Sebuah sistem operasi baru bernama Vib-OS yang diklaim menggunakan pemrograman berbasis AI ternyata menghadapi banyak masalah serius. Tes yang dilakukan oleh TechTuber Tirimid mengungkapkan bahwa versi 2.2.1 dari OS ini sangat sulit dipasang dan penuh dengan berbagai bug yang mengurangi fungsionalitas dasarnya.
Vib-OS sendiri dipromosikan sebagai sistem operasi Unix-like dengan kernel khusus, antarmuka grafis ala macOS, dukungan jaringan TCP/IP penuh, dan sistem file virtual. Sistem ini dikatakan mampu berjalan langsung di perangkat keras nyata seperti Raspberry Pi 4/5, PC berbasis x86_64, dan Apple Silicon, serta di emulator seperti QEMU.
Kendala Utama dalam Pemasangan dan Pengoperasian
Proses instalasi Vib-OS menyulitkan bahkan pada lingkungan yang disarankan, yaitu emulator QEMU di Linux x86. Tirimid butuh waktu beberapa jam agar sistem ini bisa boot dengan benar. Setelah berhasil, tampilan desktop awalnya cukup familier, dengan File Manager, Terminal, bar aplikasi di bawah layar, dan ikon status jaringan serta waktu. Namun, berbagai fungsi dasar ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Berikut sejumlah masalah yang ditemukan saat pengujian:
- Sistem gagal tersambung ke internet meski terdapat ikon status jaringan.
- Tombol "New Folder" dan menu konteks di File Manager tidak merespons.
- Aplikasi Notepad tidak bisa membuka, menyimpan, dan bahkan tidak mengenali input tombol panah.
- Tidak terdapat dukungan Python seperti yang diklaim pada halaman GitHub.
- Game yang seharusnya tersedia tidak terpasang atau tidak berjalan dengan baik.
- Kalkulator tidak berfungsi dengan tombol virtual, meski masih bisa digunakan lewat keyboard (kecuali untuk desimal).
- Aplikasi Jam hanya memperbarui waktu jika jendelanya diaktifkan dan waktu tidak sinkron dengan status bar.
- Aplikasi bernama ‘Browser’ ternyata hanyalah penampil gambar, bukan peramban web sejati.
Fitur Utama yang Gagal Berfungsi: Doom dan Game Lain
Salah satu nilai jual utama Vib-OS adalah kemampuannya menjalankan game Doom secara native lengkap dengan grafik, input, dan suara. Namun, saat Tirimid mencoba meluncurkan Doom melalui launcher, game tersebut sama sekali tidak berjalan. Sebagai gantinya, game Snake yang sudah terpasang bisa dimainkan, tapi menghadapi masalah kecepatan dan tampilan layar yang berantakan.
Selain itu, keterbatasan Vib-OS terlihat dari fungsionalitas Terminalnya. Perintah sederhana seperti penghapusan file pun tidak dapat dilakukan, menunjukkan bahwa aplikasi di dalam sistem ini juga sangat terbatas dalam pemahaman perintah yang seharusnya mendasar untuk sebuah OS.
Respons dari Pengembang Vib-OS
Setelah video pengujian tersebut viral, pengembang Vib-OS dengan nama viralcode memberikan klarifikasi bahwa versi yang diuji adalah untuk arsitektur x86_64 yang memang masih bermasalah dan disebutkan juga dalam catatan readme. Pengembang juga mengkritik bahwa video tersebut cenderung terlalu negatif hanya untuk menarik perhatian. Dia merekomendasikan agar pengujian dilakukan menggunakan emulator QEMU di Mac yang diklaim menawarkan pengalaman lebih stabil tanpa bug.
Konteks dan Catatan Tambahan
Vib-OS bukanlah satu-satunya sistem operasi unik yang diuji oleh Tirimid, yang sebelumnya juga telah mengulas sistem lain seperti RetrOS, Hannah Montana Linux, dan Windows XP. Kegagalan Vib-OS mengeksekusi fitur penting ini menjadi contoh nyata bahwa meskipun teknologi AI semakin maju, penerapan langsung di sistem operasi kompleks masih menghadapi banyak tantangan teknis.
Mengingat versi Vib-OS yang diuji sudah mencapai angka 2.2.x, ekspektasi akan stabilitas dan fungsionalitas dasar tentu lebih tinggi. Namun, kenyataan justru memperlihatkan banyak bagian sistem yang belum siap melakukan tugas dasar yang sering dipandang sepele oleh OS modern, seperti konektivitas internet dan aplikasi standar yang dapat dioperasikan.
Pengujian ini juga menjadi pengingat bagi penggemar dan pengembang sistem operasi open-source bahwa pengembangan OS adalah proses yang rumit dan membutuhkan banyak waktu untuk mencapai performa yang layak dipakai sehari-hari. Vib-OS perlu banyak perbaikan untuk memenuhi janjinya sebagai sistem operasi modern dan AI-coded yang fungsional.
Bagi yang tertarik mencoba, tetap disarankan mengikuti petunjuk pengembang dan menggunakan emulator yang direkomendasikan. Namun, saat ini Vib-OS lebih cocok dijadikan bahan eksperimen atau pembelajaran daripada pengganti OS utama untuk kebutuhan praktis. Fitur-fitur seperti menjalankan game legendaris Doom dan dukungan Python masih harus disempurnakan agar dapat berfungsi sesuai harapan pengguna.









