Kalli Purie usung piagam 9 poin demi keadilan pemanfaatan AI di media, jaga transparansi dan nilai wajar jurnalistik agar tak terdistorsi algoritma.

Kalli Purie, Wakil Ketua dan Pemimpin Redaksi India Today Group, mengajukan sebuah piagam 9 poin untuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang adil dalam media pada AI Impact Summit di New Delhi. Piagam ini menekankan keadilan, akuntabilitas, dan timbal balik dalam memanfaatkan teknologi AI di ranah media berita.

Dalam sesi yang diselenggarakan oleh Digital News Publishers Association, Purie memperingatkan risiko distorsi wacana publik jika jurnalistik diperlakukan sebagai bahan mentah untuk model bahasa besar tanpa pengawasan. Ia menegaskan bahwa nilai yang adil untuk konten jurnalistik tidak bisa ditawar, serta menuntut transparansi dalam cara sistem AI mengolah dan mengkonsumsi berita.

Piagam 9 Poin untuk Penggunaan AI yang Adil

Piagam yang diajukan Purie terdiri atas sembilan prinsip utama sebagai berikut:

  1. Nilai yang adil untuk konten jurnalistik dengan transparansi penggunaan oleh sistem AI.
  2. Ketelusuran dan atribusi sebagai prinsip demokrasi.
  3. Pengakuan jurnalistik sebagai barang publik.
  4. Penghargaan bagi cerita yang memberikan dampak sosial.
  5. Penilaian nyata terhadap konten terverifikasi dari institusi terpercaya.
  6. Hukuman berat bagi kesalahan atau “halusinasi” AI.
  7. Mengakhiri ketidakseimbangan penghargaan dan hukuman antara media tradisional dan platform media sosial.
  8. Menganggap perhatian warga sebagai sumber daya yang langka dan terbatas.
  9. Timbal balik dari tujuh perusahaan teknologi besar terkait akses mereka terhadap “mineral langka” berupa perhatian dan konten publik.

Menurut Purie, merek berita seperti India Today tidak sekadar mendistribusikan informasi, melainkan membentuk opini publik di tengah keragaman tingkat literasi masyarakat. Oleh sebab itu, tanggung jawab besar harus berada pada institusi yang bertanggung jawab, bukan algoritma anonim.

Pendekatan India Today pada AI

India Today Group sendiri telah mengadopsi AI selama lebih dari dua tahun. Purie menyebut teknologi AI yang digunakan mencakup anchoring AI, kloning suara, dan storytelling berbasis AI. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan editor manusia sebagai bentuk akuntabilitas.

Model yang dijuluki “AI sandwich” ini menempatkan niat manusia pada awal proses, AI sebagai lapisan bantu, dan peninjauan manusia sebagai tahap akhir. Pendekatan ini memastikan cerita tetap diceritakan dengan perspektif manusia, bukan hasil rekayasa AI semata.

Melawan “Imperialisme Digital”

Purie juga menyoroti fenomena yang disebutnya “imperialisme digital”, di mana platform teknologi global memperlakukan media India berbeda dari media Barat. Ia menyoroti risiko eksploitasi kerja jurnalistik asli oleh ringkasan AI dan influencer tanpa kompensasi yang adil.

Pendapat ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan jurnalistik orisinal dengan sistem berbayar oleh AI. Purie menyerukan pembentukan tumpukan AI yang berdaulat di mana konsumen dan pembuat konten berada di inti ekosistem.

Dukungan dan Konsensus Industri

Piagam sembilan poin Purie mendapat sambutan positif dari pimpinan media terkemuka India seperti The Hindu, Times of India, Amar Ujala, dan Dainik Bhaskar. Mereka mendukung pembentukan kerangka kerja formal berdasarkan prinsip-prinsip tersebut.

Diskusi panel juga menyoroti perlunya dialog terstruktur antara platform teknologi dan penerbit untuk memastikan kelangsungan dana jurnalistik. Penurunan lalu lintas akibat ringkasan AI dapat mengganggu model bisnis media yang mengandalkan kunjungan pembaca.

Pimpinan media menekankan hubungan yang didasari timbal balik, atribusi yang jelas, dan keadilan komersial antara perusahaan media dan raksasa teknologi. Mereka bersama-sama mengakui bahwa AI membawa peluang besar sekaligus tanggung jawab besar bagi dunia jurnalistik.

Pemikiran Kalli Purie menjadi panggilan penting agar pengembangan teknologi AI dalam media tidak melemahkan fondasi jurnalistik terpercaya. Melainkan, AI harus memperkuat demokrasi melalui keberlanjutan, transparansi, dan penghormatan terhadap nilai-nilai publik.

Terkait