Snapdragon X2 Elite Ungguli Produktivitas dengan Performa Cepat, Tapi Gaming Masih Kalah

Qualcomm Snapdragon X2 Elite menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dalam pengujian awal, terutama untuk aplikasi produktivitas. Dalam uji Cinebench 2024 single-core, prosesor ini mencapai skor 146, jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya yang hanya 108. Angka ini juga melampaui Intel X9 388H dan AMD Ryzen 9 HX 370 yang masing-masing mencetak 130 dan 112 poin.

Meski demikian, Apple M5 Pro masih unggul dengan skor single-core mencapai 200. Namun, di pengujian multi-thread, Snapdragon X2 Elite malah mengungguli Apple M5 Pro dengan skor 1.432 dibandingkan 1.153. Intel dan AMD masih tertinggal di bawah 1.000 poin dalam tes multi-threading. Hal ini mengindikasikan X2 Elite sangat kuat dalam beban kerja berat yang melibatkan banyak inti prosesor.

Dalam aplikasi seperti Blender dan Handbrake, Snapdragon X2 Elite berhasil memangkas waktu render hingga lebih dari 40% dibanding pendahulunya. Bahkan performanya mengalahkan beberapa CPU terbaik dari AMD, Intel, dan Apple yang hanya mampu menyamai generasi sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Snapdragon X2 elite sangat cocok untuk tugas-tugas produktivitas dan kreatifitas yang memerlukan komputasi tinggi.

Performa GPU untuk Gaming

Di sisi lain, GPU Adreno X2-90 pada Snapdragon X2 Elite belum mampu menandingi chipset dari kompetitor dalam menjangkau performa gaming maksimal. Pada pengujian Cyberpunk 2077, X2 Elite hanya berhasil mendapatkan 40 fps pada pengaturan rendah. Ini kurang baik dibanding Intel X9 388H yang memperoleh 46 fps atau Apple M5 Pro dengan 57 fps.

Game Baldur’s Gate 3 menunjukkan tren serupa. Snapdragon X2 Elite mampu menjalankan game ini pada rata-rata 54 fps di resolusi 1200p dan setting rendah, tetapi masih di bawah Apple M5 Pro (70 fps) dan Intel 388HH (59 fps). Dalam game yang lebih kompetitif seperti Counter-Strike 2, performa Snapdragon bahkan lebih jauh tertinggal, dengan hanya 113 fps dibandingkan 189 fps pada Intel.

Perbandingan Konsumsi Daya dan Efisiensi

Pengujian dilakukan dengan Snapdragon X2 Elite beroperasi pada konsumsi daya 31 watt, sedikit lebih tinggi dari AMD dan Intel yang masing-masing di 30 watt, dan Apple M5 Pro di 26 watt. Meskipun demikian, belum ada data resmi mengenai ketahanan baterai atau efisiensi daya dari prosesor ini. Mempertimbangkan bahwa generasi Snapdragon sebelumnya mengunggulkan daya tahan baterai, capaian efisiensi Snapdragon X2 Elite di perangkat riil akan menjadi fokus utama berikutnya.

Kesimpulan Awal dan Implikasi di Pasar

Snapdragon X2 Elite memberi gambaran bahwa Qualcomm sedang melakukan langkah besar dalam meningkatkan performa CPU berbasis ARM, khususnya untuk penggunaan produktivitas. Kemampuan multi-thread yang unggul membuatnya menarik untuk aktivitas komputasi berat. Namun, untuk penggemar gaming, prosesor ini masih harus mengejar performa GPU yang belum mampu bersaing dengan AMD, Intel, maupun Apple.

Ke depan, perbaikan driver dan firmware berpotensi mengoptimalkan performa lebih jauh, terutama karena pengujian saat ini masih menggunakan perangkat pre-release. Asus sebagai salah satu produsen sudah mulai menguji prototipe Zenbook dengan Snapdragon X2 Elite, menandakan bahwa laptop berbasis prosesor ini akan hadir di pasar dalam waktu dekat.

Berikut adalah rangkuman detail performa Snapdragon X2 Elite dibanding pesaing dalam pengujian awal:

  1. Cinebench 2024 single-core: 146 (Snapdragon X2 Elite), 200 (Apple M5 Pro), 130 (Intel X9 388H), 112 (AMD Ryzen 9 HX 370)
  2. Cinebench 2024 multi-core: 1.432 (Snapdragon X2 Elite), 1.153 (Apple M5 Pro), di bawah 1.000 (Intel dan AMD)
  3. FPS Cyberpunk 2077: 40 (Snapdragon X2 Elite), 57 (Apple M5 Pro), 46 (Intel X9 388H)
  4. FPS Baldur’s Gate 3: 54 (Snapdragon X2 Elite), 70 (Apple M5 Pro), 59 (Intel 388HH)
  5. FPS Counter-Strike 2: 113 (Snapdragon X2 Elite), 189 (Intel)

Dengan tren ini, Snapdragon X2 Elite jelas menyoroti potensi besar di sektor produktivitas, namun masih perlu berbenah untuk gamer hardcore yang mengutamakan performa grafis. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada optimalisasi dan perangkat akhir yang akan digunakan konsumen.

Terkait