China berhasil mencatat tonggak sejarah baru dalam teknologi antariksa dengan keberhasilan pemulihan pertama kali tahap pendorong roket Long March-10 dari perairan Laut China Selatan. Operasi ini merupakan langkah signifikan dalam pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali, sebuah kemampuan yang hingga saat ini hanya dioperasikan oleh Amerika Serikat.
Pemulihan tahap pendorong ini terjadi segera setelah uji verifikasi pengendalian rendah yang dilakukan sebelumnya dalam minggu yang sama. Dalam uji tersebut, pendorong roket mengaktifkan mesin dan sirip kisi (grid fins) untuk mengarahkan pendaratan terkontrol hingga mendarat dengan aman di zona laut yang telah ditetapkan.
Pengujian dan Pengembangan Roket Long March-10 serta Sistem Mengzhou
Selain itu, badan antariksa China juga melakukan uji penerbangan sistem pelolosan tekanan dinamis maksimum pada wahana antariksa berawak Mengzhou. Roket Long March-10 dan sistem Mengzhou menjadi kunci utama dalam tujuan China meluncurkan misi berawak menuju bulan pada dekade ini. Kedua program ini juga mendukung operasi yang sedang berjalan untuk stasiun luar angkasa dekat Bumi.
Program Long March-10 terdiri atas dua konfigurasi utama yang dirancang untuk memenuhi dua kebutuhan misi berbeda. Model standar Long March-10 adalah roket berat setinggi 92,5 meter dengan bobot lepas landas mencapai 2.189 ton metrik. Roket ini memiliki inti pendorong utama dan pendorong samping yang dapat mengangkut muatan minimal 27 ton ke lintasan transfer Bumi-Bulan.
Sebagai alternatif, operasi dekat Bumi menggunakan varian Long March-10A yang lebih pendek, dengan tinggi hanya 67 meter dan berat 740 ton. Model ini mengadopsi tahap pendorong pertama yang sepenuhnya dapat digunakan kembali, seperti yang baru saja berhasil dipulihkan dari laut. Varian ini dioptimalkan untuk mendukung stasiun antariksa Tiangong dengan kapasitas angkut sekitar 14 ton, menjadikannya lebih cocok untuk peluncuran yang lebih sering.
Teknologi Roket yang Bisa Digunakan Kembali di China
Keberhasilan ini menegaskan bahwa China kini memiliki kemampuan teknologi peluncuran roket yang dapat digunakan berulang kali, mengurangi biaya dan meningkatkan efektivitas misi luar angkasa. Rekayasa tahap pendorong yang dapat mendarat dan dipulihkan dengan kontrol penuh menjadi poin utama dalam memajukan program antariksa China.
Langkah ini membawa China selangkah lebih dekat dengan kompetisi global dalam bidang teknologi luar angkasa, di mana Amerika Serikat menjadi pelopor dalam pemanfaatan roket yang dapat dipakai kembali. China berambisi untuk memperkuat kapasitas peluncuran antariksa berawak dan eksplorasi bulan melalui sistem ini.
Data Teknis Roket Long March-10 dan Varian Long March-10A
Berikut ringkasan spesifikasi teknis dari kedua varian roket untuk mendukung berbagai misi:
- Long March-10 Standard
- Tinggi: 92,5 meter
- Berat lepas landas: 2.189 ton metrik
- Kapasitas angkut: minimal 27 ton ke orbit Bumi-Bulan
- Konfigurasi: booster inti dan pendorong samping
- Long March-10A (Near-Earth Operations)
- Tinggi: 67 meter
- Berat: 740 ton
- Kapasitas angkut: 14 ton
- Booster tahap pertama sepenuhnya dapat digunakan kembali
Pemulihan tahap pendorong roket Luna ini tidak hanya menjadi terobosan teknologi tetapi juga menandai kemajuan besar dalam ambisi China untuk memperluas kehadiran manusia dan teknologi di luar angkasa.
Keberhasilan ini akan memacu penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam teknologi pendaratan, pemulihan, dan pengoperasian ulang tahap pendorong roket untuk misi luar angkasa yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. China terus menunjukkan kemampuan teknologinya untuk bersaing dalam era eksplorasi luar angkasa baru yang bertumpu pada inovasi dan efisiensi.
