Puasa Lancar Jelang Berbuka, 7 Tips Astra Motor Sumsel Cari Aman Agar Pulang Rumah Selalu Nyaman dan Aman

Memasuki sore hari menjelang waktu berbuka puasa, aktivitas kendaraan di jalan raya mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tubuh yang mulai lemas akibat berpuasa, ditambah lalu lintas yang padat, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Menanggapi situasi ini, Astra Motor Sumatera Selatan menggelar kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman. Kampanye ini bertujuan untuk mengingatkan pengendara agar tetap fokus dan berhati-hati saat berkendara di waktu kritis tersebut.

Tantangan Berkendara Menjelang Berbuka

Berdasarkan pengamatan Astra Motor Sumatera Selatan, beberapa kebiasaan berbahaya kerap muncul di sore hari. Misalnya, pengendara membuka visor helm sehingga mudah terganggu oleh angin dan debu. Anehnya, ada pula pengendara yang tiba-tiba menarik gas secara mendadak ketika lampu lalu lintas berubah hijau, serta pengereman mendadak karena kendaraan depan berhenti secara tiba-tiba.

Fenomena lain yang sering terlihat adalah rasa tergesa-gesa karena ingin segera sampai rumah atau mencari makanan untuk berbuka. Keadaan ini justru membuat pengendara rawan kehilangan konsentrasi.

Pengaruh Fisik dan Mental Pengendara Saat Puasa

Fathan Nayoda dari Safety Riding & Community Astra Motor Sumsel menjelaskan bahwa kondisi fisik yang menurun selama puasa bisa sangat memengaruhi refleks dan konsentrasi pengendara. Dia mengatakan, “Menjelang berbuka, konsentrasi biasanya mulai menurun. Karena itu, penting bagi pengendara untuk lebih tenang dan tidak terburu-buru.”

Pesan utama yang disampaikannya adalah agar pengendara selalu mengutamakan keselamatan. Prinsip sederhana yang dia tekankan adalah “Puasa Lancar, Pulang ke Rumah Aman.”

7 Tips Aman Berkendara Menjelang Berbuka

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Astra Motor Sumsel membagikan tujuh kunci berkendara aman di sore hari:

  1. Jangan Menarik Gas Mendadak
    Saat lampu hijau, tunggu beberapa detik dan pastikan situasi jalan aman sebelum berakselerasi.

  2. Hindari Ego Selip-selip di Jalan
    Jangan memaksakan diri masuk ke ruang sempit. Keselamatan lebih penting daripada waktu tempuh.

  3. Gunakan Rem Depan dan Belakang Seimbang
    Rem yang seimbang menjaga stabilitas motor saat menghadapi kemacetan.

  4. Fokus pada Jalan, Bukan Jam
    Hindari melihat jam atau ponsel saat berkendara. Bila terpaksa berhenti, cari tempat yang aman.

  5. Jangan Paksakan Jika Lemas
    Berhenti dan istirahat sejenak jika merasa lemas atau pusing.

  6. Hindari Melawan Arus
    Melawan arus sangat berbahaya dan rentan memicu kecelakaan serius.

  7. Nyalakan Lampu Utama
    Lampu yang menyala membuat motor tampak jelas di jalan menjelang maghrib.

Mengapa Edukasi Keselamatan Ini Penting?

Astra Motor Sumsel menegaskan tujuan edukasi ini agar pengguna jalan lebih sadar akan pentingnya keselamatan. Ramadan seharusnya menjadi momentum melatih kesabaran, termasuk saat menggunakan kendaraan di jalan.

Kampanye #Cari_Aman diharapkan dapat mendorong kesadaran bersama. Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama agar ibadah puasa berjalan lancar dan semua pengendara dapat pulang dengan selamat.

Peningkatan kewaspadaan terutama di sore hari menjelang berbuka akan membantu mencegah kecelakaan. Semangat menjaga keselamatan ini penting agar setiap keluarga dapat berkumpul dan menikmati momen berbuka dengan tenang. Astra Motor Sumatera Selatan selalu mengajak masyarakat mempraktikkan tips keselamatan sebagai langkah konkret menuju perjalanan yang aman dan nyaman.

Source: sumeks.disway.id
Exit mobile version