Google Messages tengah bersiap meluncurkan fitur Trash Folder yang selama ini absen di aplikasi, berbeda dari aplikasi pesan lain yang umumnya sudah lebih dulu mengadopsi fasilitas ini. Selama beberapa waktu, pengguna Google Messages memang hanya bisa memilih Archive untuk menyingkirkan percakapan tanpa menghapusnya. Namun, jika benar-benar menghapus percakapan, data tersebut langsung hilang dan tidak dapat dipulihkan.
Kini, berdasarkan laporan Android Authority dan bocoran dari pengguna Reddit, Trash Folder sudah muncul pada versi beta aplikasi. Fitur ini memungkinkan percakapan yang dihapus masuk ke folder trash, tak terhapus langsung dari sistem. Pengguna nanti memiliki waktu tertentu untuk memulihkan chat sebelum benar-benar dihapus permanen oleh aplikasi.
Cara Kerja Trash Folder di Google Messages
Sistem Trash Folder di Google Messages kurang lebih meniru mekanisme yang sudah ada di layanan Google Photos. Namun, ada perbedaan mendasar pada masa penyimpanan. Percakapan yang masuk ke Trash Folder akan bertahan selama 30 hari sebelum dihapus secara permanen. Jadi, jika pengguna keliru menghapus sebuah chat penting, masih ada kesempatan untuk mengambilnya kembali.
Salah satu pengguna Reddit membagikan detail yang memperjelas fitur ini. Trash Folder hanya berlaku pada penghapusan seluruh percakapan, bukan pesan tunggal di dalam sebuah percakapan. Prosesnya cukup intuitif: ketika ingin menghapus percakapan, aplikasi akan memunculkan opsi untuk memindahkan ke Trash atau membatalkan penghapusan.
Perbandingan Lengkap Fitur Trash Folder
| Aplikasi | Tempat Sampah/Trash | Retensi sebelum hapus permanen |
|---|---|---|
| Google Messages | Yes (Segera hadir) | 30 hari |
| Google Photos | Yes | 60 hari |
| Tidak (langsung hapus) | – | |
| Telegram | Tidak (langsung hapus) | – |
Dengan hadirnya fitur ini, Google Messages berupaya memberikan pengalaman pemulihan chat yang lebih memadai kepada pengguna. Penggunaan Trash Folder akan sangat membantu saat pengguna tak sengaja atau secara impulsif menghapus percakapan. Tidak jarang, aktivitas membersihkan kotak masuk justru membuat pengguna kehilangan chat penting.
Ketersediaan Fitur Trash Folder
Fitur ini baru muncul pada versi beta Google Messages dengan kode 20260277_00_RC00. Namun, pemasangan versi beta belum tentu mengaktifkan Trash Folder secara otomatis. Ada proses aktivasi sisi server dari Google yang menentukan kapan tiap pengguna bisa mulai mencoba fitur tersebut, seperti dicatat PiunikaWeb.
Google sendiri belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi fitur ini untuk seluruh pengguna. Namun, makin banyak pengguna beta yang mulai mendapat akses Trash Folder, menandakan peluncuran massal sudah semakin dekat.
Panduan Mengelola Chat Melalui Trash Folder
Untuk lebih memudahkan pengguna, berikut cara umum mengelola chat setelah fitur ini aktif:
- Pilih percakapan yang ingin dihapus.
- Tekan ikon hapus.
- Akan muncul pilihan untuk memindahkan percakapan ke Trash.
- Pengguna dapat mengakses folder Trash untuk melihat chat yang sudah dihapus.
- Chat di Trash akan hilang otomatis setelah 30 hari atau dapat dihapus secara permanen secara manual.
Belum diketahui apakah Trash Folder akan mendukung gesture khusus, seperti swipe, untuk mengaktifkan opsi hapus dengan cepat. Saat ini, gesture swipe kiri atau kanan di Google Messages hanya berfungsi untuk Archive. Namun, masuk akal jika nanti pengguna juga dapat mengakses Trash dengan cara serupa.
Integrasi Trash Folder ini merupakan langkah alami yang sudah lama dinantikan. Dengan menghadirkan fitur ini, Google Messages semakin mendekati standar kenyamanan dan keamanan aplikasi pesan populer lainnya di industri. Pengguna kini dapat lebih tenang saat mengelola percakapan tanpa khawatir kehilangan data penting secara permanen.
Source: www.androidpolice.com