Livspace Pecat 1.000 Karyawan dan Cofounder Mundur, Transformasi AI Besar-besaran Guncang Industri Dekorasi Rumah

Author: Qoo Media

Perubahan besar terjadi di perusahaan rintisan desain interior Livspace asal Bengaluru, yang baru saja melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 1.000 karyawan. Keputusan ini dilakukan di tengah langkah perusahaan untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih berfokus pada pemanfaatan artificial intelligence (AI).

Langkah restrukturisasi besar-besaran ini menyebabkan sekitar 12 persen dari total tenaga kerja Livspace terdampak, menurut data yang diungkapkan oleh Moneycontrol. Situasi ini menunjukkan pergeseran tren global di mana banyak perusahaan di bidang teknologi maupun non-teknologi melakukan efisiensi melalui adopsi AI.

Perombakan Organisasi: Fokus Pada AI dan Efisiensi Operasi

Livspace mengonfirmasi bahwa mereka kini tengah merombak operasional internal ke arah organisasi berbasis AI. Seorang juru bicara perusahaan menyatakan, “Sebagai langkah menuju fase pertumbuhan berikutnya, kami secara mendasar mereorganisasi operasi internal agar menjadi organisasi agen AI (AI-native agentic organization).”

Penggunaan sistem otomatis dan agen AI telah merambah berbagai fungsi penting di Livspace. Pihak perusahaan menjelaskan, “Kami telah mengintegrasikan agen AI canggih dan otomasi di seluruh fungsi inti — mulai Sales, Operasi, Desain, hingga Marketing. Banyak pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan secara manual, kini dijalankan oleh sistem cerdas.”

Dampak pada Struktur Kepemimpinan dan Strategi Bisnis

Berbarengan dengan restrukturisasi ini, salah satu pendiri Livspace, Saurabh Jain, memutuskan hengkang usai 11 tahun berkarya. Jain diketahui bergabung setelah Livspace mengakuisisi DezignUp, perusahaan rintisan miliknya, pada 2015. Saurabh Jain juga sempat mengemban posisi Chief Business Officer sejak 2022. Pergantian kepemimpinan ini menandai perubahan visi jangka panjang Livspace di tengah revolusi AI yang semakin mendalam.

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja Secara Global Akibat AI

Livspace bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan langkah serupa. Sejumlah raksasa teknologi global seperti Amazon, Microsoft, TCS, hingga Accenture juga telah mengumumkan PHK massal dalam beberapa waktu terakhir, total lebih dari 100.000 pekerja terkena dampak.

Para pelaku industri dan pemimpin bisnis tengah mendiskusikan potensi dan risiko adopsi AI di forum-forum besar seperti India AI Impact Summit di Delhi. Pro dan kontra terkait masa depan tenaga kerja akibat otomatisasi pekerjaan dengan AI masih berlangsung cukup sengit.

Data Keuangan: Efisiensi dan Pertumbuhan Pendapatan

Keputusan Livspace memaksimalkan teknologi AI bukan sekadar untuk menekan biaya operasional, melainkan bagian dari strategi alokasi ulang sumber daya. Pihak perusahaan menegaskan, “Ini bukan sekadar pemangkasan reaktif untuk menjaga biaya, tetapi merupakan reposisi strategis perusahaan.”

Adopsi AI dan otomatisasi sejak beberapa tahun terakhir turut berdampak terhadap performa keuangan Livspace.

Berikut data keuangan penting Livspace berdasarkan laporan terbaru:

  1. Pendapatan naik hingga 23 persen, mencapai Rs 1.460 crore di FY25.
  2. Kerugian perusahaan berhasil ditekan menjadi Rs 242 crore, turun signifikan dari Rs 416 crore pada tahun sebelumnya.

Riwayat PHK di Livspace dan Transformasi Bisnis

Restrukturisasi bukan hal baru bagi Livspace. Pada tahun sebelumnya, perusahaan juga memberhentikan hampir 100 karyawan, sementara lebih dari 400 posisi dipangkas pada 2020 untuk mendorong profitabilitas dan efisiensi. Strategi seperti ini banyak ditempuh perusahaan rintisan guna bertahan dan menyesuaikan diri di tengah perubahan lanskap bisnis yang semakin kompetitif.

Daftar Langkah Transformasi yang Dicapai Livspace

  1. Penerapan AI di seluruh lini operasi, mulai dari penjualan hingga desain dan pemasaran.
  2. Pengurangan tenaga kerja secara bertahap sejak 2020 untuk meningkatkan efisiensi.
  3. Pendekanan pada reorganisasi internal guna menjadi perusahaan yang orientasinya pada agen AI.
  4. Peningkatan fokus pada pertumbuhan pendapatan dan penurunan kerugian.

Keputusan Livspace untuk melakukan transformasi besar-besaran menjadi sorotan penting dalam lanskap digital India dan Asia. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perusahaan desain interior pun harus beradaptasi dengan era AI agar tetap relevan dan mampu bersaing di tingkat global.

Source: www.indiatoday.in
Terbaru