Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung program-program Gubernur, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM. Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah diwujudkan secara nyata melalui langkah-langkah strategis demi memperkuat ekonomi daerah.
Salah satu langkah konkret yang segera dijalankan adalah Gerakan Pasar Murah (GPM). Program ini dijadwalkan mulai pertengahan Februari dan bertujuan menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok jelang bulan suci Ramadan. GPM menjadi bukti kolaborasi aktif antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengatasi tantangan ekonomi lokal.
Fokus Kadin Sultra pada Tiga Pilar Utama
Langkah Kadin Sultra berpusat pada tiga pilar penting. Pertama, penguatan ekonomi daerah dengan intervensi di daerah yang mengalami inflasi tinggi seperti Kolaka, Baubau, dan Wakatobi. Di wilayah Kolaka, inflasi sempat mencapai 6,75 persen sehingga intervensi pasar menjadi prioritas agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan barang tersedia.
Kedua, pemberdayaan UMKM menjadi fokus utama lain. Kadin membina ribuan pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk mendorong sekitar 3.000 UMKM berstatus PT Perorangan agar lebih profesional dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dukungan ini tidak hanya berupa pelatihan tetapi juga menjalin keterlibatan UMKM dalam rantai pasok yang lebih terintegrasi.
Ketiga, penguatan ketahanan pangan menjadi perhatian serius. Kadin melakukan pemetaan lahan produktif dan pengembangan hilirisasi sumber daya lokal sebagai upaya menjaga ketersediaan bahan pokok dalam jangka panjang. Strategi ini membantu stabilisasi harga sekaligus mengurangi ketergantungan bahan pangan dari luar daerah.
Peran Strategis Kadin dalam Pengendalian Inflasi
Kadin mengambil peran penting dalam menghadapi tantangan inflasi daerah yang cukup tinggi, terutama di Kolaka. Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah setempat, Kadin memastikan distribusi bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng berjalan lancar dan harganya tetap terjangkau masyarakat.
Pelaksanaan GPM juga menjadi momentum untuk menguji sistem distribusi provinsi yang lebih terintegrasi. Kadin melibatkan UMKM binaan dalam rantai pasok ini agar perputaran ekonomi lokal berjalan optimal, mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dukungan Infrastruktur dan Stabilitas Harga
Sinergi antara Kadin dan pemerintah tidak hanya terbatas pada pengendalian harga dan penyediaan stok barang. Kadin juga berkontribusi dalam mendukung infrastruktur bagi UMKM agar dapat berkembang lebih maju. Hal ini mencakup berbagai program pelatihan, pendampingan, serta akses pasar yang memungkinkan UMKM meningkatkan produktivitasnya.
Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap stabil, terutama di masa-masa penting seperti menjelang Ramadan. Program seperti GPM menjadi wujud nyata komitmen dunia usaha dalam mendukung roda perekonomian dan ketahanan pangan daerah.
Berbagai langkah ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia usaha dan pemerintah bukan sekadar wacana, melainkan terbukti melalui tindakan konkret. Dengan fokus pada ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM, diharapkan ekonomi Sulawesi Tenggara semakin mandiri dan kompetitif di masa depan.







