis big data memungkinkan perusahaan untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih tepat dan cepat. Teknologi VR juga digunakan untuk menyimulasikan proses produksi sehingga kesalahan dapat diminimalisir sejak awal.
Hasilnya adalah penurunan waktu riset produk baru hingga 34% dan pengurangan biaya material sebesar 18%. Selain itu, pelatihan karyawan baru menjadi 60% lebih cepat karena adanya sistem digitalisasi proses pembelajaran. Pencapaian ini merupakan indikator nyata dari efisiensi dan kualitas yang ditingkatkan.
Kecepatan Produksi sebagai Standar Baru
Salah satu prestasi paling menonjol adalah kecepatan proses produksi televisi ukuran besar 85 inci, yang sekarang hanya membutuhkan 20 detik per siklus. Kecepatan ini menciptakan standar baru dalam produksi televisi berukuran besar secara global. Menurut Dennys Li, Presiden Hisense Visual Technology, seluruh inovasi manufaktur berakar pada kebutuhan konsumen.
Pengembangan produk kini berjalan 62% lebih cepat dalam mengidentifikasi kebutuhan pasar dan mengimplementasikan fitur yang relevan dengan gaya hidup modern. Pendekatan berpusat pada manusia ini memungkinkan Hisense menawarkan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga lebih sesuai dengan ekspektasi pengguna masa kini.
Pengakuan Global dan Komitmen Berkelanjutan
Pencapaian ini menambah koleksi gelar Global Lighthouse bagi Hisense, setelah sebelumnya pabrik Hisense Hitachi di Huangdao meraih penghargaan Sustainability Lighthouse pertama di dunia untuk sektor VRF. Keberhasilan berkelanjutan ini mempertegas komitmen perusahaan dalam menerapkan manufaktur berkelanjutan yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
Hisense menunjukkan bahwa teknologi canggih dan strategi manufaktur cerdas dapat berjalan selaras untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya. Penghargaan dari World Economic Forum ini menjadi bukti keunggulan Hisense dalam memimpin transformasi industri elektronik konsumen secara global.
Fakta Penting Hisense Visual Technology Qingdao Factory:
- Penghargaan: Customer Centricity Lighthouse dari WEF, pabrik TV pertama di dunia yang meraih gelar ini.
- Teknologi Utama: Artificial Intelligence, big data, Virtual Reality, simulasi industri.
- Efisiensi: Waktu riset produk baru dipangkas 34%; biaya material turun 18%.
- Pelatihan: Karyawan baru dilatih 60% lebih cepat dengan sistem digital.
- Produksi Cepat: Waktu produksi TV 85 inci hanya 20 detik per siklus.
- Loyalitas Pelanggan: Net Promoter Score (NPS) sebesar 84%.
- Komitmen Berkelanjutan: Memiliki gelar Sustainability Lighthouse di pabrik lain.
Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan reputasi Hisense sebagai inovator industri elektronik tetapi juga sebagai pelopor manufaktur modern yang mendayagunakan teknologi digital untuk kepuasan pelanggan global. Transformasi digital pabrik di Qingdao mencerminkan masa depan manufaktur yang lebih efisien, responsif, dan berkelanjutan.
Baca selengkapnya di: id.mashable.com