Menjelang perayaan Imlek dan Ramadhan, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong seluruh jajaran Kemkomdigi untuk menguatkan disiplin kerja melalui Gerakan Indonesia ASRI. Gerakan ini menekankan penerapan budaya kebersihan sebagai fondasi profesionalisme aparatur negara dalam pelayanan publik.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kementerian dan lembaga pemerintah menciptakan lingkungan kerja aman, tertib, dan sehat. Menkomdigi meyakini kebersihan kantor bukan sekadar urusan teknis, melainkan juga simbol tanggung jawab dan integritas setiap pegawai.
Budaya Bersih Sebagai Tanggung Jawab Bersama
Meutya Hafid menegaskan bahwa kebersihan lingkungan kerja tidak boleh hanya bergantung pada petugas kebersihan. Setiap pegawai diwajibkan membersihkan ruang kerjanya sendiri agar tercipta budaya kerja yang lebih disiplin dan mandiri. Ia menilai kebersihan harus menjadi etos kerja, bukan sebuah kewajiban yang asal-asalan.
Untuk mewujudkan hal ini, Menkomdigi menginstruksikan agar kegiatan bersih-bersih dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi. Penguatan budaya ini dilakukan agar terus melekat dalam aktivitas keseharian para pejabat dan staf di Kemkomdigi.
Persiapan Menyambut Momentum Keagamaan
Menkomdigi juga menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih rutin setiap Jumat pagi ini dicanangkan menjelang dua momentum penting yaitu Imlek dan Ramadhan. Dengan demikian, suasana kantor yang bersih dan rapi menjadi bagian dari persiapan menyambut hari besar keagamaan dan bulan ibadah.
“Saya ingin setiap Jumat pagi kita melakukan pembersihan lingkungan kantor. Menjelang Ramadhan dan Imlek, kita mulai dengan hati yang bersih,” tegas Meutya Hafid. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Kemkomdigi untuk membangun mental aparatur yang siap bertugas dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.
Manfaat Gerakan Indonesia ASRI
Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Kemkomdigi memiliki tujuan lebih luas dari sekadar menjaga kebersihan. Berikut beberapa manfaat dari pelaksanaan gerakan tersebut:
- Meningkatkan kedisiplinan dan integritas aparatur negara.
- Membentuk lingkungan kerja yang sehat fisik dan mental.
- Menjadi wujud nyata profesionalisme dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik.
- Mengurangi ketergantungan terhadap petugas kebersihan khusus dan memperkuat kemandirian pegawai.
- Menciptakan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan sehingga produktivitas meningkat.
Gerakan ini dapat menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lain dalam memperbaiki tata kelola internal melalui budaya kerja positif yang berkelanjutan.
Dengan komitmen kuat dari jajaran Kemkomdigi, diharapkan budaya bersih ini tidak hanya menjadi aktivitas sesaat, melainkan menjadi bagian yang melekat dalam keseharian pegawai negeri. Ini menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan menjamin lingkungan kerja yang kondusif khususnya dalam menyambut Imlek dan Ramadhan.





