Tablet 1 Jutaan Ram 16GB Storage 1TB Laris Manis Tapi Spek Asli Bikin Geleng Kepala Ini Kata DKID Media

Penjualan tablet dengan klaim RAM 16GB dan storage 1TB di kisaran harga 1 jutaan rupiah tengah ramai di platform e-commerce. Produk ini diburu banyak pembeli meskipun harganya sangat terjangkau, berdasarkan data yang dikumpulkan dari beberapa marketplace besar seperti Shopee Mall, Tokopedia, dan Lazada. Namun, benarkah spek yang ditawarkan sesuai dengan klaim tersebut?

Melihat ulasan dari DKID Media di akun Instagram @dkidmedia, tablet ini disebut sebagai produk yang ‘gila’ karena menawarkan spesifikasi seolah setara produk kelas premium seperti Samsung S11 Ultra, Huawei MatePad, atau iPad. Klaim RAM 16GB, storage 1TB, kamera 48MP, dan prosesor 10-core CPU menjadi daya tarik utama yang membuatnya laris manis di pasaran. Bahkan, produk ini sudah terjual sampai ribuan unit dengan rating di atas 4,5. Namun, apakah spesifikasi tersebut benar sesuai kenyataan?

Realita di Balik Spesifikasi Tablet Murah

Menurut DKID Media, klaim kapasitas memori sebesar 16GB RAM pada tablet ini sebenarnya menyesatkan. Mereka menjelaskan bahwa RAM yang tertera lebih tepat diartikan sebagai “Gak Banget” daripada gigabyte. Ketika diuji coba membuka aplikasi ringan saja tetap terjadi lag signifikan.

Begitu pula dengan klaim prosesor 10-core CPU yang secara nilai skor Antutu disebut mencapai 18 juta, tetapi yang sebenarnya hanyalah 18 ribu. Prosesor riil yang digunakan adalah MediaTek MT6735 keluaran tahun 2015 dengan hanya 4-core dan arsitektur 28nm. Chipset ini masih tergolong jadul dan jauh dari kapasitas yang dipromosikan.

Memori internal yang diklaim sebesar 1TB pun ternyata menggunakan tipe eMCP Samsung dengan kapasitas 16GB saja. Sementara RAM yang tersedia hanya maksimal 2GB, bukan 16GB seperti yang tertulis.

Paduan Harga Murah dan Label Resmi E-Commerce

Tablet ini dijual dengan harga yang sangat murah, berkisar 1 jutaan rupiah, dan tersedia resmi di Shopee Mall hingga marketplace lainnya. Hal ini membuat pembeli mengira bahwa barang tersebut asli dari brand ternama dan berkualitas tinggi. Padahal, label “ori” ini hanya menandakan bahwa produk dijual lewat platform resmi, bukan menjamin kualitas atau spesifikasi produk.

DKID Media memperingatkan konsumen untuk lebih jeli dan berhati-hati karena produk serupa tersebar luas dan kerap menyasar pembeli tanpa edukasi teknis yang cukup. Mereka menyarankan berbagi informasi agar calon pembeli tidak menjadi korban pemasaran yang menipu.

Mengapa Produk Ini Bisa Laris di Pasaran?

Ada beberapa faktor yang membuat tablet dengan klaim “speksifikasi tinggi harga murah” ini tetap laris di e-commerce:

  1. Harga yang sangat terjangkau membuat produk ini mudah dijangkau oleh kalangan luas.
  2. Klaim spesifikasi yang tinggi seperti RAM besar dan storage luas menarik perhatian konsumen yang menginginkan nilai lebih.
  3. Label “ori” dan adanya penjualan di platform marketplace besar menambah kesan produk resmi dan terpercaya.
  4. Kurangnya edukasi konsumen tentang teknologi dan perbedaan antara kapasitas RAM/storage asli dan klaim pemasaran.

Sementara itu, pemain besar seperti Samsung, Huawei, dan Apple jelas tidak mungkin menawarkan produk dengan harga super murah dan spesifikasi serupa karena biaya produksi dan teknologi yang digunakan jauh lebih tinggi.

Perlu Kewaspadaan Konsumen dalam Membeli Gadget

Kasus tablet murah dengan spesifikasi “ngawur” ini menjadi pelajaran penting bagi konsumen untuk lebih teliti sebelum membeli. Membandingkan produk dengan spesifikasi resmi dari brand ternama dan mengecek review dari sumber terpercaya perlu dilakukan.

Selain itu, penting untuk memahami arti RAM dan storage sebenarnya, chipset yang digunakan, dan membaca dari sumber riset benchmark atau ulasan teknis agar tidak mudah tergiur klaim spek muluk-muluk.

Media dan akun teknologi yang kredibel, seperti DKID Media, berperan besar memberikan edukasi agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik pemasaran yang menyesatkan. Konsumen juga didorong untuk berbagi informasi tersebut agar memperkecil risiko penipuan.

Dengan pemahaman yang baik, konsumen bisa mengambil keputusan pembelian yang rasional, sesuai kebutuhan, dan mendapatkan produk berkualitas serta tahan lama, bukan sekadar harga murah dan klaim spesifikasi yang belum tentu benar.

Berita Terkait

Back to top button