Penetrasi smartphone saat ini didominasi oleh dua raksasa teknologi, Apple dan Samsung, yang bersama-sama memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia. Data terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan hampir satu dari empat smartphone yang digunakan adalah iPhone, sedangkan sekitar satu dari lima smartphone adalah perangkat Samsung Galaxy.
Jumlah pengguna aktif ini bukan hanya mencerminkan penjualan terkini, tetapi lebih memperlihatkan tren pengguna yang bertahan memakai perangkat mereka dalam jangka menengah. Apple memimpin dengan basis pengguna aktif terbesar, diikuti oleh Samsung yang hampir menyamai angka satu miliar pengguna aktif global.
Samsung dan Apple Menguasai Market Share Smartphone Global
Samsung memiliki pangsa pasar sekitar 19%, menandakan kekuatan besar dalam ekosistem Android. Dengan iPhone yang meraih sekitar 24%, kedua merek ini mendominasi hampir setengah dari pasar smartphone global, sebuah indikasi kuat terhadap loyalitas dan ekosistem yang mereka tawarkan.
Sementara itu, merek-merek besar asal China juga menunjukkan perkembangan signifikan. Enam produsen smartphone terbesar dari China masing-masing memiliki lebih dari 200 juta pengguna. Xiaomi menempati posisi teratas di antara mereka dengan pangsa pasar sekitar 12%, diikuti oleh Oppo sekitar 8% dan Vivo sekitar 7%.
Pertumbuhan Produsen China dan Transsion di Pasar Global
Selain merek besar, Transsion, perusahaan induk dari Tecno dan Infinix, menjadi pemain penting dengan basis pengguna yang tumbuh pesat terutama di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara. Permintaan akan smartphone terjangkau dengan performa cukup memadai menjadi faktor utama pertumbuhan Transsion. Menurut Counterpoint Research, strategi ini berhasil menggaet lebih dari 200 juta pengguna aktif.
Berikut adalah daftar 8 perusahaan smartphone dengan pengguna aktif paling banyak di dunia berdasarkan data Counterpoint Research:
- Apple (iPhone): ~1 miliar pengguna
- Samsung (Galaxy): ~1 miliar pengguna
- Xiaomi: >200 juta pengguna
- Oppo: >200 juta pengguna
- Vivo: >200 juta pengguna
- Transsion (Tecno, Infinix): >200 juta pengguna
- Huawei/Honor: kurang dari Transsion, namun masih signifikan
- Motorola dan Realme: mendekati sekitar 200 juta pengguna
Tren Penggunaan dan Model Terbaru
Tren terbaru menunjukkan bahwa konsumen kini cenderung menggunakan smartphone lebih lama sebelum mengganti dengan model baru. Hal ini dipengaruhi oleh kualitas perangkat yang meningkat, serta harga yang relatif tinggi untuk model flagship. Contohnya, Google Pixel yang selama ini berusaha merebut pasar baru dengan model mid-range seperti Pixel 9a yang dibanderol mulai $399, belum mampu menembus dominasi merek besar tersebut dengan pangsa pasar kurang dari 1%.
Faktor ini juga terlihat dari peluncuran Pixel 10a yang diprediksi membawa pembaruan minim, sehingga tidak diharapkan mengubah posisi Google dalam persaingan pasar. Konsumen lebih selektif dan memprioritaskan nilai guna dibandingkan sekadar mengganti gadget dengan apa yang baru.
Pengaruh Ekosistem dan Loyalitas Merek
Loyalitas tinggi pada ekosistem Apple dan Samsung turut memperkuat posisi mereka. Pengguna iPhone banyak yang terikat dengan layanan seperti iCloud, App Store, serta produk Apple lainnya seperti MacBook dan Apple Watch. Samsung juga mengembangkan ekosistem kuat dengan Galaxy Buds, Galaxy Watch, dan berbagai fitur integrasi antar perangkat.
Tren ini menunjukkan bahwa selain perangkat keras, layanan dan ekosistem digital yang menyeluruh turut mempengaruhi pengguna dalam memilih dan bertahan pada suatu merek. Dengan jumlah lebih dari satu miliar pengguna aktif, Apple dan Samsung dapat dipastikan tetap menjadi dua raksasa yang mengontrol pasar smartphone global dalam waktu dekat.
Pengembangan teknologi, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang tepat akan menentukan posisi para pemain smartphone lain yang berusaha memperbesar pangsa pasar mereka di tengah dominasi Apple dan Samsung. Konsumen global tetap kritis dalam memilih perangkat sesuai kebutuhan dan budget, sehingga para produsen harus terus memberikan nilai tambah nyata agar bisa bersaing secara efektif.
