Airlangga Dorong Investasi China dan AI, Fasilitas Batam Jadi Pembahasan

Author: Qoo Media

Pemerintah Indonesia membahas peluang peningkatan investasi China senilai US$2,5 miliar, termasuk kebutuhan fasilitas bagi perusahaan yang beroperasi di Batam. Pembicaraan ini juga membuka ruang kerja sama teknologi kecerdasan buatan atau AI, cloud, hingga pengembangan talenta digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai pada Jumat, 17 Juli 2026 malam. Salah satu fokusnya adalah tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kemenko Perekonomian mengenai konsep two countries twin park.

Batam dan Fasilitas bagi Perusahaan China

Airlangga menyebut perkembangan kawasan industri di Batam menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Sejumlah perusahaan China yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK menginginkan fasilitas yang setidaknya setara dengan perusahaan di dalam KEK.

Menurut Airlangga, pembahasan juga mencakup MoU yang telah ditandatangani sebelumnya dengan nilai investasi US$2,5 miliar. Pertemuan itu turut mengevaluasi kerja sama industri, perdagangan, dan sektor digital antara kedua negara.

China merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia dengan nilai perdagangan bilateral yang besar. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia-China tercatat mencapai US$167,48 miliar, sementara ekspor Indonesia meningkat 16,7 persen.

Mitra Nilai Perdagangan Investasi di Indonesia
China US$167,48 miliar pada 2025 US$7,58 miliar
Hong Kong Sekitar US$6 miliar US$10,1 miliar
China dan Hong Kong Sekitar US$173 miliar Sekitar US$18 miliar

Data yang disampaikan Airlangga menunjukkan Hong Kong turut memberi kontribusi besar terhadap arus modal dari kawasan China. Jika digabungkan, investasi China dan Hong Kong pada 2025 menjadikannya sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia.

Huawei dan ByteDance Masuk Agenda Teknologi

Selain bertemu Wang Wentao, Airlangga juga mengadakan pertemuan dengan Huawei dan ByteDance pada hari yang sama. Agenda pembahasannya meliputi AI, infrastruktur digital, investasi teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia digital.

Dalam pertemuan dengan Huawei, pemerintah membahas empat bidang potensial, yaitu investasi infrastruktur AI dan cloud, penguatan talenta digital serta keamanan siber, digitalisasi pemerintah dan UMKM, serta solusi energi hijau untuk pusat data. Airlangga menilai Huawei memiliki kapabilitas di bidang telekomunikasi, komputasi awan, dan AI yang dapat mendukung transformasi digital nasional.

“Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi,” kata Airlangga dalam keterangan yang dikutip www.viva.co.id. Ia menambahkan Huawei berpotensi menjadi mitra strategis karena kemampuannya dalam AI, telekomunikasi, dan cloud computing.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada ByteDance atas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia, terutama melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Kehadiran perusahaan tersebut dinilai memperkuat perdagangan digital sekaligus memperluas peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang melalui platform digital dan perdagangan lintas batas.

Airlangga mengundang ByteDance untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang AI, termasuk Large Language Models, machine learning, dan generative AI. Peluang yang dibuka mencakup pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi inovasi bagi kedua negara.

Huawei dan ByteDance diharapkan dapat membantu mempercepat transfer teknologi serta memperkecil kesenjangan teknologi global atau bridging the AI divide. Pemerintah menilai kolaborasi tersebut dapat membentuk ekosistem ekonomi digital nasional yang lebih produktif dan berdaya saing.

Setelah rangkaian agenda perdagangan dan teknologi itu, Airlangga dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Shanghai pada Sabtu, 18 Juli 2026. Pertemuan lanjutan tersebut berlangsung ketika kerja sama ekonomi, industri, dan teknologi Indonesia-China terus menjadi perhatian kedua pihak.

Source: www.viva.co.id
Terbaru